Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengetahuan Dan Sikap Masyarakat Terhadap Penyakit Malaria Di Desa Kolongan Kecamatan Talawaan Kabupaten Minahasa Utara Lumenta, Alfa P. A; Sorisi, Angle M. H.; Pijoh, Victor D.
Jurnal Biomedik : JBM Vol 13, No 1 (2021): JURNAL BIOMEDIK : JBM
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.13.1.2021.31751

Abstract

Abstract. Malaria is a disease that has existed since Greek times. Malaria is a contagious infectious disease that occurs worldwide, especially in tropical areas. There are several factors that cause the incidence of malaria, one of which is the knowledge and attitude of the community towards malaria. Based on data from the puskesmas in 2020, there were 4 cases of people suffering from malaria in Talawaan District, North Minahasa Regency, this data increased from 2019 where only 2 people were infected with malaria. This study aims to knowing the community's knowledge about malaria in Kolongan Village, Talawaan sub-district. Knowing the attitude of the community regarding malaria in Kolongan Village, Talawaan District. This research is a descriptive study that is observational in nature. Based on the level of knowledge of respondents about malaria in Kolongan Village, it was included in the good category, namely 72 people (72%), based on the respondent's attitude towards malaria, the correct attitude for malaria was 97 people (97%). In conclusion, the knowledge of the people of Kolongan Village, Talawaan District, North Minahasa Regency about malaria is in the good category, namely as much as 72%. The attitude of the people of Kolongan Village, Talawaan Subdistrict, North Minahasa Regency regarding malaria, is in the good category, namely as much as 97%.Keywords: Knowledge, Attitude, Malaria  Abstrak. Malaria merupakan penyakit yang sudah ada dari zaman Yunani. Malaria merupakan penyakit infeksi menular yang tejadi di seluruh dunia, terutama di daerah tropis. Ada beberapa faktor yang menyebabkan kejadian malaria salah satunya faktor pengetahuan dan sikap dari masyarakat terhadap malaria. Berdasarkan data puskesmas pada tahun 2020 ada 4 kasus orang menderita penyakit malaria di Kecamatan Talawaan, Kabupaten Minahasa Utara data ini meningkat dari tahun 2019 yang hanya 2 orang yang terinfeksi malaria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan masyarakat mengenai penyakit malaria di Desa Kolongan kecamatan Talawaan. mengetahui sikap masyarakat mengenai penyakit malaria di Desa Kolongan Kecamatan Talawaan. Penelitian ini merupakan studi deskriptif yang bersifat observasional. Berdasarkan tingkat pengetahuan dari responden tentang penyakit malaria di Desa Kolongan termasuk dalam kategori baik yaitu 72 orang (72%), berdasarkan sikap responden terhadap penyakit malaria sikap yang benar untuk penyakit malaria yaitu 97 orang (97%). Sebagai simpulan, pengetahuan masyarakat Desa Kolongan Kecamatan Talawaan Kabupaten Minahasa Utara tentang penyakit malaria dalam kategori sudah baik yaitu sebanyak 72%. Sikap masyarakat Desa Kolongan Kecamatan Talawaan Kabupaten Minahasa Utara tentang penyakit malaria dalam kategori sudah baik yaitu sebanyak 97%.Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Malaria
Perilaku Masyarakat Desa terhadap Penyakit Malaria di Masa Pandemi Covid-19 Rading, Fabio B.; Pijoh, Victor D.; Tuda, Josef S. B.
Medical Scope Journal Vol 3, No 1 (2021): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.3.1.2021.33073

