Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PEMANFAATAN BIJI KARET SEBAGAI AGREGAT KASAR TERHADAP WORKABILITY DAN KUAT TEKAN BETON SCC (SELF COMPACTING CONCRETE) Vike Itteridi; Suci Damaiati; Heri Wijaya
JURNAL ILMIAH BERING'S Vol 9 No 01 (2022): Jurnal Ilmiah Bering's
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Teknologi Pagar Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.971 KB) | DOI: 10.36050/berings.v9i01.459

Abstract

Self compacting concrete is that can utilize its own weight to be able to flow to fill the room without any compaction process at all. The purpose of this study was to determine the compressive strength of self-compacting concrete with the substitution of rubber seeds as coarse aggregate. The method used in this study is an experimental method (experimental), also discusses the distribution of Slump Flow with the use of rubber seeds, the rate of use of rubber seeds is 3%, 4% and 5% of the weight of the coarse aggregate (split) used. The results of this study indicate the optimum compressive strength at the age of 28 days of concrete with the highest value in code A which is 8.93 MPa with a specific gravity of 2.33 grams/cm³ and a Slump Flow value of 52 cm. From this research, it can be concluded that the less mixing of rubber seeds in concrete composition the higher the compressive strength and the lower the specific gravity, while the Slump Flow value obtained will be lower. Due to the brittle nature of the rubber seeds, the slippery surface of the rubber seeds and the lightweight rubber seeds.
PENGARUH SUBSTITUSI STONE ASH AND RICE HUSK ASH TERHADAP KUAT TEKAN BETON abdi nasrullah; Tarmizi Tarmizi; Heri Wijaya
Jurnal Ilmiah BERING Vol. 11 No. 01 Maret (2023): BERING: Jurnal Imiah Besemah Engineering
Publisher : P3M Institut Teknologi Pagar Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36050/berings.v11i01 Maret.113

Abstract

Concrete has become a common choice as a structural material in construction projects. In civil engineering, there are two types of aggregates used as fillers: coarse aggregates such as gravel or crushed stone, and fine aggregates such as sand. Water and cement are used as binding materials in concrete. In order to enhance the compressive strength of concrete beyond the desired target and evaluate the effectiveness of using stone dust and rice husk ash, variations were made by adding 10% stone dust, 10% rice husk ash, and a mixture of 5% stone dust and 5% rice husk ash as partial replacements for cement. Cubic test specimens were formed and used to test the compressive strength at the ages of 3, 14, and 28 days. The test results showed that at 28 days, the average compressive strength of normal concrete was 32.09 MPa, the compressive strength of concrete with 10% stone dust was 32.64 MPa, the compressive strength of concrete with 10% rice husk ash was 22.84 MPa, and the compressive strength of concrete with a mixture of 5% stone dust and 5% rice husk ash was 19.33 MPa. Therefore, the addition of 10% stone dust resulted in higher compressive strength of concrete than the planned target.
PEMANFAATAN BIJI KARET SEBAGAI AGREGAT KASAR TERHADAP WORKABILITY DAN KUAT TEKAN BETON SCC (SELF COMPACTING CONCRETE) Heri Wijaya; Vike Itteridi; Suci Damaiati
Jurnal Ilmiah BERING Vol. 10 No. 1 Maret (2022): BERING: Jurnal Imiah Besemah Engineering
Publisher : P3M Institut Teknologi Pagar Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36050/bering.v9i1 Maret.199

Abstract

Self compacting concrete adalah beton yang dapat memanfaatkan berat sendirinya untuk dapat mengalir mengisi ruangan tanpa ada proses pemadatan sama sekali. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kuat tekan beton Self compacting concrete dengan substitusi biji karet sebagai agregat kasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen (percobaan). juga membahas sebaran Slump Flow dengan penggunaan biji karet, tingkat penggunaan biji karet yaitu 3% 4% dan 5% dari berat agregat kasar (split) yang digunakan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan kuat tekan optimum pada umur beton 28 hari dengan nilai tertinggi di kode A yaitu sebesar 8,93 MPa dengan berat jenis 2,33 gram/ dan nilai Slump Flow 52 cm. Dari penilitian ini dapat di simpulkan bahwa semakin sedikit pencampuran biji karet dalam komposisi beton kuat tekannya akan semakin tinggi dan berat jenis akan semakin rendah, sedangkan nilai Slump Flow yang di dapatkan akan semakin rendah. Di karenakan sifat biji karet yang getas, permukaan biji karet yang licin dan biji karet yang ringan
Sosialisasi Identifikasi Jenis Tanah Sebagai Upaya Mitigasi Bencana Tanah Longsor pada Masyarakat Heri Wijaya; Elpita Aisah; Ali Okta Akbar; Didi Ardiansyah
NGABDIMAS Vol. 9 No. 01 Juni (2026): Jurnal Ngabdimas Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : PPPM Institut Teknologi Pagar Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36050/tqree822

