Nurul Hidayati
IAI HAMZANWADI NW PANCOR

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PERGESERAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN ISLAM Nurul Hidayati
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol. 16 No. 2 (2018): Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tadib.v16i2.194

Abstract

Kebijakan-kebijakan pemerintah, mulai dari pemerintah kolonial, awal dan pasca kemerdekaan hingga masuknya Orde Baru terkesan “menganak tirikan”, mengisolasi, bahkan hampir saja menghapuskan sistem Pendidikan Islam hanya karna alasan Indonesia bukanlah negara islam. Namun berkat semangat juang yang tinggi dari tokoh-tokoh Pendidikan Islam, akhirnya berbagai macam kebijakan tersebut mampu “diredam” untuk sebuah tujuan ideal, yaitu “menciptakan manusia”, seperti tercantum dalam UU SISDIKNAS No. 20 tahun 2003. Dengan demikian, sebenarnya banyak faktor yang mempengaruhi kebijakan-kebijakan pemerintah dalam Pendidikan Islam, baik dari aspek sosiopolitik maupun dari aspek religius. Kebijakan pemerintah pada masa reformasi dalam dunia Pendidikan Agama islam bukanlah produk baru. Kebijakan pemerintah pada masa reformasi merupakan kebijakan yang telah diambil oleh pemerintah sebelum masa reformasi (Orde Baru). Salah satu kebijakan pemerintah reformasi yang melanjutkan kebijakan pemerintah masa masa sebelumnya adalah kebijakan mengenai program wajib belajar sembilan tahun yaitu jenjang SD dan SMP atau sederajat.Pada reformasi Pendidikan Agama islam lebih diperhatikan dan disamakan kedudukannya dengan pendidikan umum. Salah satu buktinya adalah dengan dikeluarkannya UU No. 20 tahun 2003 tentang SISDIKNAS yang mengatur berbagai bidang pendidikan salah satunya adalah bidang Pendidikan Agama islam yang memiliki kedudukan sama dengan pendidikan umum. Dalam bidang kurikulum Pendidikan Agama diusahakan penyempurnaan-penyempurnaan, untuk itu dibentuk suatu kepanitiaan yang dipimpin K.H. Imam Zarkasi dari pondok Gontor Ponorogo. Kurikulum tersebut disahkan oleh Mentri Agama pada tahun 1952. Pada bulan Desember 1960 saat sidang pleno MPRS, diputuskan sebagai berikut: Melaksanakan Manipol Usdek dibidang mental/agama kebudayaan dengan syarat spiritual dan material agar setiap warga Negara dapat mengembangkan kepribadiannya dan kebangsaan Indonesia , serta menolak pengaruh-pengaruh buruk kebudayaan asing (Bab II pasal 2 ayat 1). Dalam ayat 3 dan pasal tersebut dinytakan bahwa Pendidikan Agama menjadi mata pelajaran di sekolah-sekolah umum, mulai sekolah rendah (dasar sampai universitas).
42-54 Implementasi Inovasi Dalam Organisasi Kependidikan Nurul Hidayati
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol. 18 No. 2 (2020): Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tadib.v18i2.375

Abstract

Pembaharuan mengiringi perputaran zaman yang tak henti-hentinya berputar sesuai dengan kurun waktu yang ditentukan kebutuhan akan layanan individual terhadap peserta didik dan perbaikan kesempatan belajar bagi mereka, telah menjadi pendorong utama timbulnya pembaharuan pendidikan. Oleh karena itu pendidikan harus mampu mengantisipasi perkembangan tersebut dengan terus menerus mengupayakan suatu program yang sesuai dengan perkembangan anak, perkembangan zaman, situasi, kondisi, dan kebutuhan peserta didik Perkembangan teknologi dan informasi yang cepat dalam berbagai aspek kehidupan termasuk dalam bidang pendidikan, merupakan suatu upaya untuk menjembatani masa sekarang dan masa yang akan datang dengan jalan memperkenalkan pembaharuan-pembaharuan yang cenderung mengejar efesiensi dan efektifitas. Proses inovasi dalam organisasi sasarannya adalah tetap pada masing-maaing individu namun tetap terikat pada aturan organisasi tersebut. Pemikiran kebanyakan orang adalah dalam upaya mempertahankan kestabilan organisasi, para anggota organisasi tidak terlalu menginginkan inovasi. Padahal pada kenyataannya suatu organisasi selalu berhadapan dengan inovasi dan sebenarnya inovasi itu adalah suatu proses kemajuan organisasi.
Rencana Strategi Manajemen Pendidikan Islam Nurul Hidayati
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol. 19 No. 2 (2021): Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tadib.v19i2.480

