Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

IDENTIFIKASI MORFOLOGI KAWASAN PESISIR PANTAI DI KOTA SEMARANG DAN PERKEMBANGANNYA (STUDI KASUS : PANTAI MARINA) Tiasa Adimagistra; Wahjoerini Wahjoerini
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol 1, No 1 (2020): VOLUME 1 NOMOR 1 MARET 2020
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1092.118 KB) | DOI: 10.26623/ijsp.v1i1.1897

Abstract

The city and its development is one of the complex things that occurs in the arrangement of spatial activities. The city's shape and dynamic city developments are influenced by physical and non-physical aspects such as social, economic, cultural, and technological evolving over time and following human needs. The change in the city form called the morphology of the city will never finish and become perfect such as building architecture, circulation system, open space, and urban infrastructure facilities. The city's morphological approach in identifying and identifying the shape of the city is not only covering the physical appearance, but also involves non-physical elements that contribute to the process of changing the city.The city of Semarang as a big city in Java Island is included in the coastal areas whose morphological development from time to time is very dynamic which grows expanding to the surrounding area. It is no exception at Marina Beach which located at PRPP Complex, Tawangsari district. This area is a residential development and settlement area planned by the developer and is now an important area for the economic growth of Semarang, with the new international airport, the airport Ahmad Yani International So this area is interesting to do a study of morphological identification and how it develops. The purpose of this research is to identify the morphology and architecture of the city in the coastal areas of Semarang in the pre-independence period, post-independence to the present. The step that will be done is to identify the pattern of the Marina coastal area based on satellite imagery and then three methods of analysis, namely the historical analysis of the region, the analysis of the area pattern, the analysis of the City room product City image analysis, townscape analysis, and building style analysis and building type. From the results of the analysis will be conducted morphological identification and how the development of coastal areas of Semarang especially in Marina beach. 
Pelatihan Pembuatan Pemodelan Dan Simulasi Banjir Di Kawasan Pesisir Kota Semarang Menggunakan ArcScene 10.4 Tiasa Adimagistra; Rizqy Ridho Prakasa; Wahjoerini Wahjoerini
Jurnal Pengabdian KOLABORATIF Vol. 1 No. 2 (2023): July
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jpk.v1i2.6026

Abstract

In the field of regional and urban planning, several media can be used to convey information about the problems of an area. The most commonly used medium is using maps. The analysis carried out to present information in the form of maps varies according to needs. To represent and present flood and tidal information in the coastal area of Semarang City, 3D modeling training was conducted using ArcScene 10.4 software, which is part of ArcGIS software. This modeling is carried out by utilizing DEM (Digital Elevation Model) data and data on the addition of water discharge in coastal areas which will then be processed and simulated in the 3-dimensional form that can be watched in video form. It is hoped that this community service in the form of training can provide further knowledge and understanding regarding mapping activities so that it can be applied in student learning and research activities. So second-semester students of the Urban and Regional Planning Department, Faculty of Engineering, Universitas Semarang have a basic understanding of planning and a more sensitive to urban issues and how to do the right analysis according to the goals and needs of urban planning.
PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) DALAM IDENTIFIKASI DAYA SERAP EMISI KARBON DI KECAMATAN TEMBALANG, KOTA SEMARANG Tiasa Adimagistra; Rizqy Ridho Prakasa; Wahjoerini Wahjoerini
Jurnal Pengembangan Rekayasa dan Teknologi Vol. 4 No. 2 (2020): November (2020)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jprt.v16i2.3011

Abstract

Pencemaran udara yang terjadi pada kawasan padat aktivitas seperti perkotaan umumnya disebabkan oleh kegiatan industri, moda transportasi kendaraan bermotor, asap limbah, dan limbah rumah tangga. Hubungan antara aktivitas tertentu juga dapat mempengaruhi tingkat pencemaran udara seperti pergerakan manusia dari suatu tempat ke tempat lain yang memanfaatkan moda transportasi seperti kendaraan bermotor. Menurut Shaheen (2007), sektor transportasi merupakan salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca yang paling utama. Penggunaan kendaraan bermotor pada kehidupan modern ini banyak membantu pergerakan manusia. Di sisi lain, penggunaan kendaraan bermotor berperan dalam pelepasan emisi ke lingkungan. Seperti yang terjadi di Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, dimana banyak terdapat aktivitas penduduk seperti perdagangan jasa, pendidikan, dan beberapa sektor pemerintahan. Pada kawasan pendidikan yang cukup dominan penggunaan lahannya berkontribusi terhadap pencemaran udara karena terdapat pergerakan manusia dari dan ke kawasan pendidikan menggunakan kendaraan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi daya serap emisi karbon di Kecamatan Tembalang menggunakan analisis dalam Sistem Informasi Geografis (SIG). Metode yang dilakukan adalah dengan menghitung potensi serap emisi karbon, emisi karbon wilayah, dan daya serap emisi karbon. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi perencana maupun pemerintah (stakeholder) dalam menyusun kebijakan penataan ruang wilayah.
Menuju Mobilitas Berkelanjutan: Evaluasi Kinerja Pelayanan Feeder BRT 1B da 4B Semarang Agnesia Putri Kurnianingtyas; Imam Rofi'i; Tiasa Adimagistra; Rizqy Ridho Prakasa
Teknika Vol. 20 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/2p65rj71

Abstract

22 Desember 2008 pemerintah menetapkan secara resmi angkutan massal untuk menanggulangi kemacetan yaitu dengan adanya BRT Trans Semarang yang kemudian beroperasi tahun 2010. Seiring berjalannya waktu, BRT Trans Semarang tidak mampu melayani rute-rute yang berada di perkampungan yang belum terhubung dengan angkutan masal lainnya, maka dari itu pemerintah melakukan pengembangan transportasi yang saling terhubung permukiman yang tidak dapat dijangkau oleh transportasi sehingga terciptanya Angkutan Pengumpan (Feeder) BRT Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja pelayanan feeder dengan metode kuantitatif. Data didapatkan dengan cara observasi lapangan dan penyebaran kuesioner. Evaluasi dilakukan dengan melakukan analisis kinerja pelayanan angkutan umum, analisis kepuasan pengguna dengan metode CSI dan analisis prioritas peningkatan pelayanan dengan metode IPA.  Hasil analisis menunjukkan bahwa kinerja pelayanan feeder berada pada kategori sedang. Sedangkan kepuasan pengguna feeder sebesar 86% dan termasuk kategori sangat puas. Terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatan performanya untuk meningkatkan layanan feeder, yaitu kemudahan mendapatkan tempat duduk, inisiatif penyedia jasa, kepercayaan penumpang terhadap penyedia jasa, kenyamanan armada, keramahan pengemudi, dan ketanggapan pengemudi saat ada masalah.