Pada tahun 2019 Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (BSH) berada di peringkat ke-40 di bandar udara terbaik dunia dari Skytrax. Untuk meningkatkan kualitas layanan dan pergerakan pesawat, BSH melakukan pembangunan dan optimalisasi fasilitas. Salah satunya adalah pembangunan perpanjangan South Parallel Taxiway 1 pada 2016 untuk melayani Boeing 747-400. Namun demikian, pada 2018 pesawat ini saat ini tidak dilayani lagi oleh BSH. Pesawat komersial terberat, Boeing 777-300ER telah dioperasikan sejak 2013 di BSH. Hal ini menjadi topik penelitian yang bertujuan mengevaluasi dan merancang perkuatan perkerasan South Parallel Taxiway 1 sehingga dapat melayani pesawat Boeing 777-300ER. Perkuatan perkerasan dengan overlay harus mempertimbangkan data terkait pesawat Boeing 777-300ER, struktur perkerasan yang ada, dan survei kondisi perkerasan, kemudian dianalisis dengan menggunakan program FAARFIELD. Desain teknis dan ketebalan lapisan overlay dianalisis menggunakan program FAARFIELD. Nilai PCN ditentukan dan dianalisis menggunakan program COMFAA. Hasil analisis menunjukkan bahwa perkerasan yang ada membutuhkan pelapisan karena nilai PCC CDF adalah 8,17 dan %CDFU adalah 1290,44%. Nilai Pavement Condition Index (PCI) adalah 80, yaitu lebih dari 76, sehingga overlay dapat dilakukan tanpa memperkuat struktur yang lebih rendah. Analisis dengan program FAARFIELD menghasilkan ketebalan overlay HMA 144 mm. Analisis dengan program COMFAA menghasilkan nilai PCN 135/R/B/X/T dan nilai ACN pesawat Boeing 777-300ER pada CBR 6,35% adalah 86. Hasilnya menunjukkan nilai PCN>ACN yang berarti perkerasan dapat digunakan untuk Pesawat Boeing 777-300ER. Pekerjaan overlay memerlukan penyelarasan ketinggian permukaan taxiway lama dengan taxiway overlay.