Windiani, Windiani
Departemen Studi Pembangunan, Fakultas Bisnis Dan Manajemen Teknologi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : IPTEK Journal of Proceedings Series

PENDEKATAN REKAYASA SOSIAL DALAM PENGELOLAAN SUMBERDAYA AIR (Studi Kasus Pengadaan Tanah Untuk Pembangunan Bendungan Semantok Di Kabupaten Nganjuk-Jawa Timur) Susilowati, Endang; Windiani, Windiani
IPTEK Journal of Proceedings Series No 5 (2018): Seminar Nasional Teknologi dan Perubahan (SEMATEKSOS) 3 2018
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23546026.y2018i5.4415

Abstract

Salah satu isu strategis dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/SDGs (Sustainable Development Goals) tahun 2016-2030, adalah sumber daya air. Penelitian pendekatan rekayasa sosial dalam pengelolaan sumberdaya air ini merupakan penelitian terapan dari studi kasus pengadaan tanah dalam Kajian LARAP (Land Acquisition and Resettlement Action Plan) untuk pembangunan Bendungan Semantok di Kabupaten Nganjuk-Jawa Timur, yang bertujuan untuk menunjang kegiatan pembangunan yang sedang berjalan. Penelitian ini untuk melandasai kebijakan pengambilan keputusan dan bertujuan untuk menerapkan pendekatan rekayasa sosial dalam pengelolaan sumber daya air di daerah. Pemindahan masyarakat sebagai akibat pembangunan infrastruktur sumberdaya airseperti pembangunan bendungan memerlukan lahan untuk genangan. Seringkali lahan tersebut milik masyarakat sehingga masyarakat terkena dampak ini harus dipindahkan. Pemindahan masyarakaat  tidak hanya sekedar pemindahan fisik rumah dan individu dari satu lokasi ke lokasi lain, tetapi juga menyangkut pemindahan satuan masyarakat dengan segala aspeknya. Pendekatan aspek sosial sering belum mendapat porsi yang memadai dan sebagai akibatnya timbul ekses negatif terhadap pelaksanaan pembangunan tersebut. Hasil penelitian menujukkan bahwa pendekatan rekayasa sosial dalam pembangunan digunakan mulai tahap perencanaan dalam proses pembangunan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan mulai dari Pemerintah Pusat-Kementerian Pekerjaan Umum), Pemerintah Daerah (PEMKAB Nganjuk), instansi terkait (Dinas Pertanian, Perhutani,dll), LSM, Tokoh Lokal dan masyarakat yang terkena dampak di dua desa yaitu Desa Sambikerep dan Desa Tritik, Kecamatan Rejoso-Kabupaten Nganjuk.
Pentahelix Collaboration Approach in Disaster Management: Case Study on Disaster Risk Reduction Forum-East Java Windiani, Windiani
IPTEK Journal of Proceedings Series No 7 (2020): The 2nd International Conference on Global Development (ICODEV) 2020
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23546026.y2020i7.9540

Abstract

This article aims to describe the implementation of the pentahelix collaboration approach on disaster management in East Java. The research problem is how the pentahelix collaboration approach was developed by Disaster Risk Reduction Forum in East Java? This study uses a qualitative method, while data collection uses a focus group discussion and participant observation. The finding research showed that the pentahelix collaboration consists of Government, Academics, Community, Business and Media. They have a commitment to collaboration for reducing disaster risk in East Java region which was categorized as a natural disaster-prone area. Besides that, this is considered strategic to be developed in industrial revolution 4.0 era which requires fast information technology, networking and sustainable-collaboration. An interesting findings research is the application of an inclusive approach by involving the disabled community in Disaster Risk Reduction Forum activity.
Social Capital in Community Development at Prone Disaster Area: A Lesson Learnt at Sempu Village, Nglancar, Kediri, East Java, Indonesia Windiani Windiani; Arfan Fahmi; Zainul Muhibbin
IPTEK Journal of Proceedings Series No 6 (2019): The 1st International Conference on Global Development (ICODEV)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.472 KB) | DOI: 10.12962/j23546026.y2019i6.6323

