Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

APAKAH SAHAM FARMASI DI BURSA EFEK INDONESIA MENGIKUTI HIPOTESIS RANDOM WALK SAAT PANDEMI COVID-19? Dwi Tjahjo Purnomo
Jurnal Riset Ekonomi dan Bisnis Vol 14, No 1 (2021): APRIL
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jreb.v14i1.3170

Abstract

Berbeda dengan saham lain yang turun cukup tajam saat dimulainya pandemi Covid-19, pergerakan harga saham farmasi justru mengalami peningkatan. Kenaikan harga saham farmasi sejalan dengan ekspektasi investor terhadap peningkatan permintaan obat dan suplemen kesehatan yang berdampak pada kenaikan harga saham di pasar. Penelitian ini secara empiris bertujuan untuk menguji perilaku rantai jual beli di Bursa Efek Indonesia (BEI) yaitu PT Indo Farma Tbk (INAF), PT Kimia Farma Tbk (KAEF), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Phapros Tbk (PEHA), PT Pyridam Farma Tbk (PYFA), dan PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC). Secara khusus, penelitian ini menyelidiki apakah akan melaporkan apakah saham farmasi selama Pandemi Covid-19 mengikuti Random Walk Hypothesis (RWH) atau sebaliknya apakah pergerakan harga dapat diprediksi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah harga penutupan saham harian dari tanggal 2 Januari 2020 sampai dengan 2 Februari 2021. Data dianalisis menggunakan uji Augmented Dickey-Fuller untuk adanya Uji Unit Root, uji Variance Ratio, dan Autoregressive Moving Average. (ARMA). Hasilnya, berdasarkan Uji Akar Unit, semua data stasioner di tingkat. Pengujian lebih lanjut menggunakan Variance Ratio, baik secara stand alone intersep maupun trend dan antar semua data juga tidak bergerak secara acak dan tidak mengikuti Hipotesis Random Walk. Terakhir, dengan menggunakan model ARMA, pergerakan log return saham farmasi di BEI dapat diprediksi.In contrast to other stocks that fell quite sharply at the start of the Covid-19 pandemic, pharmaceutical stock price movements have increased. The increase in the price of pharmaceutical stocks is in line with investors' expectations of an increase in demand for medicines and health supplements, which will have an impact on the increase in stock prices in the market. This study empirically aims to examine the behavior of the chain buying and selling on the Indonesia Stock Exchange (IDX), namely PT Indo Farma Tbk (INAF), PT Kimia Farma Tbk (KAEF), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Phapros Tbk (PEHA), PT Pyridam Farma Tbk (PYFA), and PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC). Specifically, this study investigates whether to report whether pharmaceutical stocks during the Covid-19 Pandemic followed the Random Walk Hypothesis (RWH) or vice versa whether the price movements were predictable. The data used in this study are daily stock closing prices from January 2, 2020, to February 2, 2021. The data were analyzed using the Augmented Dickey-Fuller test for the existence of the Unit Root Test, Variance Ratio test, and Autoregressive Moving Average (ARMA). The result, based on the Unit Root Test, all data is stationary at the level. Further testing using the Variance Ratio, both by stand-alone intercept and trend and between all data also does not move randomly and does not follow the Random Walk Hypothesis. Finally, using the ARMA model, the log return movement of pharmaceutical stocks in IDX can be predicted.
Global Shock Transmission dan Sectoral Systemic Risk di Indonesia Dwi Tjahjo Purnomo; Rohmini Indah Lestari
Solusi Vol. 24 No. 3 (2026): July
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/slsi.v24i3.14358

