Roisu Eny Mudawaroch
Universitas Muhammadiyah Purworejo, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Tepung Daun Mengkudu (Morinda citrifolia L.) dalam Pakan Komersil terhadap Kualitas Fisik Daging Burung Puyuh (Cortunix-cortunix Japonica) Arip Sanjaya; Jeki Mediantari Wahyu Wibawanti; Roisu Eny Mudawaroch
Surya Agritama: Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol. 8 No. 1 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung daun mengkudu (Morinda citrifolia L.) dalam pakan komersil terhadap kualitas sifat fisik daging burung puyuh (Cortunix-cortunix Japonica). Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yaitu 5 perlakuan dan 4 ulangan yang terdiri dari T0 : 100% BP104, T2 : 100% + 2% TDM, T4 : 100% BP104 + 4% TDM, T6 : 100% BP104 + 6% TDM dan T8 : 100% BP104 + 8% TDM. Hasil analisis sifat fisik daging burung puyuh menunjukkan bahwa pemberian tepung daun mengkudu dalam pakan komersil sebagai berikut : nilai pH tertinggi T8 6,13 terendah T2 dan T4 5,88, nilai keempukan tertinggi T8 271,00 terendah T2 152,00, nilai susut masak tertinggi T6 30,59 terendah T0 29,29, nilai kadar air tertinggi T8 71,61 terendah T2 70,13, nilai daya ikat air tertinggi T2 33,68 terendah T6 25,93. Pemberian tepung daun mengkudu tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap nilai pH, keempukan, susut masak, kadar air dan daya ikat air. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian tepung daun mengkudu dalam pakan komersil tidak dapat meningkatkan kualitas fisik daging burung puyuh. Perlu adanya uji lanjut mengenai pemberian tepung daun mengkudu dalam pakan komersil terhadap kualitas sifat fisik daging burung puyuh.
Manajemen Kesehatan Ternak Melalui Pemberian Jamu Herbal Fermentasi Zulfanita Zulfanita; Roisu Eny Mudawaroch; Jeki Mediantari Wahyu Wibawanti
Surya Abdimas Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v1i1.309

Abstract

Manajemen kesehatan ternak adalah proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian faktor-faktor produksi melalui optimalisasi sumberdaya yang dimiliki agar produktivitas ternak dapat optimal sehingga kesehatan ternak dapat dioptimalkan dan kesehatan produk hasil ternak memiliki kualitas kesehatan sesuai dengan standar yang diinginkan. Tanaman obat adalah tanaman yang terbuat dari bahan alami terutama tumbuhan dan merupakan warisan budaya bangsa dan digunakan turun temurun secara empirik. Ramuan tanaman obat atau jamu ternak fermentasi dapat digunakan untuk kesehatan ternak. Salah satu desa yang potensial dalam menyediakan bibit tanaman herbal adalah desa Bedono Pageron yang terletak di Kecamatan Kemiri kabupaten Purworejo. Tujuan program penyuluhan ini adalah Mengenalkan, mempraktekkan dan memotivasi masyarakat untuk dapat melakukan pembuatan jamu ternak fermentasi dengan menggunakan alat dan bahan bahan yang ada dilingkungan sekitar serta potensi secara ekonomi dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraanpeternak. Rekomendasi sebagai berikut: 1) Potensi desa Bedono Pageron sangat prosfektif perkembangannya dibidang pembibitan tanaman herbal dan peternakan khususnya kambing karena daya dukung alamnya yang subur untuk tanaman pakan hijauan ternak. 2) Manajemen kesehatan ternak membutuhkan kerjasama antar peternak, kelompok tani/ternak dan peternak itu sendiri agar ternak sehat sehingga produksi dan produktivitas ternaknya tinggi. 3) perlu upaya memanfaatkan tanaman pekarangan untuk menanam tanaman herbal dan dimanfaatkan untuk membuat jamu herbal fermentasi secara konsisten dan berkelanjutan.
Inovasi Pengolahan Produk Turunan Madu Lebah Klanceng Menjadi Bee Polen Kapsul Sebagai Sumber Antioksidan di Desa Jelok Kecamatan Kaligesing, Purworejo Jeki Mediantari Wahyu Wibawanti; Roisu Eny Mudawaroch; Sapto Pamungkas
Surya Abdimas Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v4i1.471

Abstract

Desa Jelok memiliki potensi pengembangan peternakan lebah madu klanceng. Akan tetapi, hasil turunan dari madu klanceng yang berupa bee polen selama ini belum dilakukan pengolahan. Oleh karena itu, tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk melakukan penyuluhan dan pelatihan inovasi pengolahan hasil turunan dari madu lebah klanceng yang berupa bee polen menjadi bee polen kapsul yang berpotensi sebagai sumber antioksidan. Kegiatan pengabdian ini dilakukan kegiatan sosialisasi, praktek pemanenan bee polen, pelatihan pengolahan bee polen dan pengemasan dalam bentuk kapsul serta strategi promosi dan pemasaran produk. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menjadikan anggota Bumdes Jambe Mule dan kelompok peternak lebah klanceng di Desa Jelok dapat melakukan pengolahan bee polen menjadi produk bee polen kapsul yang berpotensi sebagai sumber antioksidan dan lebih memiliki nilai jual.