Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemetaan Multi-Risiko Bencana di Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur Ayu Wahyuningtyas
Jurnal Pelita Teknologi Vol 12 No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1057.326 KB) | DOI: 10.37366/pelitatekno.v12i1.177

Abstract

Abstrak Pentingnya pengkajian potensi dan permasalahan daerah salah satunya adalah permasalahan sektoral yang dihadapi dalam sektor kebencanaan. Hal ini dikarenakan bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang disebabkan oleh faktor alam ataupun non alam dan dapat menimbulkan kerusakan dan kerugian. Faktor alam selain dapat memberikan potensi bagi pembangunan. Adanya pembangunan yang terus berkembang seiring kebutuhan dari waktu ke waktu, juga dapat memberikan dampak negatif jika tidak mendapat pengelolaan yang baik. Salah satunya adalah kerusakan pada alam yang dapat meningkatkan ancaman terhadap adanya bencana. Kabupaten Kutai Kartanegara sebagai salah satu wilayah yang sedang berkembang jika dilihat dari faktor alamnya, juga memiliki potensi terhadap ancaman bencana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi potensi daerah rawan bencana. Identifikasi tersebut didasarkan pada variabel-variabel penilai pada beberapa multi-bahaya yang mungkin timbul dan mengancam di Kabupaten Kutai Kartanegara. Teknik analisis menggunakan sistem informasi geografis, skoring, dan pembobotan terhadap variabel-variabel penilaian potensi bencana yang ada. Kerawanan bencana ini diukur berdasarkan aspek-aspek fisik yang ada, seperti penggunaan lahan, kelerengan, jenis tanah, dan lain-lain. Jenis penelitiannya termasuk dalam penelitian eksploratif dan evaluatif dengan pendekatan secara kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahawa terdapat beberapa bahaya yang dianggap berpotensi menjadi bencana di Kabupaten Kutai Kartanegara diantaranya, banjir, longsor, angin puting beliung, dan kebakaran hutan. Masing-masing dari multi-risiko tersebut memiliki tingkat kerawanan yang berbeda-beda dengan sebaran lokasi yang berbeda sesuai tingkat kerawanannya. Katakunci : Multi-risiko, Bencana, pemetaan, Kabupaten Kutai Kartanegara
PENGATURAN ZONING SEBAGAI PENGENDALI PEMANFAATAN RUANG (Studi Kasus Kawasan Preservasi Budaya Kotagede) Ayu Wahyuningtyas; Westi Utami
BHUMI: Jurnal Agraria dan Pertanahan Vol. 1 No. 1 (2015): Bhumi: Jurnal Agraria dan Pertanahan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7260.324 KB) | DOI: 10.31292/jb.v1i1.44

Abstract

Abstract: The development of a historic and aesthetic region such as Kotagede need controlling and managing in order not todegrade its regional image. One of the efforts to maintain the region is that planning the conservation of old bulidings in theform of blocks or zoning. The method used in plaaning the zone is called evaluative method. The result of the evaluation willbe the base of directing the development at Kotagede. Therefore, the space utilization and land use would be optimal. This willsuit with the the function of sustainable environment. The result of the research showed that Kotagede has undergone changesso that it replaces the originality of Kotagede. The formulated concept was blocks which include land use, land parcels, buildinginfrastructures, environments, as well as the elements supporting the buildings.Keywords: spatial planning, blocks, building constructions, preservation, KotagedeAbstrak: Perkembangan kawasan yang bernilai historis dan estetis seperti Kawasan Kotagede perlu dikontrol dan dikendalikanagar tidak menurunkan citra kawasan. Salah satu upaya mempertahankan kawasan adalah rencana penataan pengaturan konservasibangunan kuno yangdituangkan dalam bentuk penataan blok atau zoning.Metode yang digunakan dalam perencanaan adalahmetode evaluatif. Hasil dari evaluasi menjadi dasar untuk melakukan arahan bagi pengembangan di Kotagede, sehingga pemanfaatanruang dan penggunaan tanah dapat dioptimalkan sesuai dengan fungsi kawasan dan keberlanjutan lingkungan.Hasil dari penelitianmenunjukkan bahwa Kotagede telah mengalami banyak perubahan yang mengakibatkan pudarnya karakter asli Kotagede. Konsepyang dirumuskan meliputi blok yang berkaitan dengan penggunaan tanah, perpetakan tanah, infrastruktur bangunan dan lingkungan,dan unsur penunjang bangunan.Kata kunci: perencanaan tata ruang, blok, bangunan, preservasi, Kotagede
Efektivitas Pendekatan Kontekstual Berbasis Karakter dan Budaya Lokal Terhadap Kemampuan Literasi Matematis Siswa SMP Ayu Wahyuningtyas; Hepsi Nindiasari; Abdul Fatah
Wilangan: Jurnal Inovasi dan Riset Pendidikan Matematika Vol 1, No 2 (2020): Juni 2020
Publisher : FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56704/jirpm.v1i2.9141

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan literasi matematis siswa terutama dalam menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari yang erat kaitannya dengan budaya lokal. Oleh sebab itu diperlukan suatu inovasi pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan literasi matematis siswa, salah satunya adalah dengan pendekatan kontekstual berbasis karakter dan budaya lokal dengan LKPD, yang memuat soal-soal latihan literasi matematis yang berbasis budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendekatan kontekstual berbasis karakter dan budaya lokal dengan LKPD. Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasi eksperiment dengan bentuk Nonequivalent Pretest and Posttest Control Group Design. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas VII A dan VII B di SMP Negeri 1 Kragilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kemampuan literasi matematis siswa yang mendapatkan pendekatan kontekstual berbasis karakter dan budaya lokal dengan LKPD lebih baik daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran ekspositori, (2) peningkatan kemampuan literasi matematis siswa yang mendapatkan pendekatan kontekstual berbasis karakter dan budaya lokal dengan LKPD lebih baik daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran ekspositori, dan (3) siswa memberikan respon yang positif terhadap pelajaran matematika dengan pendekatan kontekstual berbasis karakter dan budaya lokal dengan LKPD.