Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Gambaran Kejadian Hipotensi pada Pasien saat Intra Operasi Pembedahan Seksio Sesarea dengan Anestesi Spinal di RSUD Tenriawaru Bone Muhammad Subhan; Roro Lintang Suryani; Murniati Murniati
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.178 KB) | DOI: 10.35960/snppkm.v2i1.1125

Abstract

Seksio sesarea merupakan tindakan pembedahan melalui insisi dinding abdomen dan uterus untuk mengeluarkan janin, plasenta dan ketuban. Teknik anestesi spinal digunakan untuk tindakan seksio sesarea karena pertimbangan resiko dan manfaat. Adapun efek samping dari pemberian anestesi spinal yaitu terjadinya hipotensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik responden meliputi Usia, IMT(Indeks Massa Tubuh), dan ASA (american society of Anestesiologist), serta mengidentifikasi gambaran kejadian hipotensi pada pasien saat intra operasi pembedahan seksio sesarea dengan anestesi spinal di RSUD Tenriawaru Bone. Penelitian ini merupakan kuantitatif dengan metode deskriptif. Sampel penelitian ini adalah pasien seksio sesarea yang dilakukan tindakan spinal anestesi yang memenuhi kriteria. Tehnik sampling yaitu purposive sampling mendapatkan 52 responden. Serta analisis data menggunakan analisa statistik deskriptif. Hasil Penelitian didapatkan mayoritas umur responden pada rentang Dewasa Awal tahun yaitu 26 orang (50%), IMT berada pada Gemuk (Kelebihan berat badan tingkat Berat) ≥ 27,0 sebanyak 41 orang (78,8 %), ASA II sebanyak 52 orang (100 %), Tekanan darah post anestesi mengalami hipotensi selama 15 menit sebanyak 40 orang (76.9%), dan tidak terjadi Hipotensi sebanyak 12 orang (23.1%). Dari hasil penelitian tersebut, hendaknya dalam memberikan anestesi spinal memperhatikan kejadian hipotensi sehingga dapat mengurangi resiko yang tidak diinginkan.
Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Kejadian Hipotermia Pasca Anestesi Umum Muhammad Jony Thaher; Dwi Novitasari; Roro Lintang Suryani
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 2 (2024): April 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i2.2308

Abstract

Tujuan dari anestesi umum adalah untuk mencegah pasien merasakan sakit atau mengingat prosedur yang dilakukan sekaligus menyebabkan amnesia reversibel. Istilah medisnya hipotermia adalah suhu tubuh kurang dari 36oC. Indeks massa tubuh adalah metode untuk melacak atau mengetahui gizi orang dewasa, khususnya dalam hal kekurangan berat badan dan kelebihan berat badan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian observasional analitik. Sampel pada penelitian ini meliputi 99 responden pasca anestesi umum dengan Teknik purposive sampling yaitu memilih beberapa sample diantara popolasi yang diinginkan peneliti sampai sampel tersebut dapat mewakili karakteristik populasi sebelumnya dan tes yang digunakan adalah uji chi-square. Umur responden yang mendominasi 17 – 65 (masa remaja awal) sebanyak 26 (26,3%, sebanyak 73 (73,7%) responden berjenis kelamin perempuan ditemukan dipenelitian ini, indeks massa tubuh dengan kategori berat badan normal paling banyak ditemukan dipenelitian ini dengan 37 (37,4%), angka kejadian hipotermia pada pasien pasca anestesi umum sebanyak 50 (50,5%) responden. Penelitian ini menunjukan ada hubungan antara indeks massa tubuh dengan kejadian hipotermia dengan nilai chi-square dengan probabilitas 0.000 < 0.05. Hal ini menunjukan adanya hubungan antara indeks massa tubuh dengan kejadian hipotermia pasca anestesi umum di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga.
TINGKAT PENGETAHUAN PETUGAS KESEHATAN MENGENAI BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) DI RUMAH SAKIT KESREM LHOKSEUMAWE ACEH PADA TAHUN 2022 Mulyanis Mulyanis; Roro Lintang Suryani; Ema Wahyu Ningrum
Journal of Nursing and Health Vol. 7 No. 3 (2022): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v7i3.192

