Susie Chrismalia Garnida
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

THE ENGLISH SOCIOCULTURAL CONTACT AND DEVELOPMENT IN ENGLISH VOCABULARY ENRICHMENT Susie Chrismalia Garnida
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 8 No 02 (2008)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.735 KB) | DOI: 10.30996/parafrase.v8i02.41

Abstract

Abstract: Pengayaan kosakata satu bahasa bisa terjadi melalui kontak sosiobudaya. Ketika dua budaya bertemu dan bercampur, maka dua bahasa yang dipakai akan bercampur dan biasanya bahasa kelompok yang besar akan banyak mempengaruhi bahasa kelompok yang lebih kecil. Kosakata bahasa Inggris saat ini merupakan percampuran berbagai bahasa di dunia, terkait dengan masa ketika bangsa Inggris dijajah oleh berbagai bangsa di Eropa, seperti Romawi, Viking, Anglo-Saxon, dan Perancis. Sebagai bangsa yang besar selanjutnya Inggris menjadi bangsa penjajah yang membuka pintu bahasanya untuk mengambil berbagai kosakata bahasa lain. Perkembangan sosiobudaya dibidang agama, sastra, politik, pendidikan, dan teknologi juga berperan sebagai pengaya kosakata bahasa Inggris. Kata kunci: sosio budaya, pengayaan kosakata
THE STRUCTURES OF DENOMINALIZATION IN SCIENTIFIC ENGLISH Susie Chrismalia Garnida
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 9 No 01 (2009)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.914 KB) | DOI: 10.30996/parafrase.v9i01.52

Abstract

Abstrak: Nominalisasi didefinisikan sebagai makna yang sesuai dipakai dalam berbagai situasi (congruent  meaning) dan yang diwujudkan oleh satu tipe pola bahasa yang diubah dengan menggunakan  pilihan linguistik lain yang tidak sesuai dengan situasi sebenarnya (incongruent meaning) (Eggins, 1994: 63). Jadi pada dasarnya nominalisasi adalah perubahan kata kerja, ajektiva, dan kata sambung menjadi kata benda, sehingga nominalisasi ini mempunyai bentuk kelompok nomina dengan kata benda sebagai kata inti yang didahului premodifier dan diikuti postmodifier. Untuk pemahaman artikel ilmiah, pembelajar bahasa Inggris perlu mempunyai pengetahuan untuk membuat denominalisasi, yaitu mengubah bentuk frasa (nominalisasi) menjadi bentuk susunan klausa. Selanjutnya mengurai kalimat yang mengandung nominalisasi atau paraklausa menjadi beberapa kalimat. Hal ini untuk mengetahui informasi yang sebenarnya yang berasal dari kalimat-kalimat tersebut. Kata kunci: nominalisasi, bahasa Inggris ilmiah, denominalisasi
SYNTACTIC AND SEMANTIC ANALYSIS OF NOMINALIZATION IN ENGLISH ACADEMIC WRITING Susie Chrismalia Garnida
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 12 No 01 (2012)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.633 KB) | DOI: 10.30996/parafrase.v12i01.200

