Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Lembar Kerja Siswa Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Di SMP Dwi Agustina; Syita Fatih ‘Adna; Nur Baiti Nasution
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 1. Pengembangan Pendidikan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.973 KB) | DOI: 10.18196/ppm.21.462

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat yang dipaparkan dalam artikel ini merupakan programpengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan dengan tujuan utama melatih guru – guru BahasaInggris yang ada di SMP 14 Pekalongan Jawa Tengah untuk memodifikasi metode kumon dalampengajaran di kelas. Kegiatan ini dilakukan karena SMP 14 memiliki permasalahan dimana banyaksiswa belum menguasai materi yang disampaikan guru dan mereka belum mencapai nilai minimal yangditentukan oleh sekolah sehingga para siswa perlu diberikan lebih banyak lembar kerja untuk latihan.Namun banyak guru masih ragu untuk menyusun lembar kerja yang sesuai bagi siswa. Programpengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk membantu SMP 14 mengatasi permasalahan tersebut.Dalam pelatihan ini, para guru diberikan paparan terkait metode kumon, implementasinya dalam matapelajaran Bahasa Inggris, modifikasinya serta model lembar kerjanya. Dari kegiatan ini, para guruBahasa Inggris yang ada di SMP 14 Pekalongan menjadi lebih tahu tentang metode Kumon,modifikasinya dan implementasinya dalam pengajaran Bahasa Inggris. Mereka juga dapat membuatlembar kerja modifikasi kumon sesuai materi dan kebutuhan anak di kelas. Namun demikian, tantanganbaru muncul dalam pelatihan penyusunan lembar kerja modifikasi kumon ini. Artikel ini menyajikanpaparan guru terkait permasalahan baru yang mereka hadapi ketika harus menyusun dan menggunakanlembar kerja modifikasi kumon di kelas.
Eksperimentasi Model Pembelajaran AIR dan TTW Berbantuan Powtoon terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Kelas IX Fitriani, Siti Rohmatul; Franita, Yesi; Syita Fatih ‘Adna
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 15 No 1 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i1.2479

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan komunikasi matematis siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran AIR berbantuan Powtoon, model pembelajaran TTW berbantuan Powtoon, dan model pembelajaran konvensional. Penelitian eksperimen ini menggunakan metode kuantitatif dengan bentuk desain eksperimen semu yaitu nonequivalent posttest-only control group design. Instrumen penelitian meliputi pedoman wawancara, lembar observasi, lembar validasi, dan tes. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini melalui wawancara, observasi, angket, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa hipotesis pertama H0 diterima karena nilai -Z(0,025) = -1,96 ≤ Zhitung = 0,479 ≤ Z0,025 = 1,96, hipotesis kedua H0 ditolak karena nilai Zhitung = 4,117 > Z0,05 = 1,645, dan hipotesis ketiga H0 ditolak karena nilai Zhitung = 3,858 > Z0,05 = 1,645. Analisis data tersebut menggun akan uji post hoc (Mann-Whitney). Kesimpulannya adalah bahwa siswa yang belajar dengan model pembelajaran AIR dan TTW berbantuan Powtoon menunjukkan kemampuan yang setara dalam komunikasi matematis. Kemudian, temuan di lapangan menunjukkan bahwa siswa yang belajar dengan model AIR dan TTW dengan bantuan Powtoon lebih baik dalam berkomunikasi secara matematis daripada yang diterangkan melalui pendekatan konvensional. Dengan demikian, saran yang bisa diberikan adalah pendekatan pembelajaran AIR berbantuan Powtoon dan pendekatan pembelajaran TTW berbantuan Powtoon dapat digunakan dan dikembangkan untuk kegiatan belajar mengajar matematika dengan materi lain serta untuk mengukur kemampuan kognitif matematika lainnya.
Problem Based Learning Models Assisted by Mathcard on Students' Critical Thinking Abilities and Mathematical Dispositions Firda Nur Arifa; Syita Fatih ‘Adna; Aprilia Nurul Chasanah
RANGE: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 1 (2024): Range Juli 2024
Publisher : Pendidikan Matematika UNIMOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jpm.v6i1.5612

Abstract

Learning using the 2013 curriculum encourages students to have 4C abilities. The findings of the initial test results in class IX of SMP Negeri 3 Muntilan, their critical thinking skills were classified as poor. Mathematical disposition abilities influence the low and high level of students' mathematical critical thinking abilities. The findings from the initial questionnaire showed that mathematical disposition ability was in the medium category. Then, with the need for students not to get bored quickly and to be active when learning, the Problem Based Learning (PBL) model assisted by math cards was implemented. The research objective to be achieved in this study is to analyze in a multivariate way the critical thinking abilities and mathematical disposition abilities taught using the PBL model assisted by mathcards are better than those taught using the expository learning model on quadratic equations. The approach used is quantitative research with a quasi experimental design in the form of a non equivalent posttest only control group design. The results of this research are; Multivariately, students' critical thinking abilities and mathematical disposition are better in the PBL model assisted by mathcards compared to the expository model in quadratic equations. However, educators need to reconsider the material that will be applied with this mathcard-assisted PBL model, because this model is not necessarily suitable for all material.
Eksperimentasi Model Pembelajaran AIR dan TTW Berbantuan Powtoon terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Kelas IX Fitriani, Siti Rohmatul; Franita, Yesi; Syita Fatih ‘Adna
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 1 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i1.2479

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan komunikasi matematis siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran AIR berbantuan Powtoon, model pembelajaran TTW berbantuan Powtoon, dan model pembelajaran konvensional. Penelitian eksperimen ini menggunakan metode kuantitatif dengan bentuk desain eksperimen semu yaitu nonequivalent posttest-only control group design. Instrumen penelitian meliputi pedoman wawancara, lembar observasi, lembar validasi, dan tes. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini melalui wawancara, observasi, angket, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa hipotesis pertama H0 diterima karena nilai -Z(0,025) = -1,96 ≤ Zhitung = 0,479 ≤ Z0,025 = 1,96, hipotesis kedua H0 ditolak karena nilai Zhitung = 4,117 > Z0,05 = 1,645, dan hipotesis ketiga H0 ditolak karena nilai Zhitung = 3,858 > Z0,05 = 1,645. Analisis data tersebut menggun akan uji post hoc (Mann-Whitney). Kesimpulannya adalah bahwa siswa yang belajar dengan model pembelajaran AIR dan TTW berbantuan Powtoon menunjukkan kemampuan yang setara dalam komunikasi matematis. Kemudian, temuan di lapangan menunjukkan bahwa siswa yang belajar dengan model AIR dan TTW dengan bantuan Powtoon lebih baik dalam berkomunikasi secara matematis daripada yang diterangkan melalui pendekatan konvensional. Dengan demikian, saran yang bisa diberikan adalah pendekatan pembelajaran AIR berbantuan Powtoon dan pendekatan pembelajaran TTW berbantuan Powtoon dapat digunakan dan dikembangkan untuk kegiatan belajar mengajar matematika dengan materi lain serta untuk mengukur kemampuan kognitif matematika lainnya.