Abstract

ABSTRAK Bantuan hidup dasar adalah pertolongan pertama yang dilakukan pada pasien/korban dengan henti jantung atau henti nafas. Tindakan ini dilakukan untuk menjaga jalan nafas tetap terbuka, menunjang pernafasan, sirkulasi tanpa menggunakan alat-alat bantu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dokter spesialis, dokter umum, penata anastesi, perawat dan bidan mengenai BHD di rumah sakit Kesrem Lhokseumawe. Metode penelitian ini adalah dengan menggunakan desain study cross-sectional. Tehnik sampling adalah total sampling sebanyak 61 petugas kesehatan. Data diambil dengan melakukan penyebaran kuesioner dengan hasil sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 37 responden (60,7%), berada pada rentang usia 21-30 tahun sebanyak 24 responden (39,3%), dengan masa kerja rentang 7-10 tahun sebanyak 24 responden (39,3%), dan memiliki tingkat pendidikan DIII Keperawatan sebanyak 32 responden (52,4%). Tingkat pengetahuan petugas kesehatan tentang bantuan hidup dasar (BHD) di Rumah Sakit Kesrem Lhokseumawe dalam kategori baik sebanyak 57 responden (93,4%).
Gambaran Kualitas Hidup Pada Wanita Menopause Lisa Nur Kamallia; Tin Utami; Roro Lintang Suryani
Journal of Nursing and Health Vol. 8 No. 1 (2023): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v8i1.217

Abstract

Menopause merupakan masa dimana wanita mengalamiberbagai gejala seperti gejala vasomotor, psikososial, fisikdan seksual yang dapat mempengaruhi kualitas hidup wanitamenopause. Menurunnya kualitas hidup wanita menopause akan berpengaruh pada kehidupan dan harapan hidupnya. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan gambarankualitas hidup wanita menopause berdasarkan domain vasomotor, psikososial, fisik dan seksual. Tinjauan literatur dengan pencarian artikel yang relevan dan diterbitkan tahun2013-2021, diperoleh dari database seperti PubMed, dan google cendekia. Kata kunci yang digunakan untuk mencariliteratur meliputi quality of life dan among menopausal women. Hasil penelitian dari sepuluh artikel telah memenuhikriteria inklusi dan penilaian kualitas dengan didapatkan hasilbahwa gejala vasomotor yang paling banyak dialami oleh wanita menopause yaitu sensasi panas, cepat berkeringat dan keringat malam. Gejala psikososial umumnya akan cemasatau gugup, buruknya daya ingat, dan lain sebagainya. Gejalafisik yang sering dialami yaitu sakit otot dan sendi, berkurangnya kekuatan fisik, dan lain sebagainya. Gejalaseksual yang sering dialami oleh wanita menopause meliputiperubahan hasrat seksual, kekeringan vagina saatberhubungan intim dan menghindari berhubungan intim. Disimpulkan pada domain vasomotor, psikososial, fisik dan seksual gejala yang paling menurunkan kualitas hidup wanita menopause adalah sensasi panas, cemas atau gugup, sakitotot dan sendi, serta vagina kering ketika berhubungan intim.
The Assessment of Sleep Quality among Anesthesia Nurses in the Central Surgical Installation Room at Banyumas Region Hospital Panji Wicaksono Aji; Dwi Novitasari; Roro Lintang Suryani
Genius Journal Vol. 4 No. 2 (2023): GENIUS JOURNAL
Publisher : Inspirasi Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/gj.v4i2.285

Abstract

Introduction: Invertebrate creatures and humans still conserved sleep. Sleep time in humans becomes shorter, faster, and the quality decreases with age. Good quality sleep can improve mental health. Fatigue can result in poor sleep quality of nurse anesthesiologist which can certainly endanger the patient and nurse anesthesiologist himself. Objective: This study aims to identify the description of sleep quality based on gender, age, and period of work in the Central Surgical Installation Room at Banyumas Regional Hospital. Method: This research method is descriptive quantitative, data was collected online using googleform giving questionnaires with a cross sectional approach design. Result: The results showed that the sleep quality of nurse anesthesiologists based on sex was most in the male sex as many as 16 (41%) results were poor. The highest age category was in late adulthood as many as 11 (28%) respondents with poor sleep quality. The category of working time is the most in 5 years of work as many as 16 (41%) respondents with poor sleep quality. As a result of the sleep disorders component, anesthesiologists experienced many bad sleep disorders as many as 30 (76.9%) respondents. Conclusion: The quality of sleep in the anesthesiologist of the Central Surgical Installation Room at Banyumas Regional Hospital was classified as poor sleep quality
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG STUNTING PADA BALITA DI DESA KEDAWUNG KECAMATAN SUSUKAN KABUPATEN BANJARNEGARA: DESCRIPTION OF MOTHER'S LEVEL OF KNOWLEDGE ABOUT STUNTING IN TOddlers IN KEDAWUNG VILLAGE, SUSUKAN DISTRICT, BANJARNEGARA REGENCY Tri Herlina Sari Rahayu; Roro Lintang Suryani; Tin Utami
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v4i1.44

