Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Upaya meningkatkan hasil belajar IPS tentang Sejarah Kemerdekaan Indonesia dengan media gambar melalui model Bertukar Pasangan untuk siswa kelas V pada SDN Binturu kabupaten Tabalong Ristinawati Ristinawati
Elementa: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 1 No 1 (2019): Periode Maret - Juni
Publisher : Program Studi PGSD STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.129 KB) | DOI: 10.33654/pgsd.v1i1.487

Abstract

This study aims to improve student learning outcomes in the history of Indonesian independence through models of exchanging pairs using picture media, increasing the activity of students and teachers in the learning process in class V of SDN Binturu, Kelua District, Tabalong Regency. This research is a Classroom Action Research which is designed as many as 2 cycles with each cycle of 2 meetings. Each cycle consists of the stages of Planning, Acting, Observing, and Reflecting. At the end of each cycle a reflection or evaluation is carried out to determine the developments that occur and to determine the next strategy in learning by using media images and videos through a model of exchanging partners. The research subjects were fifth grade students of Binturu Elementary School. The method of collecting learning outcomes is taken through tests at the end of each meeting and at the end of each cycle, while the activities of teachers and students are taken through observation during the teaching and learning process. Data analysis techniques are used with frequency distribution techniques, percentages, and interpretations. The results of this study indicate that strengthening character education in elementary school The results of this study indicate that the average student learning outcomes are 69.50 in the first cycle of meetings 1, 73.67 in the first cycle of meeting 2, 64.42 in the second cycle of meetings 1 and 82 , 08 in the second cycle of meeting 2. The evaluation of the cycle test also experienced an increase of 77.50 in the cycle I and 87.50 in the cycle II test. In line with these learning outcomes, the level of classical completeness also increased, namely 66.67% in the first cycle of meeting 1, 70.83% in the first cycle of meeting 2, 70.83% in the first cycle test, 79.17% in the second cycle of the meeting 1, 83.33% in the second cycle of meeting 2 and 87.50% in the cycle II test. Student activity also increased, namely 59.38% in the first cycle of meeting 1, 62.50% in the first cycle of meeting 2, 75% in the second cycle of meeting 1 and 81.25% in the second cycle of meeting 2. Besides that, the activity of the teacher also experienced the increase in the implementation presentation was 53.57% in the first cycle of meeting 1, 60.71% in the first cycle of meeting 2, 77.22% in the second cycle of meeting 1 and 98.75% in the second cycle of meeting 2.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Tingkat Kemandirian Personal Hygiene Pada Anak Usia Sekolah (6 – 12 Tahun) Di SDN Srengseng Sawah 04 Nahda Fathiyah; Ristinawati Ristinawati; Agus Purnama
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 2 (2025): Februari 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menjelaskan pola asuh orang tua dengan tingkat kemandirian personal hygiene pada anak usia sekolah. Personal hygiene yang tidak baik pada anak usia sekolah dapat menimbulkan beberapa masalah kesehatan infeksi kesehatan cacingan diare dan flu. Penelitian ini penting karena memberikan pandangan tentang pola asuh orang tua terhadap kemandirian personal hygiene anak usia sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross – sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 261 responden dengan metode teknik Stratified Random Sampling. Hasil penelitian berdasarkan uji Chi-Square tentang hubungan pola asuh orang tua dengan tingkat kemandirian personal hygiene pada anak usia sekolah didapat P<0,01 dimana nilai P-Value 0,000, maka Ho ditolak artinya ada hubungan pola asuh orang tua dengan tingkat kemandirian personal hygiene pada anak usia sekolah.
HUBUNGAN KEBIASAAN MENGGOSOK GIGI SEBELUM TIDUR MALAM DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI DI SDN CITAYAM 03 Nabila Tri Wahyuni; Ristinawati Ristinawati; Arif Hidayatullah
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 3 (2025): MARET 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karies gigi pada anak kerap terjadi sebab tingkatan perilaku perawatan gigi pada anak di Indonesia seluruhnya belum terlaksanakan. Penyakit jaringan gigi yang dikenal sebagai karies gigi ditandai dengan kerusakan jaringan mulai dari permukaan gigi hingga ke pulpa. Menurut American Dental Association (ADA) Menggosok gigi dimalam hari dapat menurunkan kemungkinan terkena gingivitis, mencegah timbulnya bau mulut, serta mengurangi risiko gigi berlubang karena dapat menghilangkan sisa – sisa makanan yang menyebabkan plak. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kebiasaan menggosok gigi sebelum tidur malam dengan kejadian karies gigi di SDN Citayam 03. Jenis penelitian ini kuantitatif desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional teknik pengambilan sampel dengan menggunakan Stratified Random Sampling jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 273 responden dalam penelitian ini menggunakan uji Chi-square. Hasil menunjukan pada hubungan antara kebiasaan menggosok gigi sebelum tidur malam dengan kajdian karies didapatkan hasil P-Value 0,001 <0,05 maka dapat disimpulkan terdapat hubungan signifikan antara kebiasaan menggosok gigi sebelum tidur malam dengan kejadian karies di SDN Citayam 03. Kesimpulan pada penelitian ini adalah adanya hubungan antara kebiasaan menggosok gigi sebelum tidur malam dengan kejadian karies di SDN Citayam 03.