Dwi Wulandari
English Department, Diponegoro University

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : HARMONI

PENERAPAN PROJECT BASED LEARNING DALAM PENGAJARAN DESCRIPTIVE WRITING UNTUK SISWA SEKOLAH MUDA MANDIRI SEMARANG Dwi Wulandari
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2021): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.5.3.91-99

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk melihat bagaimana project based learning bisa diterapkan untuk pengajaran penulisan deskriptif pada siswa SMM Arrido Semarang. Pembelajaran dilakukan pada 25 siswa SMM kelas X,XI, dan XI dengan menitik-beratkan pada inisiasi projek yang sesuai dengan minat siswa kemudian dikhususkan pada bagaimana menulis deskriptif sebagai bagian dari project besar tersebut. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa melalui project based learning motivasi intriksik siswa bisa terjaga selama proses pembelajaran karena adanya dua hal yaitu adanya projek yang sesuai dengan minat mereka dan yang bisa mereka bayangkan hasil akhirnya, dan kedua adanya brainstormin dan diskusi yang tidak hanya menjaga motivasi siswa tetapi juga memberi masukan yang positif. PBL yang dilakuka pada penulisan deskriptif juga menunjukkan bahwa siswa bisa memperoleh keahlian 4C yang diharapkan yaitu creativity, critical thinkinng, communication dan collaboration. Model pengajaran penulisan yang difokuskan pada SFV (sensory, figurative dan vivid words) juga memudahkan siswa untuk bisa menulis secara lebih terstrukturKata kunci :  Project based learning, penulisan deskriptif , 4Cs, SFV, motivasi intrinsik This article aims to see how project based learning can be applied to teaching descriptive writing to students of SMM Arridho Semarang. The learning was carried out on 25 students in grades X, XI, and XII with an emphasis on project initiation according to students interests and then spesifically focused on how to write descriptive writing as part of the big project. The result shows that through project based learning, students’ intrinsic motivation could be maintained during the learning process due to two main reason; the existence of project that match their interests in which they could imagine the end result of, and the discussion and brainstorming that not only kept students motivated but also give positive feedback. PBL which is also carried out in descriptive writing also shows that students can acquire the expected 4C skills, namely creativiy, critical thinking, communication, and collaboration. The writing teaching model that focuses on SFV (sensory, figurative, and vivid words) also makes it easier for the students to be able to write in a more structured manner.     Keywords : project based learning, descriptive writing, 4Cs, SFV, intinsic motivation 
SIKAP BAHASA MAHASISWA UIN WALISONGO TERHADAP TOEFL Dwi Wulandari
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2022): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.6.1.16-25

Abstract

Artikel ini bertujuan  untuk mengetahui bagaimana sikap bahasa mahasiswa UIN Walisongo terhadap bahasa Inggris dan TOEFL secara khusus. Sebelum diberikan kuesioner untuk mendapatkan data sikap bahasa, mahasiswa diberikan pelatihan terkait TOEFL untuk memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai TOEFL. 38 mahasiswa dari program studi Hukum Ekonomi Syariah semester empat menjadi responden kajian ini dengan mengisi kuesioner terkait pengalaman mereka mempelajari bahasa Inggris dan TOEFL serta sikap bahasa mereka. Hasil kajian menunjukkan bahwa responden secara umum memiliki sikap bahasa yang positif terhadap bahasa Inggris, terutama dalam sikap afektifnya, karena mereka merasakan pentingnya mempelajari Bahasa Inggris dan TOEFL untuk keuntungan masa depan mereka. Sementara itu, secara kognitif, mereka tidak selalu menunjukkan sikap bahasa yang positif terutama terhadap TOEFL karena mereka masih menyepakati stereotype bahwa belajar TOEFL itu sulit. Demikian juga untuk sikap bahasa pola perilaku. Tidak selalu responden menunjukkan sikap bahasa yang positif, karena dalam konteks bahasa asing sebagaimana Bahasa Inggris di Indonesia, pembelajar bahasa tidak selalu mendapatkan kesempatan untuk menggunakan bahasa secara natural.Kata kunci :   TOEFL, sikap bahasa, bahasa Inggris, afektif, kognitif, pola perilaku  This article aims to figure out how the language attitude of UIN Walisongo students towards English and TOEFL in particular. Before the questionnaires are given to generate data on language attitude, students are given training on TOEFL with the purpose to give illustration of what TOEFL is like. 38 students from Syaria Ekonomic Law department joined the training and filled out the questionnaire asking their experience in learning English and TOEFL and their language attitude.  The result of the study shows that in general, the students have positif attitude toward English and TOEFL, especially on their affective attitude because they feel the importance of learning ENglish and TOEFL for their future benefits. However, they don’t always show positive cognitive attitude because they are also in the same frame of the stereotype of TOEFL, that it is difficult to learn. The same thing occurs in behavioral attitude. Not all students are able to show positive attitude, because within the context of foreign language learning as English in Indonesia, learners do not always have the opportunity to use the language in authentic situation.Keywords :  TOEFL, language attitude, English, affective, cognitive, behavior