Tuturrupa : Bertutur Apik, Berkata Rupa
Vol 2, No 2: Februari 2020

Perancangan Desain Event Sebagai Strategi Guna Meningkatkan Eksistensi Musik Keroncong

Johanes Mario Kukuh Anthorina (Universitas Katolik Soegijapranata)
Dono Sayoso (Desain Komunikasi Visual, Universitas Katolik Soegijapranata)



Article Info

Publish Date
21 Dec 2020

Abstract

Keroncong merupakan musik hiburan khas Indonesia yang memiliki nilai sejarah. Selain memiliki nilai sejarah, musik keroncong juga memiliki peran sebagai alat pemersatu. Sejarah berkembangnya musik keroncong di Indonesia dimulai pada tahun 1925. Dengan berdirinya orkes keroncong pertama yaitu Orkes Poesaka Krontjong Moresco Toegoe yang didirikan oleh Joseph Quiko. Budaya musik keroncong dibawa oleh Bangsa Portugis sebagai musik hiburan. Setelah Portugis kalah dengan sekutu dan pergi dari Indonesia, budaya musik keroncong masih tertinggal dan menjadi musik hiburan khas bagi masyarakat Indonesia. Seiring berjalannya waktu Musik keroncong yang masih terjaga keberadaannya, berkembang pada berbagai aspek musikal, serta meluas daya jangkaunya juga karena didukung pola penyebaran melalui lomba musik keroncong, media cetak, media rekam, radio dan televisi, layar lebar, pementasan musik keroncong, dan pertumbuhan kelompok orkes keroncong. Namun apabila dilihat dari perkembangan musik saat ini, musik keroncong sudah mengalami penuruan eksistensi. Bahkan beberapa orang dari kita masih sangat asing dengan musik ini. Oleh karena itu untuk meningkatkan kembali eksistensi musik keroncong, dirancanglah sebuah event musik keroncong dengan tujuan menjangkau masyarakat luas, masyarakat dapat mengetahui sejarah musik keroncong serta mendengar secara langsung musik keroncong. 

Copyrights © 2020