Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Model Pemberdayaan Literasi Tuberculosis Pada Siswa di SD N Tanjungmas Aprianti Aprianti; Kismi Mubarokah
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 4, No 3 (2021): September 2021
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v4i3.199

Abstract

Puskesmas Bandarharjo adalah puskesmas dengan jumlah kasus tuberculosis yang tinggi di Kota Semarang.Ttahun 2017 jumlah kasus tuberculosis pada anak sebanyak 9 kasus. Kelurahan Tangjung mas memiliki kadatan hunian yang tinggi dan terdapat keluarga miskin paling banyak yaitu 153 KK. Kondisi miskin dipengaruhi oleh tingkat pendapatan masyarakat. Pekerjaan paling banyak Tanjung Mas adalah buruh pabrik. Kondisi tersebut meningkat risiko terjadinya kasus tuberculosis khususnya tuberculosis pada anak. Anak merupakan tahapan dengan tugas perkembangannya adalah mendapatkan pendidikan, sehingga waktu produktif bagi anak paling banyak dilakukan di sekolah. Sekolah merupakan salah satu tempat yang efektif dan efisien untuk melakukan pemberdayaan literasi tuberkulosis pada anak. Oleh karena itu pemberdayan yang akan dilakukan terfokuskan pada pembuatan model pemberdayaan literasi tuberculosis pada anak di SD N Tanjungmas. Luaran yang didapatkan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini pengetahuan guru meningkat dengan efektifitas program, sedang dengan nilai gain score 0,69. Flipchart TAGAR (Tuberculosis tingkat dasar) didistribusikan sebanyak 20 buah untuk seluruh guru dan arsip sekolah, siswa sangat antusias mengikut lomba mewarnai dengan tema pesan pencegahan tuberculosis sebanyak 40 pot telah terwarnai. Diharapkan dengan guru dan siswa yang teredukasi dapat menurunkan kasus tuberculosis, segera mendapatkan pengobatan serta meningkatkan perilaku pencegahan tuberculosis.
Upaya Preventif Diri Remaja dalam Menghadapi Bullying dan Pelaksanaan Deklarasi Stop Bullying di Sekolah Nor Amalia Muthoharoh; Kismi Mubarokah; Yusthin M. Manglapy; Alfin Sugiarto; Nadia Rizky Fadillah
JURPIKAT Vol 7 No 2 (2026)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v7i2.3104

Abstract

Perundungan atau bullying di lingkungan sekolah merupakan masalah serius terhadap kesehatan mental pada remaja. Indonesia tercatat dalam UNESCO memiliki tingkat perundungan tertinggi di Asia sekitar 84%, dengan kasus terbanyak di jenjang SMA. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan kemampuan preventif remaja SMA Negeri di Semarang dalam menghadapi bullying, mitra dalam kegiatan ini yaitu PKBI Kota Semarang melalui program Youth Center Griya Muda. Metode yang diterapkan mencakup pendekatan partisipatif, berbasis komunitas, dan holistik, melalui sosialisasi, pelatihan peer educator, manajemen emosi, workshop deteksi dini, pengembangan media edukasi digital, serta deklarasi stop bullying. Hasil screening terhadap 314 siswa menunjukkan 75% pernah menjadi korban dan 25% teridentifikasi sebagai pelaku. Program berhasil meningkatkan pemahaman siswa tentang bentuk-bentuk bullying, memperkuat sistem deteksi dini pada guru, membentuk jaringan konselor sebaya, serta membangun komitmen institusional menciptakan sekolah yang aman dan inklusif.