Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISIS FENOMENA KERENTANAN RUMAH TRADISIONAL MASYARAKAT KOBE DENGAN RUMAH TRADISIONAL MASYARAKAT LOMBOK TERHADAP BENCANA GEMPA BUMI Aries Munandar
Mimbar : Jurnal Penelitian Sosial Dan Politik Vol 7 No 2 (2018): Mimbar : Jurnal Penelitian Sosial dan Politik (Desember)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Prof Dr Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/jpsp.v7i2.680

Abstract

Progres peningkatan kesejahteraan sosial melalui pembangunan sering kali terganggu karena kejadian bencana gempa bumi. Gempa bumi menyebabkan kehancuran bangunan rumah masyarakat secara massif. Namun terdapat fenomena yang kontradiktif berkaitan dengan kehancuran rumah tradisional masyarakat di Kobe dengan rumah tradisional masyarakat di Lombok ketika mengalami guncangan gempa bumi. Oleh karena itu penelitian ini berusaha untuk menemukan jawaban tentang keadaan kerentanan struktur rumah tradisional dan rumah non tradisional masyarakat di Kobe dan di Lombok. Penelitian ini juga mengidentifikasi prinsip-prinsip dasar pengurangan risiko kehancuran akibat bencana gempa bumi. Penelitian dilakukan dengan membandingkan struktur yang umum dipergunakan pada rumah tradisional dan rumah non tradisional di kedua daerah tersebut.Hasil analisa menunjukkan bahwa rumah tradisional masyarakat Lombok dan rumah non tradisional masyarakat Kobe cenderung lebih tahan terhadap ancaman gempa bumi, karena posisi titik berat bangunan yang lebih rendah, sebagai akibat dari penggunaan bahan atap rumah yang lebih. Prinsip dasar untuk pengurangan risiko kehancuran bangunan rumah dari guncangan gempa bumi adalah dengan : penguatan bahan bangunan yang digunakan, penguatan sambungan-sambungan pada pilar balok penyangga, menempatkan titik berat bangunan rumah sedekat mungkin dengan tanah, dan meningkatkan elastisitas bangunan terhadap guncangan
PROFIL LITERASI POLITIK MASYARAKAT PROVINSI BENGKULU Aries Munandar; Harmiati Harmiati
Mimbar : Jurnal Penelitian Sosial Dan Politik Vol 6 No 3 (2017): Mimbar : Jurnal Penelitian Sosial dan Politik (Juni)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Prof Dr Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keadaan literasi politik masyarakat Provinsi Bengkulu, serta untuk memahami peran KPU dlam konteks keadaan literasi politik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif, untuk mengungkap fenomena berkenaan dengan literasi politik berdasarkan dokumen hasil penelitian yang dilakukan oleh KPU Kabupaten Bengkulu Selatan dan KPU Kabupaten Kepahiang serta keterangan informan dari KPU Provinsi Bengkulu. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa keadaan literasi politik di Provinsi Bengkulu masih sangat terbatas hanya pada literasi yang berkaitan dengan proses kepemiluan saja dan belum mencerminkan edukasi yang berorientasi pada penguatan sistem pemahaman dan aktualisasi hak dan kewajiban warga negara. Edukasi politik baru dilakukan oleh KPU melalui kegiatan sosialisasi, bintek dan pendidikan pemilih yang dilaksanakannya dalam rangka agenda tahapan pemilu yang akan digelarnya selaku penyelenggara pemilu. Negara belum memiliki program edukasi untuk peningkatan literasi politik yang sistemik dan berkelanjutan. Kekecewaan masyarakat pemilih terhadap sikap dan kinerja pemimpin dan wakil rakyat hasil pemilihan umum menimbulkan fenomena anomali dimana masyarakat diketahui memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang politik namun hal itu tidak konsisten dengan sikap dan perilakunya. Dalam edukasi politik KPU berperan dalam menyampaikan informasi tentang event pemilu yang diselenggarakannya dan memberikan pendidikan politik kepada masyarakat yang hanya terbatas pada konteks kepemiluan saja untuk kepentingan peningkatan prosentase voters turned out dan penurunan prosentase suara tidak sah.
ANALISIS EFEKTIFITAS SOUND BASEDEARLY WARNING SYSTEM DALAM RANGKA PEGURANGAN RISIKO BENCANA BAGI KAUM TULI DI INDONESIA Aries Munandar; Deicy Silvia; J. Ronny Wenas
Mimbar : Jurnal Penelitian Sosial Dan Politik Vol 8 No 1 (2019): Mimbar : Jurnal Penelitian Sosial dan Politik (Juni)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Prof Dr Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/jpsp.v8i1.772

