Heri Hernawan
Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Desain Map Rekam Medis Heri Hernawan; Kori Puspita Ningsih
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol 3, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.727 KB) | DOI: 10.31983/jrmik.v3i2.6331

Abstract

The medical record folder is a cover used for medical record forms in it to not scattered. The RMIK Lab of Jenderal Achmad Yani University Yogyakarta uses a medical record folder for student lab skills. The medical record map was designed in 2013 and has never been evaluated. This study aims to see the medical record folder 's function and analyze the medical record design folder from the physical, anatomical, and content aspects. This research uses descriptive research with a case study approach. The research location is in the Laboratory of Medical Records and Health Information (D-3), Faculty of Health, Jenderal Achmad Yani University, Yogyakarta. The results showed that the medical record folder in the RMIK Lab of Jenderal Achmad Yani University Yogyakarta was used to store and protect medical record forms, which are useful materials for students of the Medical Records and Health Information Study Program (D-3). The results of the analysis of the medical record folder on the physical, anatomical, and content aspects indicate that it is necessary to redesign the medical record folder on the anatomical elements, including: (1) adjusting the logo of the General Achmad Yani University Yogyakarta, (2) the identity of the hospital to become Unjani Yogya Hospital, (3) eliminating registration numbers and (4) adding a vital note column to attach color stickers to identify infectious diseases or write allergies on the medical record folder.ABSTRAKMap rekam medis (folder) merupakan sampul yang digunakan untuk melindungi formulir-formulir rekam medis yang ada di dalamnya agar tidak tercecer. Lab RMIK Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta menggunakan map rekam medis untuk praktikum lab mahasiswa. Map rekam medis di desain pada tahun 2013  dan belum pernah dilakukan evaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi map rekam medis dan menganalisis desain map rekam medis dari aspek fisik, anatomi dan isi. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif, dengan pendekatan studi kasus. Lokasi penelitian ini di Laboratorium Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (D-3) Fakultas Kesehatan Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan map rekam medis di Lab RMIK Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta digunakan untuk menyimpan dan melindungi formulir-formulir rekam medis yang merupakan bahan praktik mahasiswa Program Studi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (D-3). Hasil analisis map rekam medis pada aspek fisik, anatomi dan isi menunjukkan perlu dilakukan redesain map rekam medis pada aspek anatomi meliputi: (1) menyesuaikan logo Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta, (2)  identitas rumah sakit menjadi Rumah Sakit Unjani Yogya, (3) menghilangkan nomor registrasi dan (4) menambahkan kolom catatan penting untuk menempelkan stiker warna untuk mengidentifikasi penyakit menular maupun menuliskan alergi pada map rekam medis.
Pelatihan Failure Mode And Effect Analysis Dalam Peningkatan Mutu Dan Keselamatan Pasien Kori Puspita Ningsih; Sugeng Santoso Santoso; Ida Nursanti; Heri Hernawan
Jurnal LINK Vol 20 No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v20i2.11670

Abstract

Keselamatan pasien merupakan prioritas utama bagi semua fasilitas pelayanan kesehatan termasuk klinik. Salah satu upaya mencegah terjadinya suatu risiko menggunakan metode manajemen risiko. Manajemen risiko proaktif berbasis Failure Mode Effect Analysis (FMEA) merupakan upaya strategis yang disarankan dalam memitigasi risiko. Permasalahan prioritas Klinik Denkensyhah 04.04.02 adalah kurangnya pengetahuan terkait langkah-langkah melakukan FMEA. Urgency penerapan FMEA juga sesuai dengan standar akreditasi klinik. Oleh karena itu, PKM ini bertujuan memberikan pelatihan urgency FMEA guna peningkatan mutu dan keselamatan pasien. Metode dalam kegiatan PKM ini melalui pelatihan dengan metode ceramah, praktik dan diskusi, Kegiatan PKM dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2024. Secara menyeluruh kegiatan PKM berjalan lancar. Klinik Denkensyah 04.04.02 memiliki peluang untuk mengimplementasikan FMEA dalam upaya peningkatan mutu dan keselamatan. Metode pelatihan pada PKM ini cukup berhasil meningkatkan pengetahuan peserta yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan rata-rata skor pre-post test sebesar 35 skor. Rata-rata skor awal sebesar 56 saat pre-test meingkat menjadi 91 saat post-test. Adanya peningkatan pengetahuan FMEA tersebut diharapkan akan berdampak pada sikap dan perilaku pimpinan maupun staff klinik dalam mengelola manajemen risiko proaktif berbasis FMEA guna peningkatan mutu dan keselamatan pasien.