Abstract

Abstrak. Salah satu ciri bahasa ilmiah adalah penggunaan “tatabahasa teknis” yang bentuknya ditandai dengan penominalan atau nominalisasi. Bahasa ilmiah yang mengandung banyak penominalisasian akan sulit dipahami karena makna kongruen situasi dinyatakan secara inkongruen atau pilihan linguistik lain (Eggins, 1994: 63; Thompson, 1996: 165), yang menyebabkan  teks menjadi semakin padat. Ciri bahasa ilmiah ini memenuhi kebutuhan untuk “memperlebar domain intelektual” (Wilkins, dikutip dari Halliday and Martin, 1993: 6). Melalui proses ini, pengetahuan umum (folk knowledge)—yang menyatakan pengetahuan dari peristiwa atau proses dinamis diubah menjadi sintesa atau hasil dari kegiatan. Dengan demikian, pengemasan isi klausa ke dalam kelompok kata benda, atau penominalan cenderung menjadi “technicalized” (Halliday and Martin, 1993: 8). Nominalisasi memiliki tiga fungsi dalam bahasa ilmiah: (1) menawarkan keringkasan (conciseness), (2)  menawarkan aliran informasi secara dinamis karena informasi lama dinyatakan dalam kelompok nominal yang langsung dapat diikuti oleh informasi baru, dan (3) menjadi sarana efektif  bagi kategorisasi, pelabelan dan deskripsi fenomena (Eggins, 1994, Lock, 1996). Di sisi lain, nominalisasi memberi masalah dalam pemahaman bagi pelajar EFL karena mereka harus mengetahui bagaimana mengurai kelompok nomina yang padat dan menghindarkan makna ganda. Tujuan penelitian ini adalah membahas analisis nominalisasi secara sintaksis dan semantik. Data diambil dari 20 kalimat dalam artikel dari Jurnal Language Learning & Technology. Hasil penelitian menunjukkan empat (4) struktur nominalisasi dan variasi kombinasi klausal tertentu dalam penguraiannya. Penelitian ini menunjukkan bahwa nominalisasi meningkatkan makna tekstual, memaksimalkan potensi informasi, menghilangkan makna eksperiensial, abstraksi aktivitas dan perubahan dari aktivitas menjadi entitas. Kata kunci: academic writing, penominalan, analisis sintaksis dan semantik
An Analysis of Nominalization in Kimps' Scientific Text Nurina Rahma Zhafira; Susie Chrismalia Garnida
Proceeding of Undergraduate Conference on Literature, Linguistic, and Cultural Studies Vol. 2 No. 1 (2023): PROCEEDING RESEARCH ON LITERARY, LINGUISTIC, AND CULTURAL STUDIES
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/uncollcs.v2i1.2548

Abstract

The aim of this study is to analyze the nominalizations found in the scientific text. Nominalization is a linguistic resource that enable the condensation of information by expressing events, properties, actions situations, and clause relations in an abstract or incongruent manner (Halliday, 2004: 172). There is an aspect of nominalization that must be required to find out, it is the logical structure of the noun phrase. This research used descriptive qualitative method, from journal article entitles “A Speech Function Analysis of tag Questions in British English Spontaneous Dialogue” (Kimps, Ditte; Kristin Davidse & Bert Cornillie 2014). The researcher took 30 sentences that contains a nominalization. It is found 32 nominalizations that derived from verbs as a deverbal noun and 2 nominalizations as a verbal noun. On the other hand, 7 data of adjective-noun that were the nominalization derived from adjectives.
Error Analysis of Students’ Speaking Class in Three-Months- Learning at Garlint English Course Basri, Mohammad; Susie Chrismalia Garnida
Proceeding of Undergraduate Conference on Literature, Linguistic, and Cultural Studies Vol. 4 No. 1 (2025): UNCOLLCS: PROCEEDING RESEARCH ON LITERARY, LINGUISTIC, AND CULTURAL STUDIES
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/uncollcs.v4i1.5976

Abstract

This study analyzes linguistic errors in the oral utterances of 50 English as a Foreign Language (EFL) learners in speaking classes at Garlint English Course Pare who have studied for three months. Using a descriptive qualitative method and Error Analysis (EA) as the primary methodological framework, the study identified a total of 43 linguistic errors distributed significantly across noun phrase, word, and sentence levels. An in-depth observation of these patterns revealed that omission (7 cases at the word level) and misordering (6 cases at the noun phrase level, 5 cases at the sentence level) were the dominant error types most frequently committed by learners. These errors are primarily caused by intralingual transfer (such as L2 rule overgeneralization and developmental stages) and interlingual transfer from Bahasa Indonesia, for example, in the omission of the plural suffix (-s) on nouns. This research provides valuable insights for teachers and curriculum developers to design more targeted English language teaching strategies in intensive environments for the improvement of students' oral accuracy