Abstract

Abstract: To date, the number of malaria cases in North Sulawesi is still quite high which may be influenced by community behavior. Kauditan District, especially in Kaima village, is one of the areas in North Minahasa Regency that has the highest incidence of malaria. Moreover, community's behavior has changed greatly during the current Covid-19 pandemic. This study was aimed to determine the behavior of the Kaima village community, Kauditan District, North Minahasa Regency towards malaria during the Covid-19 pandemic. This was a descriptive study. There were 100 people of Kaima village as respondents in this study. The results showed that based on the level of knowledge about malaria, 66 respondents (66%) had good knowledge. Based on the attitudes towards malaria, 95 respondents (95%) had good attitudes. Based on the action against malaria, 61 respondents (61%) had good action. In conclusion, during Covid-19 pandemic, people of Kaima village had good knowledge about the malaria incidence, however, there was lack of knowledge about the types and activities of biting of the mosquitoes. Moreover, people of Kaima village had good attitude and good actions towards malaria incidence, albeit, there are still obstacles in implementing these actions.Keywords: behavior; malaria; Covid-19  Abstrak: Angka kasus malaria di Sulawesi Utara yang masih cukup tinggi mungkin dipengaruhi oleh perilaku masyarakat. Kecamatan Kauditan terlebih khusus di desa Kaima merupakan salah satu daerah di Kabupaten Minahasa Utara yang memiliki angka kejadia malaria tertinggi. Di masa pandemi Covid-19, perilaku masyarakat sudah sangat berubah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku masyarakat Desa Kaima Kecamatan Kauditan Kabupaten Minahasa Utara terhadap penyakit malaria di masa pandemi Covid-19. Jenis penelitian ialah deskriptif. Terdapat 100 responden dalam penelitian ini yang merupakan masyarakat Desa Kaima. Hasil penelitian mendapatkan bahwa berdasarkan tingkat pengetahuan terhadap penyakit malaria didapatkan subjek yang berpengetahuan baik sebanyak 66 orang (66%). Berdasarkan sikap terhadap penyakit malaria didapatkan subjek yang mempunyai sikap baik sebanyak 95 orang (95%). Berdasarkan tindakan terhadap penyakit malaria didapatkan subjek yang mempunyai tindakan baik sebanyak 61 orang (61%). Simpulan penelitian ini ialah pada masyarakat Desa Kaima di masa pandemi Covid-19, pengetahuan terhadap kejadian malaria secara keseluruhan sudah baik namun masyarakat masih kurang pengetahuan mengenai jenis dan aktivitas mengigit nyamuk, Sikap masyarakat dan tindakan masyarakat terhadap kejadian malaria sudah baik, namun terdapat kendala dalam pelaksanaan tindakan tersebut. Kata kunci: perilaku masyarakat; malaria; pandemi Covid-19
Profil Malaria pada Remaja di Kota Bitung Periode Juli – November 2023 Firra, Andi H. F.; Tuda, Josef S. B.; Pijoh, Victor D.
e-CliniC Vol. 13 No. 1 (2025): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v13i1.60180

Abstract

Abstract: In North Sulawesi, malaria remains as a significant health issue, indicated by the high number of clinical cases and positive results in several areas. Bitung City is an area with sandy soil and is directly adjacent to the coastline, with a high population density. Residing in a malaria-endemic area makes the population of Bitung City vulnerable to malaria, especially teenager who are in the explorative age group. This study aimed to determine the profile of malaria among teenagers in Bitung City during the period of July to November 2023. This was a descriptive study with a cross-sectional approach. The data obtained were organized in the form of frequency distribution tables, and discussed according to malaria agents and the respondents’ gender. The results showed that there were more male respondents than females (59%:41%). The most frequent type of malaria agent was Plasmodium vivax (49%), and less in Plasmodium falciparum (6%); none in Plasmodium ovale and Plasmodium malariae (0%). In conclusion, the dominant malaria parasite species among teenagers in Bitung was Plasmodium vivax. There are more male teenagers suffering from malaria than female teenagers. Keywords: Plasmodium; malaria; teenagers; gender    Abstrak: Di Sulawesi Utara malaria masih menjadi permasalahan kesehatan yang ditunjukkan oleh tingginya jumlah kasus klinis dan hasil positif pada beberapa daerah. Kota Bitung ialah wilayah dengan tanah berpasir dan berbatasan langsung dengan garis pantai yang memiliki kepadatan penduduk tinggi. Berdiam di wilayah endemik malaria membuat penduduk Kota Bitung rentan terhadap malaria, khususnya usia remaja yang merupakan usia eksploratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil malaria pada remaja di Kota Bitung periode Juli – November 2023. Jenis penelitian ini ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Data perolehan disusun dalam bentuk tabel distribusi frekuensi, dan dibahas menurut agen malaria dan jenis kelamin responden. Hasil penelitian mendapatkan jenis kelamin responden paling banyak ialah laki-laki (59%), lebih sedikit pada perempuan (41%). Jenis agen malaria responden paling banyak ialah Plasmodium vivax (49%), sedikit pada Plasmodium falciparum (6%), dan tidak ada pada Plasmodium ovale dan Plasmodium malariae (0%). Simpulan penelitian ini ialah spesies parasit malaria yang dominan di Bitung ialah Plasmodium vivax. Penderita malaria didapatkan lebih banyak pada remaja laki-laki dibandingkan remaja perempuan. Kata kunci: plasmodium; malaria; remaja; jenis kelamin