Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengujian Kuat Tekan Batako Dengan Mengunakan Cangkang Kemiri Sebagai Agregat Kasar Hidayati; Hengki Prayoga
STATIKA: Jurnal Teknik Sipil Vol. 7 No. 1 (2021): STATIKA: JURNAL TEKNIK SIPIL
Publisher : Politeknik Raflesia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.278 KB)

Abstract

Indonesia merupakan salah satu Negara penghasil rempah-rempah terbesar di dunia, indonesia memiliki iklim tropis yang menjadi keunggulan untuk sektor pertaniannya. Batako merupakan bahan bangunan yang berupa bata cetak yang terbuat dari pasir, semen portland, air dan kerikil yang ukurannya hampir sama dengan batu bata. Salah satu inovasi dan alternatif adalah mengunakan cangkang kemiri sebagai agregat kasar sebagai inovasi dalam pembuatan batako. Metode penelitian yang digunakan pada tugas akhir ini adalah metode eksperimental dengan cara uji kuat tekan sampel batako. Dalam metode penelitian menggambarkan peroses berjalannya pengambilan data menghasilkan sebuah produk/hasil penelitian yang baik. Dari hasil pembahasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa nilai kuat tekan maksimum terjadi pada komposisi pada komposisi 10 % sebesar 33.40 Kg/cm2 sesuai dengan standar SNI 3-0349-1989 masuk kategori kelas IV tingkat mutu bata beton pejal dengan nilai 25 Kg/cm2. Jadi penggunan cangkang kemiri sebagai pengganti agregat kasar pada pembuatan batako itu kurang efisien, karena kurangnya daya ikat semen terhadap cangkang kemiri disebabkan beberapa faktor yaitu bentuk kulit kemiri yang pipih, dan sebagian permukaan yang licin.
Perbandingan Kuat Tekan Beton Menggunakan Aggregat Kasar Batu Gunung (Bukit Daun) dan Batu Kali (Tabarenah) untuk Bangunan Rumah Tinggal Fransiska Rosinta; Hidayati
STATIKA: Jurnal Teknik Sipil Vol. 6 No. 2 (2020): STATIKA: JURNAL TEKNIK SIPIL
Publisher : Politeknik Raflesia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1043.425 KB)

