Nurina Orta Darmawati
Departemen Desain Komunikasi Visual, Fakultas Arsitektur Desain Dan Perencanaan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Perancangan Animasi Eksplainer Berseri Budidaya dengan Metode Self-Watering System untuk Usia Remaja Fadhilah Ramadhana; Nurina Orta Darmawati
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v11i4.72722

Abstract

Berkebun pada area padat penduduk atau urban farming sudah dilakukan oleh banyak kalangan masyarakat perkotaan dengan memanfaatkan lahan sempit atau pekarangan rumah. Tren berkebun ini mengalami peningkatan minat masyarakat dikarenakan kondisi pandemi. Beberapa masalah dihadapi oleh masyarakat khususnya pada sarana prasarana dan biaya yang diperlukan untuk urban farming. Metode self-watering system dapat menjadi solusi akan masalah tersebut karena menggunakan alat dan bahan yang mudah serta dapat dilakukan secara mandiri. Kurangnya pengetahuan masyarakat khususnya remaja akan pentingnya manfaat dari tanaman obat terbilang masih minim. Pengenalan budidaya dengan metode yang mudah melalui animasi eksplainer yang dikemas secara menarik dan informatif diharapkan dapat mengenalkan self-watering system kepada masyarakat. Metode penelitian yang dilakukan pada perancangan ini dengan cara observasi tentang self-watering system, studi eksperimental dan depth interview kepada komunitas berkebun terkait konten video. Studi komparator video sejenis untuk menganalisa perbaikan dan sebagai pembanding dalam hal penyajian isi serta studi literatur sebagai keperluan data sekunder terkait pengumpulan data. Eksplorasi gaya visual yang diperlukan untuk menyasar target secara tepat. Setelah selesai proses pengumpulan data, dilakukan studi eksperimental video yang akan diujikan kepada ahli dan target audiens. Perancangan ini menghasilkan luaran desain berupa animasi eksplainer dengan tema budidaya dengan metode self-watering system. Terdapat dua seri, yaitu seri pertama menjelaskan metode self-watering system secara keseluruhan, lalu pada seri kedua menjelaskan penerapannya dengan mengambil objek dua tumbuhan liar berkhasiat obat. Video animasi eksplainer memuat konten berupa metode menanam secara self-watering system, profil tumbuhan, bagian tumbuhan yang berkhasiat atau dapat dikonsumsi dan nantinya akan didistribusikan melalui platform Youtube.
Gamifikasi Upaya Menangkal Hoaks Terhadap Informasi Vaksinasi Covid-19 di Social Media dalam Scope Keluarga Nugrahardi Ramadhani; Rabendra Yudistira; Nurina Orta Darmawati; Didit Prasetyo; Putri Dwitasari; Renny Pradina Kusumawardani
Sewagati Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2006.421 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i1.143

Abstract

Setahun tepat pandemi covid-19 di tanah air ini diumumkan mulai menginfeksi 2 orang oleh Presiden Republik Indonesia, dan saat ini telah mencapai angka total 1,2 juta jiwa, artinya setiap bulannya kurang lebih 600.000 jiwa teridentifikasi covid-19. Perjalanan perjuangan bangsa ini melawan covid menorehkan perjalanan cukup pelik, mulai dari naik turunnya laju sebaran virus corona itu sendiri, jatuh bangun pemerintah menahan laju sebaran covid-19, informasi-informasi misleading dan hoaks begitu deras di masyarakat sehingga pandemi ini menjadi susah tertangani. Hoaks merupakan informasi bohong atau bisa separuh tidak benar, kemudian ditambahkan informasi lain yang bisa mengaburkan informasi aslinya. Penanganan covid-19 ini tidak lepas dari edukasi yang baik dan benar, sehingga masyarakat paham tentang bahaya virus yang telah merengut jutaan jiwa di seluruh dunia ini. Munculnya hoaks salah satunya disebabkan kurang informasi dan informasi bohong atau tidak benar yang muncul secara sistematis. Negara kita telah masuk pada pembentukan herd immunity melalui vaksin covid-19, muncul pro dan kontra ditengah masyarakat menambah deret pekerjaan rumah pemerintah untuk meyakinkan masyarakat ikut serta dalam program pemerintah ini. Sosial media berperan penting dalam mewadahi pendapat-pendapat masyarakat dengan bebas, media-media nasional juga memberikan dukungan melalui akun-akun resminya, sehingga opini baik positif maupun negatif terbentuk liar. Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode pembelajaran tentang hoaks vaksinasi sebagai media penyadaran masyarakat memakai gamifikasi yang diterapkan pada aplikasi berbasis web sebagai simulasi eduakasi dan literasi dalam scope kecil yakni keluarga.