Abstract

Ruas Jalan Provinsi Sumatera Selatan no 037, Lematang, Kelurahan Perahu Dipo Kota Pagar Alam, Provinsi Sumatera Selatan merupakan kawasan lereng dan perbukitan yang memiliki potensi tinggi terhadap bencana tanah longsor. Kondisi geomorfologi, curah hujan tinggi, serta karakteristik tanah yang didominasi tanah lempung dan tanah podsolik merah kuning menjadi faktor utama meningkatnya kerawanan longsor. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya pemuda Karang Taruna Kelurahan Perahu Dipo, mengenai identifikasi jenis tanah sebagai bentuk mitigasi bencana tanah longsor. Metode pelaksanaan dilakukan melalui penyuluhan, diskusi interaktif, observasi lapangan, dan pengujian laboratorium tanah meliputi kadar air, berat jenis, analisa saringan, dan batas Atterberg. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tanah di lokasi penelitian tergolong tanah lempung plastisitas tinggi berdasarkan klasifikasi USCS dengan simbol CH serta termasuk kelompok A-7-6 menurut klasifikasi AASHTO. Karakteristik tersebut menunjukkan tanah memiliki daya dukung rendah, kohesi tinggi, dan mudah mengalami perubahan volume saat jenuh air sehingga berpotensi longsor pada lereng curam. Kegiatan sosialisasi mampu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap ciri tanah rawan longsor serta langkah mitigasi sederhana di lingkungan sekitar.
SOSIALISASI TENTANG BAHAYA LONGSOR DIDAERAH LERENG DIDESA KERINJING KECAMATAN DEMPO UTARA KOTA PAGAR ALAM Abdi Nasrullah; risnaini Risnaini Masdalipa; Heri Wijaya
NGABDIMAS Vol. 8 No. 01 Juni (2025): Jurnal Ngabdimas Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : PPPM Institut Teknologi Pagar Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36050/x8grx431

Abstract

Sebagai upaya untuk melindungi masyarakat Desa Kerinjing dari bahaya longsor, Institut Teknologi Pagar Alam berkolaborasi dengan warga desa dalam sebuah proyek pengabdian masyarakat. Proyek yang berlangsung selama 3 hari (28-30 Oktober 2022) ini memiliki dua tujuan utama: Pertama, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang risiko longsor dan pentingnya penilaian stabilitas lereng. Pelatihan khusus pun diberikan untuk membekali warga dengan pengetahuan yang dibutuhkan. Kedua, tim ahli geoteknik dari Institut Teknologi Pagar Alam melakukan evaluasi langsung di lapangan untuk mengidentifikasi daerah yang rentan longsor. Proyek ini tidak hanya berfokus pada evaluasi teknis, tetapi juga pada edukasi masyarakat. Sosialisasi dan penyuluhan intensif digelar untuk meningkatkan kewaspadaan warga terhadap potensi bencana longsor serta langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan. Diharapkan, hasil evaluasi berupa pemahaman yang lebih baik terkait karakteristik lereng dan faktor-faktor yang mempengaruhi potensi longsor dapat menjadi landasan pengembangan strategi mitigasi bencana yang lebih efektif di Desa Kerinjing. Peningkatan kesadaran masyarakat dan kolaborasi aktif dengan berbagai pihak terkait diharapkan dapat mewujudkan langkah-langkah pencegahan yang lebih proaktif, seperti perbaikan infrastruktur, sistem peringatan dini, dan pelatihan evakuasi darurat. Pada akhirnya, proyek ini bertujuan untuk mewujudkan kehidupan yang lebih aman dan berkelanjutan bagi masyarakat Desa Kerinjing
Pelatihan penyusunan RAB (Rencana Anggaran Biaya) rumah sederhana pada Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Institut Teknologi Pagar Alam Heri Wijaya; Didi Ardiansyah
NGABDIMAS Vol. 8 No. 02 Desember (2025): Jurnal Ngabdimas Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : PPPM Institut Teknologi Pagar Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36050/vp3ak268

