Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Kualitas Tata Kelola Keuangan SMA/SMK MUHAMMADIYAH Studi Kasus pada SMA/SMK Muhammadiyah di Kabupaten Kulonprogo Imamudin Yuliadi; Dyah Kusumawardani
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 1. Pengembangan Pendidikan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.237 KB) | DOI: 10.18196/ppm.21.520

Abstract

Tata kelola keuangan sekolah merupakan aktifitas penting dalam menciptakan managemansekolah yang berkualitas. Proses pencatatan dan pengadministrasian keuangan sekolah akanmenentukan gerak organisasi sekolah secara keseluruhan. Kegiatan pendampingan prosespencatatan keuangan sekolah SMA/SMK Muhammadiyah di kabupaten Kulonprogomerupakan bagian dari upaya terus menerus untuk mewujudkan tata kelola keuangan sekolahMuhammadiyah yang semakin baik dan akuntabel. Berdasarkan hasil review atas laporankeuangan sekolah SMA/SMK Muhammadiyah di kabupaten Kulonprogo dapat diketahui adabebeapa persoalan keuangan yang dihadapi oleh sekolah-sekolah tersebut. Secara makroditemukan suatu fakta bahwa PWM DIY selaku induk organisasi belum mempunyai standarkeuangan yang dapat menjadi referensi bagi semua sekolah di lingkungan Muhammadiyahuntuk menyusun laporan keuangan. Persoalan lain yang ditemukan adalah masih belummemadainya kompetensi SDM yang mengelola keuangan sehingga ditemui banyakkekurangqn dalam penyusunan laporan keuangan yang memenuhi prinsip keuangan yangtransparan dan akuntabel. Rekomendasi dari kegiatan ini adalah perlu disusun standarpencatatan keuangan sekolah di tingkat nasional/propinsi dan perlunya dilakukan pelatihanterhadap SDM pengelola keuangan untuk meningkatkan kompetensi dalam tata kelolakeuangan yang memenuhi prinsip tata kelola keuangan organisasi yang baik (good corporategovernment).
PEMBERDAYAAN EKONOMI KELUARGA DIFABEL MELALUI BUDIDAYA TANAMAN HERBAL SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN ‘WEDANG UWUH’ Imamudin Yuliadi; Ahmad Maruf
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.626 KB) | DOI: 10.18196/ppm.41.839

Abstract

Pemberdayaan ekonomi keluarga merupakan bagian dari memperkuat peran ekonomi dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara umum. Kaum difabel merupakan bagian dari anggota masyarakat yang membutuhkan pendampingan dalam meningkatkan ketahanan ekonomi melalui kegiatan produktif yang bisa dikerjakan di rumah. Tanaman herbal merupakan tanaman yang banyak tumbuh di lingkungan masyarakat dan relative mudah dalam penanaman dan pemeliharaannya sehingga potensial untuk dikembangkan oleh keluarga difabel. Tanaman herbal seperti kencur, jahe, temulawak, kunir, laos, dll merupakan tanaman yang populer ditanam di lingkungan halaman rumah sebagai tanaman obat dan bumbu masakan. Hasil tanaman herbal digunakan untuk obat dan bumbu disamping untuk ramuan minuman ‘WEDANG UWUH’ yang popular di masyarakat di tengah kondisi pandemic Covid 19 sekarang ini. WEDANG UWUH merupakan mimunam khas masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya yang terbuat dari ramuan rempah-rempah sebagai minuman kesehatan yang menghangatkan badan serta dapat menghilangkan gejala sakit flu, batuk, pilek dan badan mriang. Obyek kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah seluruh anggota difabel Gabungan Difabel Gamping (GADING) yang merupakan komunitas binaan dari prodi ekonomi FEB UMY dan juga kerjasama dengan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhamamdiyah. Permasalahan yang dihadapi pada keluarga difabel GADING adalah tidak adanya arahan dan pendampingan untuk bagaimana memanfaatkan lingkungan rumah untuk tanaman herbal sehingga dapat meningkatkan pendapatan keluarga. Solusi dari permasalahan ini yaitu perlu adanya kegiatan riil untuk memberikan pendampingan dan bantuan teknis bagaimana memanfaatkan lingkungan halaman rumah untuk budidaya tanaman herbal. Hasil dari budidaya tanaman herbal untuk produksi ‘WEDANG UWUH’ dan dijual di pasar melalui media sosial atau jaringan komunitas di masyarakat. Target luaran dari kegiatan pengabdian masyarakat pemberdayaan keluarga difabelGading untuk budidaya tanaman herbal adalah anggota difabel Gading mampu menghasilkan tanaman herbal sebagai bahan baku produksi ‘WEDANG UWUH’ untuk dipasarkan sehingga dapat meningkatkan pendapatan keluarga.