p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Verbum Christi
Benyamin Intan
STT Reformed Injili Internasional

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Caesar's Coin dan Hubungan Gereja-Negara dalam Orde Baru Benyamin Intan
VERBUM CHRISTI JURNAL TEOLOGI REFORMED INJILI Vol 8 No 2 (2021): Allah yang Tak Terselami
Publisher : STTRII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (975.191 KB) | DOI: 10.51688/VC8.2.2021.art5

Abstract

Even though Indonesia has entered the Post-Soeharto Era for almost a quarter of a century, authoritarianism still needs to be watched out for. The style and behavior of authoritarianism in any part of the world is common to shed blood rather than build peace. This study aims to reveal Jesus' rejection of authoritarianism in government. Since Indonesia's independence, authoritarianism has occurred during the New Order. For 32 years, this government suppressed the development of democracy which also had an impact on the economic, education, health and religious fields. In this study, the authors found that excessive vigilance and fear of the presence of a Zealot-style theocracy model of government through the issue of the Islamic state and Islamic society has led to absolute loyalty and partiality without reserve from the Church towards the Government. The author argues that the church, as a spiritual institution, has been “politicized”, besides the church has lost its critical and corrective functions.
Model Teologi Publik Kristen Bagi Masyarakat Indonesia Benyamin Intan
Verbum Christi: Jurnal Teologi Reformed Injili Vol 13 No 1 (2026): Model Teologi Publik Kristen Bagi Masyarakat Indonesia
Publisher : STT Reformed Injili Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51688/VC13.1.2026.editorial

Abstract

Masyarakat Indonesia memiliki karakter religius yang kuat dan hidup dalam keberagaman agama serta keyakinan. Namun, realitas tersebut juga diiringi berbagai kasus intoleransi dan pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan (KBB), terutama terhadap kelompok-kelompok minoritas. Editorial ini menawarkan kontribusi teologi publik Kristen berbasis pemikiran neo-Calvinisme Abraham Kuyper melalui konsep principled pluralism sebagai kerangka untuk merespons tantangan pluralitas religius di Indonesia. Konsep ini terdiri atas dua elemen utama, yaitu structural pluralism (kedaulatan ranah) yang menegaskan otonomi berbagai institusi sosial, serta confessional pluralism yang mengakui hak setiap komunitas agama untuk mengekspresikan keyakinannya dalam ruang publik. Kedua elemen tersebut digunakan sebagai lensa hermeneutis dalam memahami Pancasila, khususnya sila Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai dasar moral bagi kehidupan berbangsa. Dalam perspektif ini, negara dipanggil untuk menjamin keadilan dan kebebasan beragama tanpa diskriminasi, sementara gereja, masyarakat sipil, dan dunia akademik didorong berpartisipasi aktif dalam membangun dialog, solidaritas lintas iman, dan kebijakan publik yang inklusif. Dengan demikian, principled pluralism menawarkan landasan teologis dan sosial bagi penguatan kehidupan demokratis yang menghormati keragaman di Indonesia.