Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA PONCOSARI, SRANDAKAN, BANTUL Muhammad Fariez Kurniawan; Isnafi Dewi; Muhammad Fauzi Andriyanto
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 8. Teknologi Produksi dan Daya Saing Industri Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.322 KB)

Abstract

Desa Poncosari terletak di Kecamatan Srandakan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.Masyarakat Desa Poncosari mayoritas bermata pencarian dalam bidang pertanian. Dusun yang ada diDesa Koripan di antaranya adalah Dusun Bayuran dan Dusun Koripan. Kegiatan pengabdianmasyarakat ini dilakukan di Dusun Bayuran dan Dusun Koripan dengan beberapa kegiatan yangdilakukan yang meliputi optimalisasi bank sampah pada Kelompok Jejaring Sampah Mandiri SumberLestari, penyuluhan dan praktik budi daya tanaman obat keluarga pada kelompok wanita tani (KWT)Bayu Lestari, dan pelatihan pembuatan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) padamasyarakat tani Dusun Bayuran dan Dusun Koripan. Metode kegiatan yang digunakan berupasosialisasi dan pelatihan serta pemberian hibah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukanberkolaborasi dengan tim KKN UMY, yaitu kelompok KKN 022 dan KKN 140. Hasil kegiatanpengabdian masyarakat ini berupa diketahuinya metode pengelolaan sampah organik menjadi pupukkompos dengan menggunakan komposter ember tumpuk (KOMET), diketahuinya ragam tanaman obatkeluarga dan manfaatnya termasuk cara budi dayanya serta dipahaminya cara pembuatan PGPR dancara aplikasi di lahan pertanian. Ketiga bentuk kegiatan pengabdian masyarakat tersebut mampumeningkatkan pengetahuan sehingga akan dapat meningkatkan produktivitas pertanian danmeningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat di Dusun Koripan dan Dusun Bayuran pada khususnyadan masyarakat Desa Poncosari pada umumnya.
PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) DI DUSUN POLAMAN, ARGOREJO, SEDAYU, BANTUL Muhammad Fariez Kurniawan; Devi Rahmawati; Muhammad Afif Fadli; Chantika Altian Septiana; Salsabila Milando
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 8. Teknologi Produksi dan Daya Saing Industri Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1277.832 KB) | DOI: 10.18196/ppm.38.337

Abstract

Dusun Polaman terletak di Desa Argorejo, Kecamatan Sedayu, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dusun Polaman merupakan salah satu tujuan wisata di Kecamatan Sedayu dan sudah memiliki Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang mengelola Polaman River Tubing. Dusun ini juga sudah memiliki Kelompok Wanita Tani (KWT) Sedyo Rahayu yang sudah memiliki kebun percontohan Tanaman Obat Keluarga (toga). Dusun Polaman diresmikan menjadi dusun mitra unit kegiatan mahasiswa Islamic Research Pharmacy Club (IRPC). Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Dusun Polaman berkolaborasi dengan mahasiswa farmasi anggota IRPC. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diawali dengan peresmian Dusun Polaman sebagai dusun mitra IRPC yang dilakukan bersamaan dengan penyuluhan pemanfaatan toga pada anggota kelompok KWT Sedyo Rahayu serta perangkat Desa Argorejo. Kegiatan pengabdian selanjutnya dilakukan dengan penyuluhan cara pengolahan dan konsumsi toga dan pembuatan display percontohan toga dan kebun budi daya toga. Metode kegiatan yang digunakan berupa sosialisasi dan pelatihan. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa diketahuinya ragam toga dan manfaatnya berikut cara budi dayanya serta dipahaminya cara pengolahan toga menjadi bentuk sediaan siap konsumsi. Bentuk kegiatan pengabdian masyarakat diharapkan meningkatkan pengetahuan sehingga akan dapat meningkatkan produktivitas pertanian toga dan meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat di Dusun Polaman secara khusus dan masyarakat Desa Argorejo, Sedayu, Bantul pada umumnya.
Pengembangan Tanaman Obat Keluarga Kelompok Wanita Tani, Kayuhan Wetan, Pajangan, Bantul Muhammad Fariez Kurniawan; Sabtanti Harimurti; Ingenida Hadning
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 2. Pengembangan Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.124 KB) | DOI: 10.18196/ppm.22.483

