Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN KULINER BERBAHAN BAKU SALAK DI DESA WISATA MRANGGEN Triwara Buddhi Satyarini
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.016 KB) | DOI: 10.18196/ppm.32.220

Abstract

Desa Mranggen telah mendapatkan mandat sebagai Desa Wisata & Budaya dari Dinas Pariwisata Kabupaten Magelang sejak tahun 2017 mengingat beberapa potensi yang dimiliki, baik potensi alam maupun potensi sosial budaya yang lain. Potensi yang memerlukan perhatian dan pengembangan lebih lanjut dalam rangka inisiasi desa wisata antara lain kuliner berbahan baku salak yang merupakan hasil pertanian lokal. Untuk meningkatkan potensi tersebut agar bisa menunjang realisasi Desa Wisata, dilakukan pelatihan pembuatan aneka olahan berbahan baku salak yang diharapkan bisa menjadi oleh-oleh khas dari Desa Wisata Mranggen. Macam olahan yang sudah dilakukan pelatihan antara lain dodol salak, cookies salak, brownies salak dan donat salak, Selain pelatihan diversifikasi olahan berbahan baku buah salak tersebut, juga diberikan pelatihan dan pengembangan pemasarannya, termasuk dibentuknya outlet-outlet penjualan produknya.
Pengembangan Model Pemasaran Wedang Ereng-Ereng Sebagai Ikon Kuliner Khas Desa Wisata Seloharjo Triwara Buddhi Satyarini; Sutrisno
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.693 KB) | DOI: 10.18196/ppm.23.353

Abstract

Tujuan dari kegiatan ini adalah memberdayaan potensi kuliner khas lokal Desa Seloharjo berupaminuman atau wedang yang diberi nama Wedang Ereng-ereng. Wedang ini pada awalnyadiformulasikan oleh seorang warga, namun akhirnya diserahkan kepada masyarakat dan pemerintahDesa Seloharjo untuk dikembangkan dalam rangka mendukung Seloharjo sebagai desa wisata. Masalahyang ditangani adalah belum seragamnya formula yang dikuasai masyarakat sehingga perlu standarisasi.Masalah yang kedua adalah pengembangan pemasaran meliputi promosi, penetapan harga dan sistempenjualan. Kegiatan yang dilakukan untuk menjawab permasalahan tersebut adalah standarisasi produkdan harga, gebyar wedang-ereng-ereng dengan festival serta pengembangan pemasaran dengan membentukoutlet-outlet penjualan berupa warung wedang ereng-ereng