Abstract

This study aims to analyze the role of social capital in community development in disaster prone areas. The study was conducted in a disaster-prone area of Mount Kelud, Sempu Village, Ngancar District, Kediri Regency after the eruption in 2014. The study used a qualitative method with an ethnographic approach. The results showed that after the eruption in 2014, social capital in the community became a source of strength in community development in the Mount Kelud disaster-prone areas, especially in the process of restoring the social and economic life of the Sempu village community. Social ties, trusts, social networks that are strongly intertwined are the elements of social capital that are still strong which are found in the study area. The results of the study also found a responsive, innovative and transparent leadership pattern developed by the Village Head helped accelerate the recovery process of the socio-economic life of the Sempu village community. The results of the study also revealed that the social capital owned by the local community was tested for strength when dealing with external forces such as the presence of institutions and volunteers involved in the recovery process. This situation triggered tensions between residents and the apparatus assigned to distribute aid.
The Impact of Apartment Development on Community Social Economic Life: Case Study on Strenkali Community-in Asemrowo, Surabaya Sukriyah Kustanti Moerad; Windiani Windiani; Umi Trisyanti; Niken Prasetyawati
IPTEK Journal of Proceedings Series No 7 (2020): The 2nd International Conference on Global Development (ICODEV) 2020
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23546026.y2020i7.9535

Abstract

The aims of Development for the welfare of the community, but often this development affects changes in environmental arrangements around the area which are outside the development goals. Environmental changes due to unplanned human activities have a negative impact on other social groups. Environmental impacts have the meaning of changes that can be natural or unnatural. This article aims to describe the impact of the construction of the Gunawangsa apartment, which is located around the Asemrowo River, Surabaya. This study uses a qualitative method with a case study approach. The informants in this study are people who live in the Asemrowo strenkali which is directly adjacent to the Gunawangsa Apartment Building, abaout 22 families. The results of the study found that the Gunawangsa apartment building which has been going on for 3 years has not felt the impact of significant changes in improving the family economy. The community still feels that socio-economic life is not much different from before development. The results of the research also found that the very high position of the building had hindered the catch of the television signal so that people had difficulty accessing the signal and could not comfortably enjoy television programs that were previously enjoyed well
PENGELOLAAN BENCANA BERBASIS KAPASITAS LOKAL DI KAWASAN GUNUNG KELUD PASCA ERUPSI TAHUN 2014 (STUDI ETNOGRAFI DI KAWASAN RAWAN BENCANA GUNUNG KELUD KABUPATEN KEDIRI) Windiani Windiani; I.B. Wirawan; Sutinah Sutinah
IPTEK Journal of Proceedings Series No 5 (2018): Seminar Nasional Teknologi dan Perubahan (SEMATEKSOS) 3 2018
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.412 KB) | DOI: 10.12962/j23546026.y2018i5.4431

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi keterlibatan berbagai pihak dalam pengelolaann bencana di kawasan Gunung Kelud pasca erupsi tahun 2014. Penelitian dilakukan di KRB Gunung Kelud Kabupaten Kediri dengan informan yang berasal dari institusi pemerintah (BPBD), NGO Jangkar Kelud dan Masyarakat Lokal. Pendekatan etnografi digunakan untuk mengeksplor fenomena sosial budaya yang terjadi di wilayah studi. Teknik pengumpulan data menggunakan participant observation, In depth interview dan penelusuran dokomen serta analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasca erupsi tahun 2014 upaya pengelolaan bencana yang dilakukan lebih mengndayagunakan kapasitas lokal yang ada di kawasan rawan bencana Gunung Kelud. Saat ini kegiatan pengelolaan bencana yang dilakukan adalah mitigasi dan membangun kesiapsiagaan masyarakat di KRB Gunung Kelud. Praktik pengeleloaan bencana dilakukan secara kolaboratif antara masyarakat lokal, BPBD dan LSM Jangkar Kelud. Salah satu program yang dikembangkan adalah ‘sister village’ (desa bersaudara). Penelitian ini juga mengungkap adanya dinamika dalam pengembangan program sister village. Program ini   didukung masyarakat dan tokoh-tokoh lokal termasuk orang-orang yang masih kokoh dalam memegang nilai-nilai adat, tradisi, sehingga program sister village dianggap sebagai model penanggulangan bencana yang lebih mengakar secara sosio-kultural dan selanjutnya dapat digunakan sebagai referensi dalam mengembangkan model pengelolaan bencana berbasis kapasitas lokal  di Indonesia. Di sisi lain penolakan (resistens) dari warga turut mewarnai pengembangan program sister village. Adanya anggapan bahwa ‘sister village’ hanya sebatas program dengan dana kegiatan yang sudah dianggarkan, sehingga sebagian warga menolak untuk mengikuti kegiatan yang dilaksanakan pemerintahan desa dan difasilitasi BPBD.