Julhadi Julhadi
STIT SB Pariaman Sumatera Barat

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PONDOK PESANTREN: Ciri Khas, Perkembangan, dan Sistem Pendidikannya Julhadi Julhadi
Mau'izhah Vol 9 No 2 (2019): Volume IX No. 2 Juli - Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.023 KB) | DOI: 10.55936/mauizhah.v9i2.26

Abstract

Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan juga sebagai lembaga pengajaran agama dan sosial keagamaan, mulai dikenal di sepanjang pantai utara Jawa se- perti di Gresik, Surabaya, Tuban, dan sebagainya. Beberapa ciri khas yang dimili- ki oleh pondok pesantren secara umum yang masih dipertahankan sampai se- karang ini adalah kiai, santri, pengajaran kitab Islam klasik, masjid, dan pondok. Sistem pendidikan dan pengajaran di pondok pesantren diklasifikasi menjadi tiga tipe, yaitu pesantren tradisional, pesantren semi modern, dan pesantren modern.
MEMPERKERJAKAN ANAK MENURUT UNDANG UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2002 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK DAN MENURUT HUKUM ISLAM (STUDI KASUS DI KOTA PADANG) Julhadi Julhadi; Ade Hadaris
Mau'izhah Vol 10 No 2 (2020): Volume X No. 2 Juli – Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1067.522 KB) | DOI: 10.55936/mauizhah.v10i2.42

Abstract

Hal yang melatarbelakangi penelitian ini adalah keberadaan pekerja anak di kota padang, sedangkan padang belum maksimal. Fokus pada tenaga kerja menjadi fokus dibalik terjadinya faktor-faktor dalam penelitian ini yaitu pertama, apa penyebab dipekerjakannya anak di kota padang? Kedua, berdasarkan angka 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak oleh Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Sosial dan Dinas Tenaga Kerja Kota Padang? Ketiga, bagaimana mempekerjakan anak menurut hukum Islam? Untuk menjawab permasalahan tersebut maka penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan analisis derkriptif yang dilakukan. Sumber data dari penelitian ini terdiri dari data primer, dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan dua cara. Pertama, Wawancara Mempekerjakan Anak, Kepala Seksi Perlindungan Pekerja Sosial Dinas Sosial Kota Padang dan Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Kota Padang. kedua, dokumentasi, yaitu memotret responden, mereview, mereview dan mencatat semua informasi yang diperoleh dari responden baik primer maupun sekunder. Setelah proses pengumpulan data selesai, selanjutnya dianalisis dengan menghubungkan apa yang diperoleh dari suatu proses kerja dari awal. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa praktik mempekerjakan anak di kota padang. Penyebab utama terjadinya pekerja anak adalah karena sulitnya memenuhi kebutuhan hidup karena kemiskinan. Alasan lain karena diatur oleh orang tua, karena dipengaruhi oleh ajakan teman sebaya, karena kesadaran anak itu sendiri ingin membantu orang tua, karena anak ingin hidup mandiri. Kemudian pemberlakuan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak oleh Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Sosial dan Dinas Tenaga Kerja Kota Padang tersebut. Pertama, Pemerintah Kota Padang telah menerbitkan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pembinaan dan Perlindungan Anak yang bertujuan, menjamin pemenuhan hak anak untuk hidup, tumbuh dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat kemanusiaan, demi terwujudnya anak yang berkualitas. berakhlak mulia dan sejahtera, kemudian membentuk karakter anak berdasarkan filosofi adat basandi sarak sarak basandi sesuai dengan filosofi adat minangkabau alam. Kedua, memberikan berbagai penyuluhan dan pelatihan yang dilakukan oleh Dinas Sosial dan Disnaker Kota Padang di hadapan anak-anak yang bekerja dan orang tua yang mempekerjakan mereka. Namun, upaya pihak kota padang belum maksimal melalui Dinas Sosial dan Dinas Tenaga Kerja Kota padang dalam menghentikan praktik mempekerjakan anak di Kota Padang.
ISYARAT-ISYARAT PENDIDIKAN DALAM AL-QURAN Julhadi Julhadi
Mau'izhah Vol 8 No 2 (2018): Volume VIII No. 2 Juli - Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.533 KB) | DOI: 10.55936/mauizhah.v8i2.3

Abstract

Al-quran merupakan kitab suci mencakup semua sisi kehidupan manusia, sehingga Al-quran bersifat Universal,tidak ada yang luput dalam pembahasan al-Quran termasuk di dalamnya mengenai pendidikan. Ayat pertama yang diturunkan Allah mengsisyarattkan tentang pendidikan. Ayat Al-quran banyak menayampaikan berkaiatan dengan pendidikan baik pendidikan secara umum ataupun secara khusus. Al-quran memberikan isyarat kepada manusia betapa pentingnya pendidikan dalam memanusiakan manusia. Alquran memotivasi manusia agar melaksanakan pendidikan karna melalui pendidikan manusia bisa mengenal tuhanNya. Alquran juga mengisyaratkan kepada tentang bagaimana tujuan pendidikan dilakukan untuk mewujudkan seorang yang selalu menegakkan kebenaran dan mencegah kemunkaran serta Mewujudkan manusia yang selalu bertawaqqal pada Allah. Unsur-unsur pendidikan semuanya termuat dalam Al-quran, seperti pendidik, peserat didik, kurikulum, metoda, subyek pendidikan dan lain sebagainya.
PENDIDIKAN ISLAM DALAM PEMIKIRAN AHMAD KHATIB DATUAK TUMANGGUANG DI KAYU TANAM Nurasiah Ahmad; Julhadi Julhadi
Mau'izhah Vol 10 No 1 (2020): Volume X No. 1 Januari – Juni 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.416 KB) | DOI: 10.55936/mauizhah.v10i1.48

