Deswita -
Unknown Affiliation

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Aplikasi Model Konservasi Levine dalam Asuhan Keperawatan Untuk Pemenuhan Kebutuhan Oksigenasi di Rumah Sakit Deswita -
Ners Jurnal Keperawatan Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.674 KB) | DOI: 10.25077/njk.8.2.154-160.2012

Abstract

Studi kasus ini memberikan gambaran mengenai Aplikasi Model Konservasi Levine pada anak  dengan gangguan oksigenasi di rumah sakit. Aplikasi model Konservasi Levine bertujuan untuk mengoptimalkan adaptasi klien yang mengalami gangguan oksigenasi dengan lingkungan untuk mencapai wholeness. Diagnosis keperawatan utama yang ditemukan adalah gangguan tidak efektif  jalan nafas dan gangguan pertukaran gas. Intervensi keperawatan yang diberikan berupa memposisikan klien agar paru dapat mengembang maksimal dan mengoptimalkan suplai oksigen ke seluruh tubuh, monitoring status oksigenasi, pendidikan kesehatan, dan dukungan kepada klien dan keluarga. 
Pengaruh Terapi Murotal Terhadap Tingkat Kecemasan Menghadapi Persalinan Pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Deswita -
Ners Jurnal Keperawatan Vol 9, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.798 KB) | DOI: 10.25077/njk.9.2.%p.2013

Abstract

Kecemasan merupakan kondisi kejiwaan yang penuh dengan kekhawatiran akan apa yang mungkin terjadi. Menjelang hari-hari terakhir sebelum melahirkan, seorang calon ibu sering kali dilanda kecemasan menghadapi masa persalinan. Kecemasan menimbulkan dampak secara fisik maupun psikis pada janin, ibu dan proses persalinan yang dijalani nantinya. Salah satu penatalaksanaan secara non farmakologi adalah terapi murotal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi murotal terhadap tingkat kecemasan menghadapi persalinan. Jenis penelitian ini menggunakan quasy eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Subjek penelitian adalah 12 orang ibu hamil trimester ketiga di wilayah kerja Puskesmas Andalas Padang dan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh menggunakan kuesioner dan pengumpulan data dilakukan pada tanggal 4 Mei sampai 18 Mei 2013. Analisa data menggunakan wilcoxon dan hasil penelitian membuktikan ada pengaruh terapi murotal terhadap tingkat kecemasan menghadapi persalinan pada ibu trimester ketiga p = 0,007 (p<0,05). Terapi murotal efektif menurunkan tingkat kecemasan menghadapi persalinan ibu hamil trimester ketiga. Disarankan kepada institusi pelayanan kesehatan untuk dapat memberikan alternatif terapi seperti terapi murotal untuk membantu mengurangi kecemasan menghadapi persalinan.
Pengaruh Teknik Relaksasi Imajinasi Terbimbing (Guided Imagery) Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Tidur Anak Usia Sekolahdi Ruang Rawat Inap Anak RSUD Prof. Dr. Ma. Hanafiah SM Batusangkar Deswita -; Asterina -
Ners Jurnal Keperawatan Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.297 KB) | DOI: 10.25077/njk.10.2.110-117.2014

Abstract

Pengaruh Teknik Relaksasi Imajinasi Terbimbing (Guided Imagery) Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Tidur Anak Usia Sekolah Di Ruang Rawat Inap Anak RSUD Prof. Dr. Ma. Hanafiah Sm Batusangkar.Gangguan tidur sering dialami oleh anak selama menjalani hospitalisasi. Gangguan tidur dalam waktu yang lama akan mempengaruhi kondisi fisik dan psikologis seseorang serta bisa menyebabkan lamanya proses penyembuhan. Teknik relaksasi imajinasi terbimbing (guided imagery) merupakan salah satu teknik relaksasi yang menggunakan semua pancaindera melalui audio yang diberikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh teknik relaksasi imajinasi terbimbing terhadap pemenuhan kebutuhan tidur anak usia sekolah. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental design dengan one group pretest posttest. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling yang terdiri dari 14 orang responden yang mengalami gangguan tidur. Hasil penelitian dengan menggunakan uji statistik wilcoxon menunjukan adanya pengaruh teknik relaksasi imajinasi terbimbing terhadap pemenuhan kebutuhan tidur anak usia sekolah dengan rata-rata peningkatan durasi tidur adalah 8,42, p=0,000 dan standar deviasi 0,474. Perlu diberikan teknik relaksasi imajinasi terbimbing (guided imagery) baik secara langsung ataupun menggunakan media audioseperti mp3 di sebuah pelayanan kesehatan dalam meningkatkan kebutuhan tidur pasien rawat inap anak
Hubungan Kesehatan Gigi dan Mulut dengan Konsep Diri Pada Remaja di SMPN 7 Pariaman Atih Rahayuningsih; Deswita -
Ners Jurnal Keperawatan Vol 9, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.756 KB) | DOI: 10.25077/njk.9.2.155-160.2013

