Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Penurunan Tanah dengan Perkuatan Water Cement Grouting Pada Proyek Preservasi Ruas Tuban – Babat – Lamongan – Gresik Intan Yuanita; Indarto Indarto; Ria Asih Aryani Soemitro; Nanang Permadi
Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas Vol 6 (2022): Edisi Khusus : Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26151847.v6i0.12077

Abstract

Struktur lapisan tanah dasar pada ruas jalan Bts.Kab.Gresik – Bts.Kota Lamongan (Km.Sby.39+650 – 41+000) berupa tanah kohesif lempung kelanauan sampai kedalaman 10 meter dengan potensi mengembang tinggi dan daya dukung tanah dasar rendah. Perkuatan tanah dasar dengan metode water cement grouting diharapkan dapat memperkuat formasi lapisan tanah dan menjadikan lapisan tanah lebih padat sehingga mampu mendukung beban dengan maksimal dan penurunan (settlement) dapat diminimalkan. Untuk mengetahui pengaruh effektifitas penggunaan water cement grouting pada badan jalan, ditinjau dari penyebaran dan besar penurunan akibat beban kendaraan dilakukan analisis permodelan pada aplikasi Plaxis. Analisis penurunan disimulasikan dengan variasi panjang sebaran grouting 0,5 m, 2,5 m, 5,5 m dan variasi komposisi campuran parameter tanah asli dengan material water cement grouting yaitu 10% dan 20% material grout. Hasil analisis menunjukkan nilai penurunan tanah pada jalan eksisting sebelum dilakukan perkuatan adalah sebesar 2,892 cm. Pada permodelan dengan variasi panjang sebaran grouting menunjukkan bahwa semakin panjang sebaran grouting maka penurunan yang terjadi semakin kecil. Pada panjang sebaran grouting 0,5 meter rata-rata penurunan semakin mengecil sebanyak 38% dari penurunan tanah asli, pada panjang sebaran grouting 2,5 meter rata-rata penurunan tanah mengecil 46% dan pada panjang sebaran 5,5 meter rata-rata penurunan mengecil 72% sedangkan pada permodelan dengan variasi komposisi campuran grouting dengan tanah asli menunjukkan bahwa penurunan tanah memiliki nilai yang hampir sama walaupun panjang sebaran bervariasi, namun cenderung meningkat jika komposisi campuran grouting semakin banyak. Secara keseluruhan variasi diatas, penurunan tanah dengan perkuatan water cement grouting cenderung mengecil jika dibandingkan dengan penurunan tanah pada kondisi eksisting sehingga perkuatan tanah dengan water cement grouting ditinjau efektif dalam mereduksi penurunan tanah.
Pengaruh Perkuatan Grouting Terhadap Beban Maksimum Yang Dapat Diterima Tanah Dasar Pada Ruas Jalan Lamongan - Gresik Eko Indrawati; Indarto Indarto; Ria Asih Aryani Soemitro; Nanang Permadi
Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas Vol 6 (2022): Edisi Khusus : Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26151847.v6i0.12079

Abstract

Salah satu metode perbaikan tanah pada tanah lempung cenderung ekspansif adalah Water-Cement grouting. Pertimbangan teknis dilaksanakannya pekerjaan grouting sepanjang 1,35 Km di ruas jalan Batas Kota Lamongan – Batas Kabupaten Gresik (Link 028.7) Km. Sby. 39+650 – 41+000 adalah struktur badan jalan banyak mengalami deformasi permanen dengan kondisi kestabilan subgrade diduga mempunyai CBR rendah sehingga badan jalan menjadi getar jika dilewati kendaraan bermuatan berat. Tujuan pelaksanaan grouting adalah untuk mengatasi deformasi permanen dengan perkuatan lapisan subgrade untuk meningkatkan kemampuan jalan dalam menahan beban yang melintas. Untuk mengetahui kemampuan subgrade di lokasi studi dalam menahan pembebanan existing maka dilakukan analisa terhadap besar beban maksimum (Pmak) yang dapat ditahan oleh lapisan subgrade pada kondisi sebelum dan setelah grouting. Analisa dilakukan secara numerik menggunakan Program Plaxis Versi.21. Faktor dari perkuatan water-cement grouting yang disimulasikan pada penelitian ini yaitu asumsi ketebalan lapisan grouting dengan 6 type jenis ketebalan sebaran grouting dan nilai parameter tanah campuran yang berasal dari 90% material tanah asli Lapis 1 Lempung Kelanauan dan 10% material grouting. Hasil analisa pemodelan menunjukkan nilai beban maksimum (Pmak) semakin meningkat pada tanah yang terdapat lapisan grouting. Nilai Pmak pada subgrade sebelum grouting sebesar 80,379 kN/m2 meningkat menjadi 347,582 kN/m2 pada tanah subgrade yang terdapat lapisan grouting setebal 2m. Semakin tebal lapisan grouting di intra layer subgrade maka semakin besar nilai Pmak yang diperlukan tanah untuk mencapai ultimate bearing capacity dan semakin kecil nilai penurunan tanahnya. Hal ini mengindikasikan tanah subgrade mengalami kenaikan daya dukung setelah dilakukan grouting.