Abstract

Salah satu cara untuk meningkatkan kekuatan beton adalah dengan memilih bahan dengan kualitas terbaik, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kualitas agregat kasar batu gunung dan batu kali terhadap kuat tekan beton. Material alam yang dibutuhkan untuk membuat beton bisa didapatkan di daerah maupun alam sekitar. Pada penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kuat tekan beton dengan variasi asal agregat serta membandingkan sifat dari masing-masing agregat.Karakteristik dari agregat sangat mempengaruhi kuat tekan beton yang dihasilkan sebab agregat merupakan lebih dari 50 % bahan pengisi dalam pembuatan beton. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Metode eksperimen merupakan suatu penelitian yang menjawab pertanyaan, untuk mengetahui adannya perubahan atau tidak pada suatu keadaan yang dikontrol secara ketat maka kita memperlakukan perlakuan pada kondisi tersebut dan hal ini lah yang dilakukan pada penelitian eksperimen. Dalam penelitian ini sendiri metode yang dilakukan dengan cara membuat benda uji di laboratorium PT. Beton yang diuji merupakan beton kondisi normal dan kondisi dengan pergantian agregat kasar batu gunung. Penelitian ini akan menggunkan beton perbandingan dengan mutu rencana K-175. Untuk menentukan kelayakan material pengganti agregat kasar, dilaksankan penelitian karakteristik material pengganti yaitu batu gunung. Pada penelitian ini bahan baku agregat kasar batu gunung diolah secara manual yaitu menggunkan palu. Pada beton dengan menggunakan variasi agregat kasar batu gunung memiliki kuat tekan rata – rata 204,93 kg/cm2 sedangkan kuat tekan beton dengan menggunkan agregat kasar batu kali atau beton normal memiliki kuat tekan rata – rata sebesar 249,63 kg/cm2. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan beberapa hasil dari pengujian tersebut sebagai berikut: kuat tekan beton batu gunung melebihi standar mutu beton K-175 baik pada umur 7, 14, dan 28 hari. nilai kuat tekan beton pada variasi sample batu gunung memiliki selisih yang tidak terlalu tinggi dengan sample beton.
Penggunaan Serbuk Kaca Dari Limbah Botol Kaca Sebagai Filler Agregat Halus Dalam Laston Lapis Antara (Ac-Bc) Asphalt Arifin Cahyadi; Hidayati
STATIKA: Jurnal Teknik Sipil Vol. 8 No. 2 (2022): STATIKA: JURNAL TEKNIK SIPIL
Publisher : Politeknik Raflesia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan secara bertahap, yaitu pengujian agregat kasar,,sedang, dan halus. Persentase kadar aspal yang digunakan sebesar 4,5%; 5,0%; 5,5%; 6,0% dan 6,5%, tiap 3 sampel benda uji, penelitian ini dilaksanakan di PT. Pebana Adi Sarana Curup Kabupaten Rejang Lebong. Hasil pengujian serbuk kaca sebagai filler agregat halus Laston AC-BC. Dalam komposisi campuran AC-BC, batu (1-2cm) 25%, batu (0,5-1) 34% dan Abu Batu 39%, serta bahan pengisi (filler) 2%. Dengan 5 variasi kadar aspal, ada salah satu spesifikasi marshall yang tidak terpenuhi Yaitu Rongga DalamCampuran (VIM).
Penggunaan Pasir di Desa Kutai Donok sebagai Bahan Aggregat Halus pada Hotmix AC–WC Afif Padli Pebrian; W Sriwahyuni; Hidayati
STATIKA: Jurnal Teknik Sipil Vol. 8 No. 1 (2022): STATIKA: JURNAL TEKNIK SIPIL
Publisher : Politeknik Raflesia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam upaya meningkatkan kekuatan struktur perkerasan jalan disamping perlu adanyapenggunaan campuran beraspal panas dengan spesifikasi baru, pemilihan jenis material yangdigunakan sangat penting. Selain aspal, agregat kasar dan agregat halus, filler adalah salahsatu komponen dalam campuran yang mempunyai peranan besar pada sifat-sifat Marshall yangjuga merupakan kinerja campuran terhadap beban lalu lintas. Pelaksanaan pekerjaan uji cobaini bertujuan untuk membandingkan hasil campuran/adukkan yang menggunakan hanya abubatu saja dan campuran/adukkan yang menggunakan bahan tambahan jenis pasir dalamkomposisi AC-WC tersebut. Pelaksanaan pekerjaan uji coba ini menggunakan metode Marshall, dimana daripengujian Marshall tersebut didapatkan hasil-hasil yang berupa komponen-komponen Marshall,yaitu stabilitas, flow,Void In Total Mix (VITM), Void Filled with Asphalt (VFA) dan kemudiandapat dihitung Marshall Quotiety-nya. Pengujian terakhir adalah berupa uji rendamanMarshall atau uji Immersion. Hasil yang didapatkan dari penggunaan pasir desa kutai donok itu bisa digunakanberdasarkan nilai karakteristik marshall tes menunjukkan bahwa penggunaan pasir dalamcampuran beton aspal menghasilkan lapisan AC-WC (Asphalt Concrete Wearing Course) yangbersifat stabil terhadap perubahan bentuk (gelombang dan alur), memiliki daya tahan(durabilitas) terhadap pengaruh repitisi beban lalu lintas tanpa mengalami leleh (bleeding), danbersifat lentur sehingga tidak mudah retak. Dan hasil yang didapatkan campuran aspal ini tidakbisa digunakan apabila dilalui kendaraan berat.