Abstract

Konsep diri dapat dipengaruhi oleh setiap perubahan yang terjadi dalam kesehatan fisik, proses matang dari kematangan, perkembangan, dan sosiokultural. Masalah kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu masalah kesehatan terbanyak yang dialami remaja. Kebersihan diri salah satunya kebersihan gigi dan mulut dapat mempengaruhi konsep diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesehatan gigi dan mulut dengan konsep diri pada remaja di SMPN 7 Pariaman. Jenis penelitian ini adalah korelasi dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proportionate stratified random sampling dengan jumlah responden 80 orang. Analisis data menggunakan uji korelasi spearman. Hasil penelitian didapatkan 66,3% remaja yang memiliki gigi dan mulut yang tidak sehat, 72,5% memiliki konsep diri positif. Hasil analisis mengunakan komputer menunjukan adanya hubungan kesehatan gigi dan mulut dengan konsep diri pada remaja di SMPN 7 Pariaman dengan arah positif, kekuatan korelasi sedang, dan signifikan (r= 0,408; p= 0,000). Berdasarkan hasil penelitian ini maka disarankan kepada institusi pelayanan yang terkait agar membuat suatu kebijakan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut secara berkala serta memberikan informasi dalam ruang lingkup kesehatan gigi dan mulut serta dampaknya dengan cara mengunjungi sekolah secara langsung.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Status Gizi Balita di Nagari Abai Siat Wilayah Kerja Puskesmas Koto Besar Kabupaten Dharmasraya Deswita -
Ners Jurnal Keperawatan Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.361 KB) | DOI: 10.25077/njk.10.1.75-90.2014

Abstract

Masa balita disebut dengan masa keemasan.Hal ini disebabkan karena anak balita merupakan kelompok yang menunjukkan pertumbuhan yang pesat.Berdasarkan hal tersebut maka sangat diperlukan perhatian yang optimal terhadap status gizi anak pada saat itu.Status gizi dapat dipengaruhi oleh pola makan, penyakit infeksi, pengetahuan ibu, status ekonomi, budaya, pelayanan kesehatan, produksi pangan dan kebersihan lingkungan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi balita adapun faktor-faktor tersebut yaitu: pola makan, penyakit infeksi, tingkat pengetahuan ibu, status ekonomi, pelayanan kesehatan dan  budaya. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional study.Penelitianini menggunakan teknik proporsional random sampling dengan 196 responden yaitu ibu-ibu balita.Pengumpulan data dilakukan dari tanggal 1-20 April 2013.Pengumpulan data menggunakan kusioner dari masing-masing variabel dengan seluruhnya terdapat 28 pertanyaan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan (p=0,000) antara pola makan, tingkat pengetahuan ibu, penyakit infeksi, status ekonomi dan budaya dengan status gizi balita. Hasil penelitian ini menyarankan kepada ibu-ibu balita agar senantiasa meningkatkan pengetahuannya tentang gizi bagi keluarga dan balita melalui berbagai media maupun dengan mengikuti penyuluhan kesehatan dan bagi petugas kesehatan agar terus meningkatkan kinerja dalam mengatasi permasalahan kesehatan terutama masalah gizi balita.
Hubungan Pendidikan Kesehatan dengan Kejadian Hiperbilirubinemia di Rumah Sakit. Deswita -
Ners Jurnal Keperawatan Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.314 KB) | DOI: 10.25077/njk.10.1.32-36.2014

Abstract

Tujuan penelitian  ini adalah untuk mendapatkan gambaran hubungan pendidikan kesehatan terhadap kejadian hiperbilirubinemia pada bayi baru lahir. Penelitian  ini menggunakan metode dekriptif analitik. Sampel penelitian  adalah ibu yang berkunjung ke Poliklinik Anak RSUP Dr.M.Djamil Padang, sebanyak 30 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara non probability sampling dengan jenis purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pendidikan kesehatan dengan kejadian hiperbilirubin. Penelitian ini merekomendasikan bahwa pendidikan kesehatan hendaknya diberikan pada ibu mulai dari saat antenatal.
Hubungan Kesehatan Gigi dan Mulut dengan Konsep Diri Pada Remaja di SMPN 7 Pariaman Deswita -; Atih Rahayuningsih
Ners Jurnal Keperawatan Vol 9, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.9.2.%p.2013