Abstract

Pelatihan tentang pembuatan Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk rumah sederhana ini dirangcang untuk meningkatkan pengetahuan dan keahlian mahasiswa Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Institut Teknologi Pagar Alam dalam menghitung biaya kontruksi dengan cara yang sistematis dan efisien serta membekali peserta dengan kemampuan dasar perencanaan biaya konstruksi sesuai standar yang berlaku. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dengan menggunakan metode diskusi dan praktik langsung dalam menyusun RAB yang mengacu pada gambar kerja rumah sederhana. Materi pelatihan meliputi perhitungan volume pekerjaan, analisis harga satuan, serta penyusunan rekapitulasi biaya. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan peserta dalam menyusun RAB sesuai standar pekerjaan konstruksi. Pelatihan ini diharapkan dapat mendukung kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja dan meningkatkan kompetensi akademik di bidang teknik sipil.
Pemanfaatan Serat Buah Pinang Terhadap Karakteristik Beton Abdi Nasrullah; Heri Wijaya
Jurnal Tekno Vol. 23 No. 1 (2026): JURNAL TEKNO
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/kf8wak59

Abstract

Beton adalah campuran dari pasir, kerikil, batu pecah, atau agregat lainnya yang dipadukan dengan pasta semen dan air, membentuk massa padat menyerupai batu. Beton memiliki kekuatan tekan yang tinggi, namun daya tariknya rendah. Untuk mengatasi kelemahan ini, serat dapat ditambahkan ke dalam campuran beton sebagai bahan pengisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan serat dari buah pinang terhadap karakteristik beton. Metode yang digunakan adalah eksperimen, dengan pengujian kuat tekan menggunakan benda uji silinder 15 x 30 cm dan pengujian kuat tarik belah menggunakan benda uji balok dengan ukuran 15x15x60 cm. Serat buah pinang ditambahkan dalam variasi 1%, 1,5%, dan 2% dari berat semen pada beton mutu K-225. Hasil menunjukkan bahwa berat jenis tertinggi pada silinder beton BN adalah 2,22 cm³/gr, dan pada balok adalah 2,28 cm³/gr, keduanya pada umur 28 hari tanpa campuran serat. Kuat tekan tertinggi sebesar 19,14 MPa juga diperoleh pada beton tanpa serat pada umur 28 hari, yang mengindikasikan bahwa semakin berat dan lama masa perawatan, semakin tinggi kuat tekan yang dihasilkan. Sebaliknya, kuat lentur tertinggi sebesar 5,02 MPa dicapai pada beton dengan penambahan 2% serat buah pinang, membuktikan bahwa serat tersebut efektif meningkatkan kekuatan lentur beton.
Analisis Pengaruh Abu Sekam padi Terhadap Nilai Indeks Plastisitas Tanah Lempung di Kelurahan Perahu Dipo Kota Pagar Alam Heri Wijaya; Elpita Aisah; Ali Okta Akbar; Didi Ardiansyah
Jurnal Tekno Vol. 23 No. 1 (2026): JURNAL TEKNO
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/9zrk8827

Abstract

Tanah lempung di Kota Pagar Alam umumnya memiliki plastisitas tinggi dan daya dukung rendah sehingga kurang ideal digunakan sebagai tanah dasar konstruksi tanpa perbaikan. Berdasarkan kajian pustaka, stabilisasi tanah menggunakan bahan pozzolan seperti abu sekam padi yang kaya silika terbukti mampu memperbaiki karakteristik tanah lempung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan abu sekam padi terhadap nilai batas cair (LL), batas plastis (PL), dan indeks plastisitas (PI) tanah lempung lokal. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan variasi campuran abu sekam padi sebesar 0%, 2%, 6% dan 10%, serta pengujian parameter Atterberg sesuai standar ASTM. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan membandingkan perubahan nilai LL, PL, dan nilai PI pada setiap variasi campuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai LL menurun dari 52,14% menjadi 43,68%, nilai PL meningkat dari 27,28% menjadi 27,40%, dan nilai PI menurun signifikan dari 24,86% menjadi 16,28% pada campuran 10%. Penurunan nilai PI menunjukkan bahwa tanah mengalami perbaikan sifat plastisitas dari kategori tinggi menjadi rendah, sehingga lebih stabil dan layak digunakan sebagai lapisan dasar konstruksi. Dengan demikian, abu sekam padi terbukti efektif sebagai bahan stabilisasi alternatif yang ekonomis dan ramah lingkungan untuk tanah lempung di Kota Pagar Alam.