Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan karakter Bangsa melalui integrasi nilai kearifan lokal Bali pada Pembelajaran Daring I Wayan Eka Santika; I Putu Yudi Sudarmawan
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 1 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.271 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i1.3747

Abstract

Penguatan Pendidikan karakter dewasa ini menjadi tanggungjawab satuan Pendidikan khususnya Pendidikan formal. oleh karena itu Pendidikan karakter tidak boleh terputus disetiap jenjang Pendidikan. Pungutan karater bangsa bisa dilakukan dengan menamkan dan menekankan Kembali bagaiman peran aktualisasi nilai-nilai kearifan local untuk menjadikan generasi yang smart and good citizenship tentunya dengan indikator selalu beprilaku sesuai dengan kaidah-kaidah nilai loka (local wisdom).Kearifan local masysrakat Bali sangatlah adiluhung, yang dijaga dan dilaksanakan sampai saat ini dalam berbabagi dimensi kehidupan masyarakat Bali. Pemblajaran yang diintegrasikan dengan nilai-nilai kearifan lokal Bali muaranya adalah materi pemblajaran bisa dengan mudah dipahami dan sekaligus bisa menguatkan karkter bangsa pada peseta didik. Pembelajaran di sekolah yang masih dilakukan dengan sistem Daring (dalam jaringan) saat ini seolah kering akan penguatan nilai karater bangsa dan aktualisasi nilai-nilai kearifan local Bali. Hal ini diakibatkan oleh keterbatasan interaksi peserta didik dengan lingkungannya dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan studi literatur dalam usaha membuat rancangan pengitegrasian nilai-nilai kearifan local Bali pada pemblajaran daring yang bertujuan untuk menguatkan karakter bangsa. Kata kucci : Karakter, Kearifan lokal Bali, Daring
Pembinaan Guru Profesional Berbasis Karakter (Sebuah Pespektif dan Kebijakan Pendidikan Menghadapi Globalisasi) I Gede Sujana; I Wayan Eka Santika
Widya Accarya Vol. 14 No. 2 (2023): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/wa.14.2.1471.211-219

Abstract

Dalam upaya peningkatan keahlian khusus atau profesionalisme guru telah dilakukan oleh Pemerintah. Namun sayangnya, program-program pengembangan yang dilakukan oleh pemerintah masih belum mencapai hasil yang optimal. Pengembangan yang dilakukan dalam bentuk pelatihan, lokakarya atau workshop, seminar, sarasehan, konferensi masih belum optimal meningkatkan proses pembelajaran di kelas. Pengetahuan yang diperoleh melalui bentuk-bentuk pengembangan tersebut acapkali tidak terimplementasikan selepas selesainya kegiatan pengembangan tersebut. Pola pembelajaran kembali ke pola lama meskipun sudah diberikan pelatihan dengan metode pengajaranterbaru. Atau seringkali implementasi hasil pelatihan tidak berjalan lama dan tidak berkesinambungan. Tujuan penulisan ini adalah memaparkan pembinaan guru dalam meningkatkan kemampuan profesionalisme yang berkarakter pada era globalisasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mengkaji atau menelaah berbabagi literatur yang ada, dan disebut juga dengan studi kepustakaan. Wawancara dilakukan untuk menguatkan analisis dan pernyataan. Hasilnya, dalam pengembangan profesionalisme guru diperlukan pendidik yang berkemampuan mempersonifikasikan: (a) nilai-nilai etika kemanusiaan, (b) memiliki citra diri yang positif, (c) memiliki etos kerja dan komitmen yang tinggi, dan (d) sifat empati yang tinggi. Pembinaan guru memiliki dua dimensi, yaitu dimensi arah pembinaan dan dimensi materi pembinaan