Luh Gede Pradnyawati
Faculty Medicine and Health Sciences Warmadewa University

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Preventive Behavior of Sexually Transmitted Infections and HIV/AIDS Among Female Sex Workers in Gianyar Regency Luh Gede Pradnyawati
Jurnal Genta Kebidanan Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kartini Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.543 KB) | DOI: 10.36049/jgk.v10i2.32

Abstract

Penelitian yang dilakukan pada tahun 2018 mengenai pemakaian kondom pada wanita pekerja seksual (WPS) di Sanur Kota Denpasar didapatkan bahwa pemakaian kondom sudah digalakkan, tetapi masih saja ada WPS yang tidak menggunakan kondom saat berhubungan dengan pelanggan. Kabupaten Gianyar merupakan daerah dengan WPS langsung tertinggi kedua setelah Kota Denpasar. Kabupaten Gianyar memiliki banyak lokasi dan titik transaksi seksual. Salah satu lokalisasi yang terkenal di Kabupaten Gianyar adalah lokalisasi di sepanjang Baypass Ida Bagus Mantra. Oleh sebab itu, perlu dilakukan studi eksplorasi perilaku pencegahan IMS dan HIV/AIDS pada wanita pekerja seksual di Kabupaten Gianyar.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik purposive sampling pada 15 informan yang terdiri dari WPS, mucikari dan teman/pelanggan dengan melakukan wawancara mendalam. Hasil penelitian didapatkan walaupun pemakaian kondom sudah digalakkan, tetapi partisipan ada juga yang tidak menggunakan kondom saat berhubungan dengan pelanggan. Mereka sebagian besar beralasan bahwa pasangan mereka tidak menyukai penggunaan kondom dalam berhubungan seksual. Rendahnya penggunaan kondom adalah terkait faktor ekonomi. Jika memakai kondom dalam berhubungan seksual maka akan mengurangi penghasilan WPS. Dalam pencegahan IMS dan HIV/AIDS sebagian besar WPS tidak pernah melakukan tes HIV.
Development of HIV/AIDS Education and Prevention for Male Sex Couples (MSM) in Denpasar City Luh Gede Pradnyawati
Jurnal Genta Kebidanan Vol 11 No 1 (2021)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kartini Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.091 KB) | DOI: 10.36049/jgk.v11i1.35

Abstract

Kasus HIV/AIDS pada LSL (Lelaki Seks Lelaki) di Indonesia dari tahun ke tahun mengalami jumlah peningkatan yang signifikan. Bali merupakan provinsi yang memiliki jumlah kasus HIV/AIDS yang tinggi dimana Kota Denpasar adalah kota yang tertinggi atas keberadaan LSL. Belum pernah dilaporkan pengembangan edukasi dan pencegahan HIV/AIDS di Denpasar secara mendalam, maka peneliti ingin mendalami pencegahannya pada LSL di Denpasar. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengembangan edukasi dan pencegahan HIV/AIDS pada pasangan LSL di Kota Denpasar. Penelitian ini meggunakan rancangan kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk menggali lebih dalam mengenai pengembangan edukasi dan pencegahan HIV/AIDS pada LSL di Kota Denpasar. Pemilihan informan pada penelitian ini diambil dengan teknik purposive sampling dan melakukan indepth interview kepada 10 pasangan LSL yang berusia produktif dan komunikatif di Kota Denpasar. Setelah pengumpulan data di lapangan, data akan dianalisis secara tematik. Pendidikan kesehatan dengan metode peer education sangat efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap. Selain itu melakukan pendampingan pada LSL sangatlah penting dalam pencegahan HIV/AIDS. Responden mencari jejaring pasangan seksual melalui media sosial dan beberapa diantaranya melakukan seks group dengan pasangannya untuk mendapatkan sensasi. Perlu melakukan peningkatan edukasi dan pendampingan bagi LSL agar mengurangi perilaku risiko tinggi saat berhubungan seksual.
Studi Eksplorasi Penggunaan Kondom pada Pekerja Seks Komersil (PSK) Langsung di Daerah Sanur Luh Gede Pradnyawati
Jurnal Genta Kebidanan Vol 11 No 2 (2022)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kartini Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.907 KB) | DOI: 10.36049/jgk.v11i2.43

