Anik Susanti
Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, Universitas Brawijaya Jln. Veteran Malang, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur, Indonesia

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pendampingan Masyarakat Pesisir dalam Mengidentifikasi Kebutuhan dan Masalah Berbasis Local Knowledge di Desa Wisata Sarang Tiung, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan anik susanti; Nyimas Nadya Izana; Indah Wulandari; Bai'aturohani Bai'aturohani
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.1183

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengidentifikasi kebutuhan dan permasalahan masyarakat pesisir berbasis pengetahuan lokal sebagai dasar penyusunan program pengembangan Desa Wisata Sarang Tiung, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) diterapkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan diskusi kelompok terfokus yang melibatkan kelompok nelayan, tokoh masyarakat, perempuan, serta perangkat desa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat berhasil mengidentifikasi kalender musim penangkapan ikan berbasis pengetahuan lokal, memetakan potensi dan permasalahan utama desa, serta menyusun prioritas kebutuhan pengembangan. Permasalahan yang teridentifikasi meliputi ketergantungan pada tengkulak, ketidakpastian status sewa lahan, keterbatasan diversifikasi mata pencaharian pada musim paceklik, serta lemahnya kelembagaan pendukung pengembangan desa wisata. Di sisi lain, masyarakat mengidentifikasi potensi pengembangan ekowisata pesisir yang didukung oleh pengetahuan lokal mengenai ekologi kawasan dan praktik pengelolaan sumber daya secara turun-temurun. Proses partisipatif ini menghasilkan dokumen kalender musim penangkapan ikan, peta kebutuhan masyarakat, dan daftar prioritas program sebagai dasar perencanaan desa yang lebih adaptif terhadap kondisi sosial-ekologis masyarakat pesisir. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi pengetahuan lokal dalam proses identifikasi kebutuhan mampu memperkuat kualitas perencanaan pembangunan desa sekaligus mendukung strategi pengembangan pariwisata yang lebih berkelanjutan.
Measurement of Land Valuation Value and Survival Strategy of Farmers in Rural–Urban Areas Ahmad Imron Rozuli; Anik Susanti; Dano Purba; Adhinugraha Wirayudha Kusuma; Ryan Renwarin
Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI) JISI: Vol. 6, No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP),UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jisi.v6i2.45085

Abstract

Abstract. Kedungrejo as a village located on the border of a city village, certainly has consequences for changes in the structure and local institutions of farmers. As a consequence, changes in land spatial planning and livelihoods will dominate, many industrializations, developer housing development, and land use change. The impact that occurs is the crisis of farmer youth, often crop failures due to the market, so that farmers will adapt according to the existing dynamics. This is what is of interest to researchers to analyze the value of the valuation of rural land spatial planning and farmers' survival strategies due to urban attractiveness. With ethno-ecological methods, this research will focus on land value, land benefits, and farmers' survival strategies. Based on the results of the study, it shows that the valuation value of agricultural commodities depends on the type of crops they grow. Namely spinach, kale, kenikir and basil. Each commodity has a different valuation value because it is in accordance with market opportunities, operational costs, and the area of farmers' land. Therefore, the form of active strategies for farmers is in the form of reducing seed operational costs and switching chemical fertilizers to natural fertilizers. Then consider the planting and harvesting time, as well as read market opportunities. The passive strategy of farmers tends to borrow money from middlemen and financial institutions, and reduces the role of workers in the planting phase. Meanwhile, another strategy is to take advantage of social ties between farmers, in the form of mutual cooperation, joint gathering, and maintaining farmer group activities in terms of assistance information, sharing, and water irrigation management.  Keywords: Valuation of Vegetable Farmers, Peripheral Areas, Active Strategies, Passive Strategies and Network Strategies.  Abstrak. Kedungrejo sebagai desa yang terletak di perbatasan desa-kota, tentu mempunyai konsekuensi terhadap perubahan struktur dan pranata lokal petani. Sebagai konsekuensinya perubahan tata ruang lahan dan mata pencaharian akan mendominasi, banyak industrialisasi, pembangunan perumahan developer, dan alih fungsi lahan. Dampak yang terjadi ialah krisis pemuda tani, sering terjadi gagal panen akibat pasar, sehingga dengan kondisi tersebut petani akan beradaptasi sesuai dengan dinamika yang ada. Inilah yang menjadi ketertarikan peneliti untuk menganalisis nilai valuasi tata ruang lahan pedesaan dan strategi bertahan hidup petani yang disebabkan daya tarik perkotaan. Dengan berbekal metode etno-ekologi penelitian ini akan berfokus pada nilai lahan, manfaat lahan, dan strategi bertahan hidup petani. Berdasarkan pada hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai valuasi komoditas tani bergantung pada jenis tanaman yang mereka tekuni. Yakni bayam, kangkung, kenikir dan kemangi. Masing masing komoditas mempunyai nilai valuasi berbeda karena sesuai dengan peluang pasar, biaya operasional, serta luas lahan petani. Oleh karena itu, bentuk strategi aktif petani berupa pengurangan biaya operasional bibit dan peralihan pupuk kimia menjadi pupuk alami. Kemudian mempertimbangkan masa waktu tanam dan panen, serta membaca peluang pasar. Strategi pasif petani cenderung meminjam uang kepada tengkulak dan lembaga keuangan, dan mengurangi peran kerja buruh pada fase tanam. Sedangkan strategi lainnya adalah dengan memanfaatkan ikatan sosial antar petani, berupa gotong-royong, rembuk bersama, dan menjaga kegiatan kelompok tani dalam hal informasi bantuan, sharing, serta pengelolaan irigasi air.  Kata Kunci: Valuasi petani sayur, kawasan periferi, strategi aktif, strategi pasif dan strategi jaringan