Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STUDENTS’ RESPONSES TO ENGLISH LEARNING AT SMP MAITREYAWIRA BATAM Oey Anton
Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Seni Vol 19, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.986 KB) | DOI: 10.24036/komposisi.v19i1.7974

Abstract

The research objectives are to explore and describe students’ responses to English learning at SMP Maitreyawira Batam, and to make the relations of substantive theory based students’ responses. This research approach is naturalistic by using open questionnaires. The results show some students feel fun, joyful, enjoying, easier, and have self-encouragement in English learning. Some students feel unenthusiastic, bored, get unknowing purpose, and have the complexity in English learning. Researcher also finds nine substantive theories from four grand categorizations show students’ positive responses; namely (1) Understanding English learning causes students feel fun and joyful, (2) Too many English tasks given affect to students’ obstacles, (3) Being able to communicate with foreigners is a need for students, (4) Less practicing makes the complexity in English learning for students, (5) Presenting material (2013 curriculum) makes some students feel easier, (6) The repeating materials affect students feeling bored, (7) More practicing makes students enjoy English, (8) Unknowing the purpose of English learning cause students feel unenthusiastic and bored, and (9) Noisy classroom give students more difficulties in English learning.Keyword: student response, English learning, substantive theory RESPONS SISWA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DI SMP MAITREYAWIRA BATAMAbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi dan mendeskripsikan respon siswa terhadap pembelajaran bahasa Inggris di SMP Maitreyawira Batam, dan untuk membuat hubungan antara respon teori berbasis teori substantif. Pendekatan penelitian ini bersifat naturalistik dengan menggunakan kuesioner terbuka. Hasilnya menunjukkan beberapa siswa merasa senang, gembira, menikmati, lebih mudah, dan memiliki dorongan diri dalam belajar bahasa Inggris. Beberapa siswa merasa tidak antusias, bosan, tidak sadar, dan memiliki kompleksitas dalam belajar bahasa Inggris. Peneliti juga menemukan sembilan teori substantif dari empat kategorisasi utama yang  menunjukkan tanggapan positif siswa; yaitu (1) Memahami pembelajaran bahasa Inggris menyebabkan siswa merasa senang dan gembira, (2) Terlalu banyak tugas bahasa Inggris yang diberikan pada hambatan siswa, (3) Mampu berkomunikasi dengan orang asing adalah kebutuhan siswa, (4) Kurang berlatih membuat kompleksitas dalam pembelajaran bahasa Inggris untuk siswa, (5) Penyajian materi (kurikulum 2013) membuat beberapa siswa merasa lebih mudah, (6) Materi yang berulang-ulang mengakibatkan siswa merasa bosan, (7) Lebih banyak praktik membuat siswa dapat menikmati bahasa Inggris, (8) Tanpa mengetahui tujuan dari pembelajaran bahasa Inggris menyebabkan siswa merasa tidak antusias dan bosan, dan (9) Kelas yang bising memberi siswa lebih banyak kesulitan dalam belajar bahasa Inggris.Kata kunci: respon siswa, pembelajaran Bahasa Inggris, teori substantif
Analisis Evaluatif Pemberdayaan Guru dalam Optimalisasi Kualitas Asesmen Pembelajaran Sekolah Menengah Atas: An Evaluative Analysis of Teacher Empowerment in Optimizing the Quality of Learning Assessment in Senior High Schools Mariati Mariati; Martina Prativi; Oey Anton; Yodi Yodi; Binyu Mettalina Chu; Winnie Cherina
DARMADIKSANI Vol 6 No 2 (2026): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v6i2.9969

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi kekuatan dan peluang pengembangan asesmen pembelajaran, memberikan pendampingan kepada guru dalam penerapan prinsip asesmen yang efektif, serta mendukung penyusunan rencana strategis sekolah berbasis evaluasi partisipatif guna meningkatkan mutu pembelajaran dan manajemen sekolah dan untuk menekankan pentingnya keseimbangan antara asesmen formatif dan sumatif dalam menciptakan sistem evaluasi pembelajaran yang terintegrasi dan berkelanjutan. Kegiatan ini dilaksanakan di salah satu sekolah menengah atas swasta di Kota Batam dengan fokus pada analisis strategis SOAR (Strengths, Opportunities, Aspirations, and Results) terhadap kualitas asesmen pembelajaran dengan melibatkan guru mata pelajaran Bahasa Mandarin, Bahasa Inggris, Sistem Informatika, Sosiologi, dan Pendidikan Pancasila. Pendekatan SOAR digunakan untuk mengidentifikasi kekuatan yang telah dimiliki sekolah serta peluang pengembangan yang dapat mendukung peningkatan mutu asesmen pembelajaran secara berkelanjutan. Metode pelaksanaan meliputi pendampingan guru, observasi proses asesmen pembelajaran, wawancara, serta diskusi bersama guru dan manajemen sekolah untuk mengidentifikasi jenis, prinsip, dan implementasi asesmen pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa analisis SOAR dapat menjadi instrumen strategis dalam mendukung kepala sekolah menyusun perencanaan strategis berbasis evaluasi partisipatif dan kolaboratif serta menegaskan pentingnya keseimbangan antara asesmen formatif yang berorientasi pada perbaikan proses pembelajaran dan asesmen sumatif yang berfokus pada pengukuran capaian belajar dalam satu kerangka evaluasi yang terintegrasi. Hasil kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap penguatan manajemen mutu pendidikan dan optimalisasi praktik asesmen pembelajaran di lingkungan sekolah.