Fibrika Rahmat Basuki
Prodi Tadris Fisika UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Desain Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal Bagi Guru SMP di Kabupaten Tanjung Jabung Barat Jufrida; Fibrika Rahmat Basuki; Wawan Kurniawan
J-PEMAS - Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat J_PEMAS
Publisher : STMIK Amik Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan kemerosotan moral dan karakter mengindikasi bahwa generasi muda kurang mengenal kearifan lokal dan jati diri bangsa. Pembelajaran berbasis kearifan lokal merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan guru untuk menanamkan karakter pada siswa. Namun guru-guru SMP di Kabupaten Tanjung Jabung Barat masih mengalami kesulitan untuk mengintegrasikan kearifan lokal dalam pembelajaran. Solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu melalui desain pembelajaran berbasis kearifan lokal. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini berbentuk workshop. Sasaran kegiatan yaitu guru SMP se Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Tempat kegiatan di SMPN 1 Kuala Tungkal. Evaluasi program dilakukan dengan memberikan angket kepada peserta pelatihan. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa 80% peserta telah memahami tentang potensi kearifan lokal Jambi, pemetaan kompetensi dasar dan integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran. Kegiatan ini juga menambah keterampilan guru, dimana 70% peserta mampu merancang sekenario pembelajaran dan bahan ajar berbasis kearifan lokal. Integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran dilakukan dengan menjadikan kearifan lokal sebagai konteks untuk menemukan konsep sains.
Agen Penggerak Permainan Tradisional: Solusi mengurangi Kecanduan Gadget Pada Anak Jufrida Jufrida; Fibrika Rahmat Basuki; Wawan Kurniawan
Jurnal Surya Masyarakat Vol 4, No 1 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.4.1.2021.1-9

Abstract

The use of gadgets can cause addiction and have a negative impact on the health and psychological development of children. The solution to overcome this problem was through outdoor learning based on local wisdom of traditional games. This activity aims to form an agent for driving traditional games to reduce the use of gadgets for children in the District of Pelayangan. The method of implementing activities was in the form of socialization, training and assistance to prospective agents who drive traditional games. The targets of the activities were students at SDN 04 / IV and SDN 10 / IV Jambi City. The activity was carried out in  July-September 2020. The evaluation was carried out by giving questionnaires to participants to determine the success of the activity. The results of this activity indicated that students at SDN 04 / IV and SDN 10 / IV Jambi City preferred traditional games. Based on the results of the questionnaire, data on the frequency of using gadgets decreased from an average of 25 hours/week to 17 hours/week. Through traditional games, students interact more frequently with peers. This activity also increases knowledge about traditional games. This traditional game also trains students' social skills and character such as cooperation, hard work, honesty, sportsmanship, obeying rules, dexterity, accepting defeat, and responsibility.
Agen Penggerak Permainan Tradisional: Solusi mengurangi Kecanduan Gadget Pada Anak Jufrida Jufrida; Fibrika Rahmat Basuki; Wawan Kurniawan
Jurnal Surya Masyarakat Vol 4, No 1 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.4.1.2021.1-9

Abstract

The use of gadgets can cause addiction and have a negative impact on the health and psychological development of children. The solution to overcome this problem was through outdoor learning based on local wisdom of traditional games. This activity aims to form an agent for driving traditional games to reduce the use of gadgets for children in the District of Pelayangan. The method of implementing activities was in the form of socialization, training and assistance to prospective agents who drive traditional games. The targets of the activities were students at SDN 04 / IV and SDN 10 / IV Jambi City. The activity was carried out in  July-September 2020. The evaluation was carried out by giving questionnaires to participants to determine the success of the activity. The results of this activity indicated that students at SDN 04 / IV and SDN 10 / IV Jambi City preferred traditional games. Based on the results of the questionnaire, data on the frequency of using gadgets decreased from an average of 25 hours/week to 17 hours/week. Through traditional games, students interact more frequently with peers. This activity also increases knowledge about traditional games. This traditional game also trains students' social skills and character such as cooperation, hard work, honesty, sportsmanship, obeying rules, dexterity, accepting defeat, and responsibility.
Revitalisasi Permainan Tradisional: Upaya Meningkatkan Interaksi Sosial Anak dan Mengurangi Pengaruh Negatif Teknologi Boby Syefrinando; Fibrika Rahmat Basuki; Krisna Suryanti
Jurnal Surya Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Mei 2026 (Article in Press)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permainan tradisional memiliki peran penting dalam membangun keterampilan sosial dan memperkuat interaksi antar anak. Namun, kemajuan teknologi yang pesat telah menyebabkan pergeseran aktivitas anak menuju penggunaan perangkat digital secara berlebihan, yang berdampak pada menurunnya interaksi sosial. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKm) ini bertujuan untuk merevitalisasi permainan tradisional sebagai sarana untuk meningkatkan interaksi sosial anak dan mengurangi pengaruh negatif teknologi. Kegiatan ini dilaksanakan di SDN 94/IV Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, dengan melibatkan 113 siswa sebagai peserta, serta guru dan mahasiswa sebagai fasilitator. Program ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR), yang memungkinkan keterlibatan aktif dari seluruh pihak terkait dalam setiap tahap kegiatan. Pelaksanaan kegiatan berlangsung selama tiga bulan, dari Oktober hingga Desember 2024. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan partisipasi siswa dalam permainan tradisional serta adanya pengurangan waktu penggunaan gadget di luar jam pelajaran. Selain itu, interaksi sosial antar siswa meningkat, yang tercermin dalam kerja sama dan komunikasi selama bermain. Revitalisasi permainan tradisional terbukti menjadi solusi efektif dalam mengurangi dampak negatif teknologi dan membangun kembali nilai-nilai kebersamaan di kalangan anak-anak.
Revitalisasi Permainan Tradisional: Upaya Meningkatkan Interaksi Sosial Anak dan Mengurangi Pengaruh Negatif Teknologi Boby Syefrinando; Fibrika Rahmat Basuki; Krisna Suryanti
Jurnal Surya Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Mei 2026 (Article in Press)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permainan tradisional memiliki peran penting dalam membangun keterampilan sosial dan memperkuat interaksi antar anak. Namun, kemajuan teknologi yang pesat telah menyebabkan pergeseran aktivitas anak menuju penggunaan perangkat digital secara berlebihan, yang berdampak pada menurunnya interaksi sosial. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKm) ini bertujuan untuk merevitalisasi permainan tradisional sebagai sarana untuk meningkatkan interaksi sosial anak dan mengurangi pengaruh negatif teknologi. Kegiatan ini dilaksanakan di SDN 94/IV Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, dengan melibatkan 113 siswa sebagai peserta, serta guru dan mahasiswa sebagai fasilitator. Program ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR), yang memungkinkan keterlibatan aktif dari seluruh pihak terkait dalam setiap tahap kegiatan. Pelaksanaan kegiatan berlangsung selama tiga bulan, dari Oktober hingga Desember 2024. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan partisipasi siswa dalam permainan tradisional serta adanya pengurangan waktu penggunaan gadget di luar jam pelajaran. Selain itu, interaksi sosial antar siswa meningkat, yang tercermin dalam kerja sama dan komunikasi selama bermain. Revitalisasi permainan tradisional terbukti menjadi solusi efektif dalam mengurangi dampak negatif teknologi dan membangun kembali nilai-nilai kebersamaan di kalangan anak-anak.