Abstract

Konsep diri dapat dipengaruhi oleh setiap perubahan yang terjadi dalam kesehatan fisik, proses matang dari kematangan, perkembangan, dan sosiokultural. Masalah kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu masalah kesehatan terbanyak yang dialami remaja. Kebersihan diri salah satunya kebersihan gigi dan mulut dapat mempengaruhi konsep diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesehatan gigi dan mulut dengan konsep diri pada remaja di SMPN 7 Pariaman. Jenis penelitian ini adalah korelasi dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proportionate stratified random sampling dengan jumlah responden 80 orang. Analisis data menggunakan uji korelasi spearman. Hasil penelitian didapatkan 66,3% remaja yang memiliki gigi dan mulut yang tidak sehat, 72,5% memiliki konsep diri positif. Hasil analisis mengunakan komputer menunjukan adanya hubungan kesehatan gigi dan mulut dengan konsep diri pada remaja di SMPN 7 Pariaman dengan arah positif, kekuatan korelasi sedang, dan signifikan (r= 0,408; p= 0,000). Berdasarkan hasil penelitian ini maka disarankan kepada institusi pelayanan yang terkait agar membuat suatu kebijakan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut secara berkala serta memberikan informasi dalam ruang lingkup kesehatan gigi dan mulut serta dampaknya dengan cara mengunjungi sekolah secara langsung.
Pengalaman Ibu dalam Merawat Bayi dengan Prematur dan Berat Badan Lahir Rendah Deswita -
Ners Jurnal Keperawatan Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.628 KB) | DOI: 10.25077/njk.9.1.25-29.2013

Abstract

: Merawat bayi menjadi suatu stressor tersendiri terlebih jika bayi lahir dengan premature dan bayi yang mempunyai berat badan lahir rendah. Banyak permasalahan yang timbul, jika bayi tidak dirawat sebagaimana mestinya mengakibatkan kecacatan bahkan kematian. Namun demikian, ada beberapa ibu yang berhasil merawat bayi premature dan BBLR di rumah. Ibu yang berhasil merawat bayi premature dan BBLR di rumah merupakan suatu keadaan yang sangat menarik untuk dipelajari, karena dengan pengalaman yang baru mendapatkan bayi premature dan BBLR, ibu telah mampu merawatnya dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah di dapatkannya gambaran pengalaman ibu dalam merawat bayi premature dan BBLR di rumah.   Penelitian  ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan studi fenomenologi. Partisipan penelitian ini adalah ibu yang telah memiliki bayi prematur dan BBLR dirawat di rumah daerah wilayah kerja Puskesmas Ambacang. Pengambilan partisipan dilakukan tehnik purposif sampling, dengan jumlah 5 orang. Tema yang teridentifikasi dari hasil wawancara adalah sebanyak 5 (lima). Tema tersebut adalah: (1) Karakteristik bayi premature dan BBLR, (2) Respon ibu  terhadap kelahiran premature dan BBLR (3) Perawatan bayi premature dan BBLR di rumah, (4) Dukungan ibu dalam merawat bayi premature dan BBLR, (5) Harapan ibu pada pelayanan kesehatan.
Asuhan Keperawatan pada Anak dengan Gangguan Nutrisi Akibat Kanker melalui Pendekatan Model Adaptasi Roy Muhsinin -; Deswita -
Ners Jurnal Keperawatan Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.856 KB) | DOI: 10.25077/njk.8.1.57-65.2012

Abstract

Kanker pada anak mengalami peningkatan dalam beberapa tahun, termasuk di Indonesia. Studi literatur ini memberikan gambaran mengenai penerapan Model Adaptasi Roy dalam asuhan keperawatan pada anak yang menderita kanker dengan masalah nutrisi. Peran perawat diperlukan dalam penerapan Model Adaptasi Roy dalam memberikan asuhan keperawatan pada anak dan keluarga agar berperilaku adaptif selama menjalani perawatan dan pengobatan penyakit kanker. Model Adaptasi Roy berdasarkan pertimbangan bahwa anak dengan penyakit kanker membutuhkan penanganan khusus, rumit kompleks serta terapi kemoterapi yang berdampak terhadap gangguan sistem pencernaan sehingga menyebabkan malnutrisi. Dalam menghadapi hal ini  perlunya perilaku adaptif  dari klien dan keluarga agar perawatan dan pengobatan dapat berjalan lancar dan kontinyu. Diagnosis keperawatan utamanya adalah gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh. Intervensi keperawatan yang diberikan berupa memberikan motivasi dan dukungan kepada klien dan keluarga, pendidikan kesehatan, melakukan pemantauan dan pemeriksaan antropometrik, serta perawatan gigi dan mulut. Bentuk kegiatan lain untuk mencapai asuhan keperawatan yang optimal yaitu berupa family education mengenai perawatan dan pengobatan penyakit kanker.