Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Green Investment, Pengungkapan Emisi Karbon, Green Innovation Terhadap Nilai Perusahaan Siti Nurjannah; Rinni Indriyani; Fitriya Sari
Permana : Jurnal Perpajakan, Manajemen, dan Akuntansi Vol. 17 No. 3 (2025): Special Issue
Publisher : Faculty of Economics and Business, University of Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/permana.v17i3.1089

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menguji pengaruh green investment, pengungkapan emisi karbon, beserta green innovation pada nilai perusahaan yang terdaftar dalam indeks SRI-KEHATI selama periode 2021–2024. Metode penelitian yang digunakan yakni kuantitatif dengan pendekatan purposive sampling dalam pemilihan sampel. Analisis data dilakukan dengan metode regresi linear data panel menggunakan perangkat lunak Eviews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa green investment memiliki pengaruh positif signifikan pada nilai perusahaan. Sementara itu, pelaporan emisi karbon dan green innovation tidak berdampak signifikan terhadap kinerja pasar perusahaan. Temuan menunjukkan bahwa green investment mendapat respon positif dari pasar, sedangkan pengungkapan emisi karbon dan inovasi hijau belum mampu memengaruhi persepsi investor.
Analisis Implementasi Green Banking pada Bank Umum Syariah di Indonesia menggunakan Eviromental Risk Index (ERI) Terhadap Kinerja keuangan Iip Alifatussyahdiah; Rinni Indriyani; Fitriya Sari
Permana : Jurnal Perpajakan, Manajemen, dan Akuntansi Vol. 17 No. 3 (2025): Special Issue
Publisher : Faculty of Economics and Business, University of Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/permana.v17i3.1091

Abstract

Studi ini mengkaji hubungan antara adopsi perbankan hijau dan kinerja keuangan Bank Umum Syariah (BUS) di Indonesia dengan menggunakan Indeks Risiko Lingkungan (ERI) sebagai variabel mediasi atau moderasi. Tingkat paparan risiko lingkungan dalam portofolio pembiayaan bank diukur dengan Indeks Risiko Lingkungan (ERI). Keberlanjutan dan tanggung jawab sosial menjadi semakin penting di sektor keuangan, terutama perbankan syariah, yang didasarkan pada aturan-aturan Syariah yang menyeluruh. Teknik kuantitatif studi ini menggunakan data sekunder dari laporan keuangan dan keberlanjutan tahunan BUS di Indonesia. Data tersebut dianalisis menggunakan analisis regresi berganda. Hubungan ini akan dimediasi atau dimoderasi oleh ERI; bank dengan ERI yang lebih rendah (risiko lingkungan terkendali) seringkali akan merasakan dampak positif yang lebih besar dari perbankan hijau terhadap laba bersih mereka. Kesimpulan yang diantisipasi dari studi ini meliputi: adopsi perbankan hijau secara signifikan meningkatkan kinerja keuangan (seperti ROA dan ROE) hingga tingkat tertentu. Studi ini diharapkan dapat memajukan pemahaman tentang perbankan hijau dan perbankan syariah di Indonesia, serta memberikan implikasi yang bermanfaat bagi regulator dan manajemen bank dalam mengembangkan program keberlanjutan yang efektif.
OPTIMALISASI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI, E-COMMERCE, DAN DIGITAL PAYMENT DALAM MENDORONG KINERJA UMKM KULINER DI KOTA CIREBON Farrel Primestania Rivanda; Rinni Indriyani; Fitriya Sari
Jurnal Ilmiah Ekonomi Manajemen Jurnal Ilmiah Multi Science Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Ilmiah Ekonomi Manajemen
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jiem.v16i01.2977

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sistem informasi akuntansi, e-commerce, dan digital payment terhadap kinerja UMKM kuliner di Kota Cirebon. UMKM memegang peranan penting dalam perekonomian nasional, namun masih menghadapi tantangan dalam pencatatan keuangan, pemasaran digital, dan efisiensi transaksi. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada 100 pelaku UMKM kuliner yang tersebar di lima kecamatan. Sampel ditentukan melalui metode purposive sampling dalam menentukan responden. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan regresi linier berganda untuk menguji pengaruh variabel bebas secara parsial dan simultan terhadap variabel terikat. Temuan penelitian mengindikasi bahwa sistem informasi akuntansi, e-commerce, dan digital payment secara parsial maupun simultan berpengaruh positif terhadap kinerja UMKM. Temuan ini membuktikan bahwa ketiga variabel mampu mendukung peningkatan efektifitas dan efisiensi kegiatan pasar, memperluas pasar, serta memperkuat pengelolaan keuangan usaha.
Pengaruh Green Intellectual Capital Dan Material Flow Cost Accounting Terhadap Corporate Sustainability Muhamad Andrian Neves; Rinni Indriyani; Fitriya Sari
MEASUREMENT : Jurnal Program Studi Akuntansi Vol 19, No 2 (2025): MEASUREMENT : JURNAL AKUNTANSI DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/mja.v19i2.8269

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya tuntutan pemangku kepentingan terhadap praktik ramah lingkungan di sektor kesehatan. Isu utama yang diangkat adalah peran Green Intellectual Capital (GIC) dan Material Flow Cost Accounting (MFCA) dalam mendukung keberlanjutan perusahaan. Tujuan penelitian adalah menguji pengaruh GIC yang mencakup Green Human Capital, Green Structural Capital, dan Green Relational Capital serta MFCA terhadap keberlanjutan perusahaan sektor kesehatan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda. Sampel ditentukan melalui metode purposive sampling berdasarkan kriteria ketersediaan laporan tahunan dan laporan keberlanjutan secara lengkap selama periode penelitian. Data diperoleh dari publikasi resmi perusahaan di BEI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GIC berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberlanjutan perusahaan, sedangkan MFCA tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa penguatan aset intelektual hijau menjadi faktor kunci dalam meningkatkan legitimasi sosial dan keberlanjutan jangka panjang, sementara penerapan MFCA belum memberikan kontribusi langsung terhadap kinerja keberlanjutan di sektor ini.