Abstract

Pendahuluan : Balita yaitu periode keemasaan (golden age) merupakan masa-masa penting dalam proses tumbuh kembang manusia. Stunting adalah masalah gizi/kronis pada balita yang ditandai dengan tinggi badan lebih pendek dibandingkan dengan anak seusiannya. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kejadian stunting salah satunya yaitu pengetahuan ibu tentang stunting karena kurangnya pengetahuan tentang stunting bagi seorang ibu menyebabkan anak berisiko mengalami stunting.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang stunting di Desa Kedawung Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara. Metodologi : Penelitian ini merupakani kuantitatif dengan metode deskriptif. Responden dalam penelitian inii yaitu ibu yang mempunyai balita di Posyandu di Desa Kedawung dengan teknik pengambilan sampel menggunakan proportional/Random Sampling sebanyak 75 responden. Analisis data menggunakan uji univariat. Hasil : Hasil Penelitian didapatkan umur responden sebagian berada pada kategori 26-35 tahun (76%). Sumber informasi yang paling dominan adalah media elektronik (66,7%). Tingkat pengetahuan yang paling dominan berada pada tingkat pengetahuan sedang (46,7%). Saran : Diharapkan perawat dapat meningkatkan pengetahuan ibu dengan kegiatan/promosi dan edukasi tentang perawatan dan penanganan stunting pada balita.
DURASI PENGGUNAAN GADGET TERHADAP PERSONAL SOSIAL PADA ANAK USIA PRASEKOLAH: LITERATUR REVIEW: DURATION OF GADGET USE ON PERSONAL SOCIAL IN PRESCHOOL AGE CHILDREN: LITERATURE REVIEW Dinda Puput Oktafia; Noor Yunida Triana; Roro Lintang Suryani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v4i1.48

Abstract

Latar belakang: Gadget salah satu alat media yang digunakan untuk melakukan sebuah interaksi sosial, khususnya yaitu melakukan kontak sosial maupun berkomunikasi. Penggunaan media gadget pada anak yang berusia 5 tahun di Indonesia sejumlah 38% pada tahun 2011, dan meningkat menjadi 72% pada tahun 2013, pada tahun 2015 ada peningkatan menjadi 80%. Angka kejadian masalah perkembangan pada anak yang terjadi di Indonesia antara 13-18%. Anak prasekolah mempunyai masalah sosial emosional yang berpengaruh negatif terhadap perkembangan personal sosial dan kesiapan sekolahnya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan durasi penggunaan gadget dengan personal sosial pada anak usia prasekolah. Metode: Sumber untuk melakukan tinjauan literatur ini meliputi studi pencarian sistematis database terkomputerisasi dari academic search research, google scholar, BMJ, Pubmed berjumlah 12 jurnal dengan periode 2016-2020). Hasil: Anak yang menggunakan gadget lebih dari sama dengan 1 jam akan memberikan pengaruh pada personal sosial anak. Kesimpulan: Berdasarkan hasil literature review, didapatkan kesimpulan sebagai berikut: 1. Anak usia prasekolah dimulai dari usia 4 hingga 6 tahun. 2. Responden didominasi anak perempuan. 3. Durasi penggunaan gadget tidak lebih dari sama dengan 1 hingga 2 jam/hari. 4. Durasi penggunaan gadget lebih dari sama dengan 1 hingga 2 jam/hari berdampak pada personal sosial anak pra sekolah.
Pengaruh Pemberian Hotpack Terhadap Penurunan Derajat Shivering Pada Pasien Pasca Anestesi Di RSUD Cilacap Mutiara Ustia Nengsih; Roro Lintang Suryani; Tophan Heri Wibowo; Amin Susanto
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.169