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika keterhubungan antar sektor saham di Indonesia serta implikasinya terhadap risiko sistemik dan diversifikasi portofolio selama periode yang ditandai oleh berbagai guncangan global. Penelitian ini menggunakan data harian sebelas indeks sektoral yang diklasifikasikan dalam Indonesia Stock Exchange Industrial Classification (IDX–IC) selama periode Januari 2021 hingga Oktober 2025. Penelitian ini menerapkan pendekatan Time-Varying Parameter Vector Autoregression (TVP–VAR) yang dikombinasikan dengan generalized forecast error variance decomposition (GFEVD) untuk mengukur tingkat dan arah transmisi risiko antar sektor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keterhubungan antar sektor bersifat tinggi dan meningkat secara signifikan selama periode krisis, yang tercermin dari lonjakan Total Connectedness Index (TCI). Penelitian ini juga menemukan bahwa keterhubungan bersifat dinamis dan menunjukkan perubahan peran sektor sebagai transmiter dan penerima risiko dari waktu ke waktu. Sektor berbasis komoditas dan keuangan secara konsisten berperan sebagai sumber utama transmisi risiko, sedangkan sektor teknologi dan kesehatan cenderung berperan sebagai penerima risiko. Temuan ini mengindikasikan adanya asimetri dalam struktur keterhubungan sektoral serta penurunan efektivitas diversifikasi selama periode tekanan pasar. Selain itu, kendala institusional dalam pasar domestik berperan dalam memperkuat transmisi risiko antar sektor. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi investor dalam merancang strategi portofolio yang adaptif serta bagi regulator dalam memperkuat pengawasan risiko sistemik berbasis sectoral.
Pendampingan Sertifikasi Halal Tenant Kantin Unimus Fatmasari Sukesti; Yunan Kholifatuddin Sya’di; Dwi Tjahjo Purnomo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesosi Vol. 9 No. 1 (2026): Januari: Jurnal Abdimas KESOSI
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesetiakawanan Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/abdimas.v9i1.451

Abstract

This community service activity aims to provide halal certification assistance to the cafeteria tenants at the Universitas Muhammadiyah Semarang, in order to improve the halal assurance of food and beverage products sold within the campus environment. The background of this activity lies in the low awareness and understanding among cafeteria tenants regarding the obligation of halal certification in accordance with the Halal Product Assurance Law, which impacts consumer trust, especially among Muslim students and academic staff. The methods used include socialization on the importance of halal certification, training on the preparation of Halal Assurance System (SJH) documents, and assistance in the certification application process through the SIHALAL app with the self-declare scheme. The results of the activity show an increase in the tenants' knowledge of halal certification, successful certification applications for participants, and improved business competitiveness through the halal label. This activity is expected to support the creation of a halal campus ecosystem and the empowerment of small-scale MSMEs on campus, which in turn will enhance the quality and sustainability of the food and beverage businesses on campus, provide a sense of security and comfort for consumers, and strengthen trust in the products sold within the campus environment.
Optimisasi Portofolio di Bursa Efek Indonesia: Analisis VaR untuk Investasi Konvensional dan Syariah Dwi Tjahjo Purnomo
Jurnal Riset Ekonomi dan Bisnis Vol. 18 No. 1 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jreb.v18i1.12114

Abstract

Penelitian ini mengembangkan kerangka statistik berbasis Value-at-Risk (VaR) untuk mengoptimalkan portofolio di Bursa Efek Indonesia (BEI), membandingkan performa portofolio konvensional (10 saham) dan syariah (5 saham) menggunakan data harga harian dari 2 Januari 2019 hingga 30 Desember 2024. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi efektivitas tiga metode VaR, yaitu simulasi historis, varians-kovarians, dan Monte Carlo—serta mengintegrasikannya dengan optimalisasi Markowitz. Hasil menunjukkan bahwa portofolio syariah memiliki risiko lebih tinggi (VaR Rp21,2–22,4 juta) dibandingkan konvensional (Rp18,1–20,0 juta) pada tingkat kepercayaan 95%. Simulasi Monte Carlo terbukti paling akurat (pelanggaran ~4,5–4,9%), diikuti simulasi historis dan varians-kovarians. Optimalisasi Markowitz mengurangi volatilitas portofolio (konvensional: 18% menjadi 16%; syariah: 20% menjadi 18%) dan meningkatkan rasio Sharpe (konvensional: 0,85 menjadi 1,20; syariah: 0,80 menjadi 1,10). Validasi melalui backtesting dan uji Kupiec mengkonfirmasi robustnya model. Penelitian ini berkontribusi pada literatur pengelolaan risiko di pasar berkembang dengan menawarkan alternatif statistik terhadap pendekatan machine learning, sekaligus memberikan alat praktis bagi investor dan pedoman bagi regulator BEI, khususnya untuk investasi syariah.