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas perangkat Sound Based Early Warning System (SBEWS) dalam memapar kaum Tuli. Penelitian menggunakan metoda eksperimen dengan teknik single system design. Penelitian ini melibatkan 180 orang kaum Tuli sebagai sampel yang berasal dari 10 kota dari 34 provinsi di Indonesia yang didukung pula oleh 223 orang relawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Kaum Tuli hampir mutlak tidak dapat mengenali isyarat peringatan bahaya dari sound bases early warning system sehingga dibutuhkan perangkat peringatan dini tambahan seperti peralatan Sistem Peringatan Dini Berbasis Visual (Visual Based Early Warning System / VisEWS) dan Peralatan Sistem Peringatan Dini Berbasis Getaran Kejut (Vibration Based Early Warning System / VibEWS).VisEWS diaplikasikan dengan menggunakan lampu tanda bahaya, sedangkan VibEWS diaplikasikan dengan penggunaan perangkat cerdas seperti gelang, jam tangan cerdas, atau cincin cerdas.
KECENDERUNGAN DISIPLIN MEMAKAI MASKER DI LOKASI PASAR TRADISIONAL PADA MASA PANDEMI COVID-19 Aries Munandar; Fevri Herlina; Muhammad Azfa Al Aksan M.; Arystia Kayla Fortuna Ramadhani M.
Mimbar : Jurnal Penelitian Sosial Dan Politik Vol 9 No 2 (2020): Mimbar : Jurnal Penelitian Sosial dan Politik (Desember)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Prof Dr Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/jpsp.v9i2.1637

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Mengidentifikasi keadaan pemahaman masyarakat tentang bahaya Pandemi Covid-19 dan untuk mengetahui tentang hal-hal yang mendorong masyarakat untuk menggunakan atau tidak menggunakan masker ketika mereka berada di dalam zona Pasar Panorama Kota Bengkulu, Metode penelitian dengan survey, dimana Tim Peneliti menemui secara langsung individu masyarakat yang dijadikan informan untuk mendapatkan tanggapan atau jawaban mereka atas pertanyaan yang diajukan oleh peneliti. Informan dipilih secara random dan menjadi sampel berdasarkan keadaan di lapangan. Jumlah sampel sebanyak 100 orang dengan perbandingan 1 : 1. Hasil penelitian diolah menggunakan statistika sederhana dengan bantuan aplikasi Microsoft Excel yang dijalankan dalam Sistem Machintos pada perangkat Apple Macbook Air 2015, hasil penelitian menjukkan bahwa Kedisiplinan masyarakat dalam memakai masker di lokasi Pasar Tradisional khususnya pasar Panorama Kota Bengkulu cenderung dilatarbelakangi oleh : tingkat pendidikan, tingkat pemahaman tentang Pandemi Covid-19, dan keadaan sosial ekonomi dari Informan
IMPLEMENTASI PROGRAM PERTEMUAN PENINGKATAN KEMAMPUAN KELUARGA (P2K2) DI KECAMATAN SUKARAJA KABUPATEN SELUMA Linda Triana; Aries Munandar; Lisa Adhrianti; Tamrin Bangsu; Yunisiliah Yunisiliah
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 2 (2025): May 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i2.2903