Abstract

Dusun Kayuhan Wetan merupakan salah satu dusun yang terdapat di Kelurahan Triwidadi, Pajangan,Bantul. Dusun ini merupakan dusun mitra dari Islamic Research Pharmacy Club (IRPC), suatu wadahorganisasi mahasiswa Program Studi Farmasi yang berkecimpung di bidang kajian riset pengetahuankeislaman. Dusun Kayuhan Wetan resmi menjadi dusun mitra pada tanggal 16 Desember 2018. Dalamkegiatan pengabdian masyarakat pemberdayaan desa mitra ini dilakukan beberapa tahap kegiatan yangberkelanjutan yang sudah terlaksana, meliputi : Penyuluhan Obat Tradisional, Penyuluhan BudidayaTanaman Obat Keluarga (TOGA), Pemberian Hibah dan Penanaman Tanaman Obat Keluarga(TOGA), Pelatihan Pembuatan Jamu Instan, Pelatihan Pembuatan Agar-Agar Jamu Kering, danPemberian Hibah Alat. Hasil yang didapatkan adalah meningkatnya pengetahuan warga masyarakattentang teknik budidaya dan teknik pengolahan produk empon-empon yang menjadi produk jamu instandan agar-agar kering jamu yang lebih praktis dalam konsumsi nya.
PENINGKATAN KAPASITAS KWT SEDYO RAHAYU MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN ES KRIM JAMU DAN PENGEMASAN PRODUK Muhammad Fariez Kurniawan; Devi Rahmawati; Ilham Intan Dari; Maura Shavira Alamsyah; Lutfi Syauqi Robbani; Rinto Alam Harahap
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.021 KB) | DOI: 10.18196/ppm.44.583

Abstract

Dusun Polaman adalah salah satu dusun di Desa Argorejo, Sedayu, Bantul yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi dusun wisata, dikarenakan ada BUMDes yang mengelola usaha wisata Polaman River Tubing. Salah satu kendala dalam pengembangan menjadi dusun wisata adalah belum memiliki produk khas yang bisa dijadikan ikon dari Dusun Polaman tersebut. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah mengadakan pelatihan pembuatan es krim jamu dan pelatihan pengemasan yang diharapkan dapat menjadi produk khas Dusun Polaman serta meningkatkan kapasitas dari KWT Sedyo Rahayu. Metode yang digunakan berupa sosialisasi dan pelatihan. Es krim jamu yang dihasilkan memiliki citarasa yang khas yaitu memiliki rasa khas es krim namun tidak menghilangkan citarasa khas jamu yang digunakan. Kegiatan ini memberikan wawasan baru dan skill kepada anggota KWT dan masyarakat Dusun Polaman pada umumnya berkaitan pengolahan jamu menjadi sediaan es krim, sehingga masyarakat khususnya anak-anak yang kurang menyukai rasa jamu akan menjadi menyukai rasa jamu jika dikemas dalam bentuk sediaan es krim. Produk ini dapat dikembangkan oleh KWT Sedyo Rahayu sehingga dapat menjadi produk khas Dusun Polaman sebagai dusun wisata. Dilaksanakan juga kegiatan pelatihan pengemasan, sehingga dapat mempercantik kemasan pada makanan cemilan yang sudah diproduksi oleh KWT Sedyo Rahayu. Kegiatan tersebut mampu meningkatkan potensi penjualan produk-produk tersebut di pasaran.
PENINGKATAN KAPASITAS KELOMPOK WANITA TANI (KWT) MELALUI PRODUKSI SABUN CAIR CUCI PIRING DAN CUCI TANGAN LIDAH BUAYA Muhammad Fariez Kurniawan
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.901 KB) | DOI: 10.18196/ppm.44.785

Abstract

Kelompok Wanita Tani (KWT) Sedyo Rahayu berada di Argorejo, Sedayu, Bantul. KWT ini memiliki unit usaha pembuatan keripik yang dijual masih dalam skala kecil. Kondisi pandemi COVID-19 menyebabkan terhentinya kegiatan produksi keripik dan juga penjualannya sehingga tidak ada pemasukan bagi anggota KWT. Di sisi lain kebutuhan tambahan meningkat seiring dengan pemenuhan kebutuhan protokol kesehatan COVID-19 seperti suplemen multivitamin, hand sanitizer dan khusunya sabun cair cuci tangan. KWT Sedyo Rahayu memiliki potensi berupa kebun tanaman obat yang banyak ditanami dengan tanaman lidah buaya. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan sebagai upaya untuk memberikan skill pembuatan sabun cair cuci tangan dan sabun cair cuci piring memanfaatkan potensi melimpahnya tanaman budidaya lidah buaya yang sudah dimiliki oleh KWT Sedyo Rahayu. Metode pengabdian yang dilakukan berupa pelatihan pengolahan daging lidah buaya menjadi bentuk sediaan sabun cair cuci tangan dan sabun cair cuci piring. Kegiatan lainnya berupa penanaman tanaman obat keluarga (TOGA) yang berkhasiat untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh. Hasil kegiatan ini adalah anggota KWT Sedyo Rahayu memiliki pengetahuan dan skill untuk mengolah hasil budidaya lidah buaya menjadi bentuk sabun cair cuci tangan dan sabun cair cuci piring. Selain itu anggota KWT juga dapat mengolah dan memanfaatkan herbal yang sudah ditanam untuk meningkatkan imunitas tubuh. Kemandirian ini diharapkan dapat mengurangi pengeluaran rumah tangga untuk pembelian sabun cair dan pembelian suplemen kesehatan dalam upaya untuk pelaksanaan protokol kesehatan selama masa pandemi COVID-19 bagi anggota KWT Sedyo Rahayu.