Martha Debora Korompis
Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Manado

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Faktor Penyebab Dismenorea Pada Siswi di Asrama Puteri Madrasah Aliyah Negeri Model 1 Manado Gusti Ayu irtawati; Martha Debora Korompis; Juwita Rahayu Betrang
JIDAN (Jurnal Ilmiah Bidan) Vol 5 No 2 (2018): Edisi Januari - Juni 2018
Publisher : POLTEKKES KEMENKES MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jib.v5i2.838

Abstract

Latar Belakang: Dismenorea adalah keluhan yang sering dialami perempuan pada bagian perut bawah. Dismenorea dapat dibagi menjadi dua yaitu dismenorea primer dan sekunder. Dismenorea primer adalah nyeri haid yang dirasakan tanpa adanya kelainan pada alat reproduksi. Dismenorea sekunder adalah nyeri haid yang berhubungan dengan berbagai keadaan patologis di organ genitalia. Menurut data dari World Health Organization (WHO) didapatkan kejadian sebesar 1.769.425 jiwa (90%) wanita yang mengalami dismenorea. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara usia menarke, status gizi, dan siklus haid dengan dismenorea pada siswi di Asrama Puteri Madrasah Aliyah Negeri Model 1 Manado. Metode: Jenis penelitian yang digunakan metode penelitian yang bersifat deskriptif analitik dengan metode cross sectional yang dilakukan kepada 75 responden. Hasil : Hasil penelitian, didapatkan 44 responden (59%) yang usia menarke ≥ 12 tahun mengalami dismenorea dengan nilai p=0,084, 36 responden (48%) yang status gizi normal mengalami dismenorea dengan nilaip=0,019, dan 57 responden (76%) yang siklus haid normal mengalami dismenorea dengan nilaip=0,022. Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa usia menarke tidak ada hubungan dengan dismenorea, sedangkan status gizi dan siklus haid memiliki hubungan terhadap dismenorea pada siswi di Asrama Puteri Madrasah Aliyah Negeri Model 1 Manado karena nilai p-value <ɑ-value (0,05).
Pengaruh Latihan Fisik Terhadap Faktor Risiko Kardiometabolik (Kadar Glukosa Darah) Pada Wanita Usia Reproduktif Wahyuni Wahyuni; Martha Debora Korompis
JIDAN (Jurnal Ilmiah Bidan) Vol 7 No 2 (2020): Edisi Januari-Juni 2020
Publisher : POLTEKKES KEMENKES MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jib.v7i2.1131

Abstract

Kardiometabolik merupakan sekumpulan kelainan metabolisme yang ditandai dengan lima kriteria yaitu obesitas abdominal, peningkatan kadar trigliserida, penurunan HDL-kolesterol, peningkatan kadar glukosa darah puasa, dan peningkatan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh latihan fisik terhadap faktor risiko kardiometabolik (kadar glukosa darah) pada wanita usia reproduktif di coastal area. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan rancangan one group pretest dan posttest. Penelitian dilaksanakan selama tiga bulan. Pengambilan sampel dilakukan secara purposif. Sampel sebanyak 117 orang wanita usia reproduktif yang terdiri atas 61 coastal area dan 56 noncoastal area. Dilakukan pengambilan darah untuk pemeriksaan kadar glukosa darah dengan menggunakan alat spektrofotometer sebelum dan setelah responden melakukan latihan fisik. Perbandingan kadar glukosa darah antara sampel yang berdomisili di coastal area dan non coastal area hanya dilakukan sebelum latihan fisik. Latihan fisik berupa senam aerobik 3 kali dalam seminggu selama 8 minggu dengan durasi 60 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan kategori kadar glukosa sebelum dan setelah latihan fisik (kategori normal dari 101 orang menjadi 115 orang, kategori rendah dari 10 orang manjadi tidak ada, dan kategori tinggi dari 6 orang menjadi 2 orang, dengan nilai p= 0.002). Terdapat penurunan yang signifikan pada kadar glukosa darah setelah melakukan latihan fisik (88.00 mg/dL ± 13.22 menjadi 82.00 mg/dL ± 10.09, nilai p < 0.001). Tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada kadar glukosa berdasarkan domisili responden (nilai p =0.195). Dengan demikian, latihan fisik dapat menurunkan kadar glukosa darah, sedangkan domisili coastal dan non coastal tidak berpengaruh terhadap kadar glukosa darah.