Abstract

Previous research on Commercial Sex Workers (CSWs) found that 250 CSWs in Denpasar and surrounding areas, around 14% were infected with HIV/AIDS. South Denpasar District is the sub-district with the most STI cases, namely in the Sanur area. According to data from the Denpasar City Health Office in 2017, there were 450 direct sex workers in the Sanur area. It appears that problem of STIs among sex workers directly in the Sanur area is quite high. Therefore, it is necessary to conduct an exploratory study to dig deeper into the use of condoms in direct sex workers in the Sanur area. This study uses a qualitative method with purposive sampling technique on 15 informants consisting of direct sex workers, pimps and customers by conducting in-depth interviews. The results showed that although the use of condoms had been encouraged, there were also participants who did not use condoms when dealing with customers. The mostly reasoned that their partners did not like the use of condoms in sexual intercourse. The low use of condoms is related to economic factors. If you use a condom in sexual intercourse, it will reduce the income of the prostitutes directly.
Gambaran Tingkat Capaian Indikator Spesifik dan Sensitif 1000 HPK pada Balita 0-2 Tahun di Kecamatan Tegallalang Luh Gede Pradnyawati; Dewa Ayu Putu Ratna Juwita; Anak Agung Sagung Mirah Prabandari
Jurnal Genta Kebidanan Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kartini Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.113 KB) | DOI: 10.36049/jgk.v12i2.113

Abstract

Banyak negara di dunia mengalami permasalahan gizi ganda yaitu stunting, wasting dan overweight pada anak balita, dan Indonesia termasuk salah satunya. Dalam gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) telah dijelaskan bahwa untuk menanggulangi masalah kurang gizi diperlukan intervensi yang spesifik dan sensitif. Intervensi spesifik dilakukan oleh sektor kesehatan seperti penyediaan vitamin, makanan tambahan, dan lainnya sedangkan intervensi sensitif dilakukan oleh sektor non kesehatan seperti penyediaan sarana air bersih, ketahanan pangan, jaminan kesehatan, pengentasan kemiskinan dan sebagainya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat capaian indicator spesifik dan sensitif pada 1000 HPK di Kecamatan Tegallalang. Rancangan penelitian yang ini adalah penelitian deskriptif dengan survey rumah tangga dengan pendekatan cross-sectional pada 30 cluster. Dari setiap block sensus yang terpilih akan dipilih sebanyak 5 sampel anak berusia 0-1 tahun dan 5 anak berusia 1-2 tahun dengan cara simple random dengan total sampel 300 responden. Dalam penerapan 1000 hari pertama kehidupan, khususnya dalam tingkat capaian intervensi spesifik terdapat ibu hamil yang terekspose asap rokok atau perokok pasif sebesar 41%. Ibu yang menyususi balitanya secara eksklusif sebesar 44%. Pada tingkat capaian indikator sensitif khususnya penyediaan air bersih dan sanitasi dalam penerapan 1000 hari pertama kehidupan didapatkan yang mengakses air bersih berupa sumber air PDAM atau kemasan hanya 20%. Perlunya penelitian lebih lanjut dengan menambah atau memperluas variabel lainnya serta mengembangkan metode penelitian.
Pemberdayaan LSL dalam Penanggulangan IMS dan HIV/AIDS di Kota Denpasar Luh Gede Pradnyawati; Dewa Ayu Putu Ratna Juwita; Made Indra Wijaya; Komang Triyani Kartinawati
Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan Vol 2 No 1 (2023): Juni
Publisher : Politeknik Kesehatan Kartini Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36049/genitri.v2i1.112

Abstract

Di Indonesia dari tahun ke tahun kasus Lelaki Seks Lelaki (LSL) mengalami jumlah peningkatan yang signifikan. Bali merupakan provinsi yang memiliki jumlah kasus HIV/AIDS yang tinggi dimana Kota Denpasar adalah kota yang tertinggi atas keberadaan LSL. Dari hasil penelitian didapatkan walaupun pemakaian kondom sudah digalakkan, tetapi mereka masih ada yang tidak menggunakan kondom saat berhubungan seksual. Mereka sebagian besar beralasan bahwa pasangan mereka tidak menyukai penggunaan kondom dalam berhubungan seksual. Minimalnya pengetahuan mitra mengenai pencegahan IMS dan HIV/AIDS tersebut. Mitra yang dalam hal ini sebagai perpanjangan tangan dari tenaga kesehatan di puskesmas tidak memiliki gambaran mengenai pelaksanaan program pencegahan tersebut. Mereka tidak mengetahui apa saja bahaya dari IMS, faktor risiko, cara penularannya serta cara pencegahannya termasuk juga program VCT. Dengan adanya pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung 2 tahun, membuat terjadinya penurunan pemasukan dari pelanggan yang berdampak pada perekonomian mereka. Sehingga mereka membutuhkan penghasilan tambahan selain dari memuaskan pelanggan. Dari kegiatan ini telah meningkatkan pemahaman LSL serta orang-orang di sekitarnya mengenai pentingnya pencegahan IMS dan HIV/AIDS. Peningkatan skill LSL melalui pelatihan bagi mitra dalam pembuatan APD seperti masker, handsanitizer, face shield. Pelatihan ini dilakukan untuk membantu LSL dalam mencari pemasukan tambahan selain bekerja di Yayasan Kapelata sehingga permasalahan perekonomian mereka terbantu di masa pandemi Covid-19.