Abstract

Ahmad Khatib Datuak Tuangguang di Kayutanam merupakansalah seorang tokoh yang pada hari ini sempat terlupakan. Iaadalah seorang tokoh pendidikan agama Islam sekaligus tokohadat yang ikut berperan dalam memberikan kontribusi pemikiranpendidikan agama islam kepada masyarakat Tigo NagariKayutanam Kabupaten Padang Pariaman. Adanya sebuahMadrasah Tarbiyah Islamiyah di Kanagarian Kayutanam adalahsalah satu bukti sepakterjang atau usaha keras dan perjuanganyang berat dari Ahmad Khatib Datuak Tumangguang besertapara tokoh masyarakat lainnya. Adanya murid-murid yang telahberhasil pada hari ini dan dengan keberadaan sekolah atau yangdisebut dengan Madrasah tersebut juga sebagai bukti darikeikutsertaannya dalam mencerdaskan dan menyiarkan ajaranagama islam. Sifat kepemimpinannya yang arif, bijaksana, tulus,disiplin, pekerja keras serta memiliki maru’ah yang tinggimenjadikan Ahmad Khatib Datuak Tumangguang mendapatkantempat dihati masyarakat, sehingga memudahkan Ahmad KhatibDatuak Tumangguang untuk memberikan pemahaman danpencerahan agama islam kepada murid-muridnya danmasyarakat.
MOHAMMAD NATSIR DAN PEMIKIRANNYA TENTANG PENDIDIKAN Julhadi Julhadi
Mau'izhah Vol 9 No 1 (2019): Volume IX No.1 Januari – Juni 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.514 KB) | DOI: 10.55936/mauizhah.v9i1.22

Abstract

Muhammad Natsir merupakan salah satu tokoh pembaharuislam. Terdadap beberapa gagasan yang memberi sumbangsipada kemajuan pendidikan islam dengan cara merombak sistemyang dikotomis kepada sistem yang integrated antara ilmu-ilmuagama dengan ilmu-ilmu umum, merombak kurikulum darikurikulum yang dikotomis menjadi kurikulum yang integrated,dan menggunakan metode-metode yang aplicable dan sesuaidengan syariat-syariat Islam. Gagasan dan pemikiran Natsirdalam bidang kenegaraan maupun bidang pendidikandipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. faktor internaladalah kecerdasan, karakter dan kepribadian Natsir yangdemikian kuat, tabah dan rela berkorban untukmemperjuangkan kebenaran yang diyakininya sekalipun harusdibayar dengan penderitaan. Dan yang dimaksud dengan faktorekternal adalah penjajahan belanda yang telahmenyengsarakan rakyat baik lahir maupun bathin, dan jugakondisi umat Islam sendiri yang bersikap pasrah, memusuhiilmu pengetahuan, tidak menguasai manajeman dan cita-citayang tinggi.
ORGANISASI SOSIAL KEAGAMAAN DAN PENDIDIKAN ISLAM (NAHDATUL ULAMA) Julhadi Julhadi; Nurasiah Ahmad
Mau'izhah Vol 11 No 1 (2021): Volume XI No. 1 Januari - Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.6 KB) | DOI: 10.55936/mauizhah.v11i1.60

Abstract

Nahdlatul 'Ulama (Kebangkitan 'Ulama atauKebangkitan Cendekiawan Islam), disingkat NU, adalahsebuah organisasi Islam terbesar di Indonesia.Organisasi ini berdiri pada 31 Januari 1926 danbergerak di bidang keagamaan, pendidikan, sosial, danekonomi. Kehadiran NU merupakan salah satu upayamelembagakan wawasan tradisi keagamaan yang dianutjauh sebelumnya, yakni paham Ahlussunnah walJamaah. Selain itu, NU sebagaimana organisasi-organisasi pribumi lain baik yang bersifat sosial, budayaatau keagamaan yang lahir di masa penjajah, padadasarnya merupakan perlawanan terhadap penjajah.Hal ini didasarkan, berdirinya NU dipengaruhi kondisipolitik dalam dan luar negeri, sekaligus merupakankebangkitan kesadaran politik yang ditampakkan dalamwujud gerakan organisasi dalam menjawab kepentingannasional dan dunia Islam umumnya
Isyarat-Isyarat Pendidikan dalam Al-Quran Julhadi Julhadi
Serambi Tarbawi Vol 10, No 1 (2022): Serambi Tarbawi
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/tarbawi.v10i1.4034

Abstract

Pendidikan merupakan program kegiatan yang mengandung komponen pendidikan yang dapat meningkatkan sumber daya manusia menjadi lebih baik. Pendidikan merupakan modal yang sangat penting dalam menjalani kehidupan bermasyarakat. Ada beberapa isyarat pendidikan yang terdapat dalam al-Quran, di antaranya adalah tujuan pendidikan, subjek pendidikan, objek pendidikan, kewajiban belajar mengajar, metode pendidikan dan evaluasi pendidikan. Semua isyarat tersebut dapat mempengaruhi keberhasilan pendidikan yang dilaksanakan oleh pendidik.