Abstract

Abstract: The Family Capacity Building Meeting (P2K2) program aims to change the behavior of beneficiary families (KPM) of the Family Hope Program (PKH) to be more independent in managing finances, parenting, education, social welfare, child protection, and family health. However, although many KPM have graduated, the number of new recipients continues to grow. This study analyzes the implementation of P2K2 in Sukaraja District, Seluma Regency, using a descriptive qualitative method with observation, interviews, and documentation studies. Informants were selected by purposive sampling, consisting of 12 people, including KPM, the Social Service, the sub-district government, and PKH assistants. The results of the study showed that the implementation of P2K2 was in accordance with Permensos Number 1 of 2018 and Number 10 of 2017. However, its effectiveness was still low. Socialization was less than optimal because the material was difficult for KPM to absorb. Implementation was more of a formality, without real application in everyday life. Monitoring and evaluation were also limited, only carried out once a month or when conditions were urgent. In conclusion, although the program is running according to regulations, its effectiveness needs to be improved with a more flexible approach, intensive monitoring, and easier-to-understand materials to truly encourage KPM independence towards graduation from PKH. Keyword: implementation, program, family capacity building meeting. Abstrak: Program Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) bertujuan mengubah perilaku keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) agar lebih mandiri dalam pengelolaan keuangan, pengasuhan, pendidikan, kesejahteraan sosial, perlindungan anak, dan kesehatan keluarga. Namun, meskipun banyak KPM telah graduasi, jumlah penerima baru terus bertambah. Penelitian ini menganalisis implementasi P2K2 di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma, menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Informan dipilih secara purposive sampling, terdiri dari 12 orang, termasuk KPM, Dinas Sosial, pemerintah kecamatan, serta pendamping PKH. Hasil penelitian menunjukkan implementasi P2K2 telah sesuai dengan Permensos Nomor 1 Tahun 2018 dan Nomor 10 Tahun 2017. Namun, efektivitasnya masih rendah. Sosialisasi kurang optimal karena materi sulit diserap KPM. Implementasi lebih bersifat formalitas, tanpa penerapan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Monitoring dan evaluasi pun terbatas, hanya dilakukan sebulan sekali atau saat kondisi mendesak. Kesimpulannya, meskipun program berjalan sesuai regulasi, efektivitasnya perlu ditingkatkan dengan pendekatan lebih fleksibel, monitoring intensif, serta materi yang lebih mudah dipahami agar benar-benar mendorong kemandirian KPM menuju graduasi dari PKH. Kata kunci: implementasi, program, pertemuan peningkatan kemampuan keluarga.
BENTUK INTERAKSI SOSIAL MASYARAKAT MULTIKULTURAL DALAM MENINGKATKAN KEBERFUNGSIAN SOSIAL DI DESA RAMA AGUNG KABUPATEN BENGKULU UTARA Rita Anggreani; Yunilisiah Yunilisiah; Panji Suminar; Sri Putri Permata; Aries Munandar
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4177

Abstract

Harmonisasi yang ada di Desa Rama Agung tidak lepas dari kuatnya rasa toleransi, saling mendukung dan tidak mengganggu agama atau budaya yang dimiliki masyarakat lain. Hal ini terjadi karena terciptanya interaksi sosial positif didalamnya yang meliputi asosiatif atau bentuk penyatuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Bentuk Interaksi Sosial Masyarakat Multikultural dalam Meningkatkan Keberfungsian Sosial di Desa Rama Agung Kabupaten Bengkulu Utara. Terciptanya harmonisasi sosial di desa ini karena adanya interaksi sosial yang saling menguntungkan antar masyarakatnya mulai dari sikap toleransi, saling mendukung, dan saling menjaga di tengah keberagaman. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan informan yang terdiri dari kepala desa, kepala dusun, tokoh agama, tokoh masyarakat serta masyarakat. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk interaksi sosial asosiatif (penyatuan) yakni kerjasama berupa tolong menolong dalam suka maupun duka, akulturasi (percampuran budaya) berupa kuliner dan bahasa, asimilasi (percampuran budaya yang membentuk kebudayaan baru) berupa pernikahan beda agama dalam satu keluarga, serta akomodasi (penyesuaian diri) yang sudah berjalan dengan baik. Bentuk interaksi sosial disosiatif (pemisahan) berupa persaingan terjadi dalam bentuk positif berupa kompetisi, kontravensi (ketidaksepakatan) terjadi hanya dalam forum diskusi yang tidak menimbulkan perpecahan serta konflik yang tidak pernah terjadi di desa ini. Hal ini dikarenakan pemerintah desa mempunyai wadah dalam memediasi konflik yakni FPUB (Forum Perwakilan Umat Beragama).