Johanes Mario Kukuh Anthorina
Universitas Katolik Soegijapranata

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perancangan Desain Event Sebagai Strategi Guna Meningkatkan Eksistensi Musik Keroncong Johanes Mario Kukuh Anthorina; Dono Sayoso
TUTURRUPA Vol 2, No 2: Februari 2020
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/tr.v2i2.2947

Abstract

Keroncong merupakan musik hiburan khas Indonesia yang memiliki nilai sejarah. Selain memiliki nilai sejarah, musik keroncong juga memiliki peran sebagai alat pemersatu. Sejarah berkembangnya musik keroncong di Indonesia dimulai pada tahun 1925. Dengan berdirinya orkes keroncong pertama yaitu Orkes Poesaka Krontjong Moresco Toegoe yang didirikan oleh Joseph Quiko. Budaya musik keroncong dibawa oleh Bangsa Portugis sebagai musik hiburan. Setelah Portugis kalah dengan sekutu dan pergi dari Indonesia, budaya musik keroncong masih tertinggal dan menjadi musik hiburan khas bagi masyarakat Indonesia. Seiring berjalannya waktu Musik keroncong yang masih terjaga keberadaannya, berkembang pada berbagai aspek musikal, serta meluas daya jangkaunya juga karena didukung pola penyebaran melalui lomba musik keroncong, media cetak, media rekam, radio dan televisi, layar lebar, pementasan musik keroncong, dan pertumbuhan kelompok orkes keroncong. Namun apabila dilihat dari perkembangan musik saat ini, musik keroncong sudah mengalami penuruan eksistensi. Bahkan beberapa orang dari kita masih sangat asing dengan musik ini. Oleh karena itu untuk meningkatkan kembali eksistensi musik keroncong, dirancanglah sebuah event musik keroncong dengan tujuan menjangkau masyarakat luas, masyarakat dapat mengetahui sejarah musik keroncong serta mendengar secara langsung musik keroncong.