Abstract

Shivering pasca anestesi merupakan komplikasi yang sering terjadi dan dapat mengganggu kenyamanan serta meningkatkan kebutuhan metabolik pasien. Pemberian hotpack sebagai intervensi nonfarmakologis menjadi salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengurangi shivering. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian hotpack terhadap penurunan derajat shivering pada pasien pasca anestesi di RSUD Cilacap. Desain penelitian menggunakan Quasi eksperiment dengan pendekatan pretest-posttest control group. Sebanyak 40 responden dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok intervensi yang diberikan hotpack dan kelompok kontrol yang diberikan selimut biasa. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan skala derajat shivering Alfonsi dan dianalisis dengan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil penelitian responden terbanyak mengalami derajat shivering 3, terdapat 8 responden (40%) pada kelompok kontrol dan 7 responden (35%) pada kelompok eksperimen mengalami derajat shivering 4. Hasil uji Mann-Whitney didapatkan hasil p = 0.143 (p>0.05) menjelaskan bahwa tidak ada pengaruh pemberian hotpack terhadap penurunan derajat shivering sehingga ha ditolak. Kesimpulannya, ada pengaruh hotpack terhadap penurunan derajat shivering pada pasien pasca anestesi di RSUD Cilacap.
Gambaran Komplikasi Pasca Pembedahan dengan Teknik Anestesi Spinal di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soedirman Kebumen Krisdayanti; Martyarini Budi; Roro Lintang Suryani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.208

Abstract

Latar belakang : jumlah tindakan pembedahan terus meningkat secara global setiap tahunnya. Anestesi spinal merupakan salah satu teknik yang umum digunakan, terutama pada pembedahan tubuh bagian bawah. Meski efektif, teknik ini memiliki risiko komplikasi pascaoperasi, seperti hipotensi, hipotermi, shivering, mual muntah pascaoperasi (PONV), bradikardi, dan sakit kepala akibat tusukan duramater (PDPH). Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan komplikasi yang terjadi pasca pembedahan dengan teknik anestesi spinal di RSUD Dr. Soedirman Kebumen. Metode: desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada Februari 2025 dengan jumlah responden sebanyak 105 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, dengan penilaian menggunakan monitor, termometer, dan lembar observasi. Analisis dilakukan secara univariat dan disajikan dalam distribusi frekuensi. Hasil : hasil penelitian menunjukkan bahwa komplikasi terbanyak adalah hipotensi (41%), diikuti PONV (37,1%), shivering (36,2%), dan hipotermi (22,9%). Komplikasi lainnya yaitu bradikardi (13,3%) dan PDPH (11,4%). Kesimpulan : penelitian ini menunjukkan bahwa komplikasi pasca anestesi spinal masih sering ditemukan, terutama berupa hipotensi, PONV, dan shivering. Oleh karena itu, pemantauan ketat selama fase pemulihan sangat penting untuk mencegah risiko yang lebih serius dan meningkatkan keselamatan pasien.
Kepuasan Pasien Tentang Pelayanan Anestesi: Studi Deskriptif Di RS Emanuel Banjarnegara Haryani Yolanda Tri Septia; Roro Lintang Suryani; Tophan Heri Wibowo; Amin Susanto
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.217

Abstract

Layanan anestesi sangat penting untuk kenyamanan dan kepuasan pasien dalam pembedahan, sehingga kepuasan pasien menjadi indikator kualitas layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kepuasan pasien terhadap layanan anestesi di RS Emanuel Banjarnegara. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Sebanyak 204 responden dipilih menggunakan rumus Slovin dari total 418 pasien. Pengambilan data dilakukan dengan kuesioner berisi 23 pertanyaan tentang kepuasan pasien. Penelitian ini menunjukkan tingkat kepuasan yang sangat tinggi terhadap pelayanan anestesi, dengan 86.3% responden merasa sangat puas dan 13.7% merasa puas. Karakteristik responden yang dominan adalah berusia >46 tahun (60%), laki-laki (54%), menggunakan teknik anestesi regional (55%), dengan status ASA II (58%), riwayat pendidikan dasar (60%), status ekonomi rendah (59%), dan belum pernah menjalani operasi (89%). Secara keseluruhan, tingkat kepuasan pasien di Rumah Sakit Emanuel Banjarnegara adalah sangat puas.