Abstract

Globalisasi telah nyata melanda kehidupan, Suka atau pun tidak suka, ummat Islam harus menghadapinya dengan segala implikasinya. Ciri-ciri kehidupan global antara lain: Pertama, terjadinya pergeseran dari konflik ideologi dan politik ke arah persaingan perdagangan, investasi dan informasi; dari keseimbangan kekuatan (balance of power) ke arah keseimbangan kepentingan (balance of interest). Kedua, hubungan antar negara/bangsa secara struktural berubah dari sifat ketergantungan (dependency) ke arah saling ketergantungan (interdependency), hubungan yang bersifat primordial berubah menjadi sifat tergantung kepada posisi tawar-menawar (bargaining position). Ketiga, batas-batas geografis hampir kehilangan arti operasionalnya. Kekuatan suatu negara ditentukan oleh kemampuannya memanfaatkan keunggulan komparatif (comparative advantage) dan keunggulan kompetitif (competitive advantage). Keempat, persaingan antar negara sangat diwarnai oleh perang penguasaan teknologi tinggi. Setiap negara terpaksa menyediakan dana yang besar bagi penelitian dan pengembangan. Kelima, terciptanya budaya dunia yang cenderung mekanistik, efisien, tidak menghargai nilai dan norma yang secara ekonomi tidak efisien.Pergaulan global dengan cirinya seperti diuraikan di atas, disamping mendatangkan sejumlah kemudahan bagi manusia, juga mendatangkan sejumlah efek negatif yang dapat merugikan dan mengancam kehidupan. Kenyataannya, pendidikan islam (khususnya di Indonesia) telah berjalan dalam lorong krisis yang panjang. Pendidikan Islam telah kehilangan pijakan filosofisnya yang hakiki, yang kemudian berdampak kepada tidak jelasnya arah dan tujuan yang hendak dicapai. Pendidikan Islam juga tertatih-tatih dan gagap dalam menghadapi laju perkembangan zaman dan arus globalisasi. Akibatnya, output pendidikan Islam, yang semestinya melahirkan generasi “imamul muttaqien” malah melahirkan generasi yang gagap: gagap teknologi, gagap pergaulan global, gagap zaman dan bahkan gagap moral.
IMPLEMENTASI EVALUASI KURIKULUM 2013 DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DI SMP NEGERI 1 SAKRA LOMBOK TI.docx Nurul Hidayati
Tarbawi Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Penelitian Tarbawi: Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tarbawi.v2i2.145

Abstract

Pembahasan ini difokuskan pada bagaimana Proses Evaluasi Pembelajaran PAI Pada Kurikulum 2013 di SMP Negeri 1Sakra Lombok Timur dan bagaimana Implementasi Pembelajaran PAI Pada Kurikulum 2013 di SMP Negeri 1 Sakra. Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengImplementasikan pelaksanaan Proses Evaluasi (Penilaian) pada Kurikulum 2013 dan mendeskripsikan Proses Pembelajaran PAI pada Kurikulum 2013 di SMP Negeri 1 Sakra Lombok Timur. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa: dalam Pelaksanan Proses Pembelajaran pada Kurikulum 2013 di SMP Negeri 1 Sakra Lombok Timur, dilaksanakan dengan baik sekalipun belum maksimal melalui tiga (3) tahapan; a) Kegiatan Pendahuluan; b) Kegiatan Inti dan c) Kegiatan Penutup. Juga pembelajaran PAI yang dilaksanakan melalui pendekatan saintifik, yaitu pengamatan, bertanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasikan informasi dan mengomunikasikannya. Dengan adanya Kurikulum 2013 ini, kegiatan proses belajar mengajar sampai dalam proses penilaian sudah bisa di rasakan oleh peserta didik dan guru, dapat memberikan pengaruh terhadap peserta didik dalam meningkatkan kedisiplinan, membangun kerjasama, bertanggung jawab, berperilaku sopan, di kalangan peserta didik lainya.
INTERNALISASI NILAI-NILAI MORAL DALAM PEMBENTUKAN PERILAKU PESERTA DIDIK: (Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Mataram) Nurul Hidayati
Tarbawi Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Penelitian Tarbawi: Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tarbawi.v3i1.153

Abstract

Pembahasan dalam penelitian ini difakuskan pada bagaimana pelaksanaan Internalisasi Nilai-Nilai Moral Dalam Pembentukan Perilaku Peserta Didik di Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Mataram dan bagaimana implikasi Internalisasi Nilai-Nilai Moral Terhadap Pembentukan Perilaku Peserta Didik di Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Mataram. Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan internalisasi nilai-nilai moral dalam pembentukan perilaku peserta didik dan bagiaimana implikasi internalisasi nilai-nilai moral terhadap perilaku peserta didik di Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Mataram. Dilihat dari obyek kajiannya, penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan metode observasi, wawancara (interview) dan dokumentasi, dengan menggunakan analisis deskriptif untuk menggambarkan, menuturkan, dan melukiskan data yang diperoleh dengan menggunakan kata-kata atau kalimat yang dipisah-pisah menurut kategori data penelitian guna mendapatkan suatu kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa: 1. Pelaksanan internalisasi nilai-nilai moral dalam membentuk perilaku peserta didik di Madraah Tsanawiyah Negri 3 Mataram dilakukan melalui kegiatan intrakurikuler dan kegiatan ekstrakurikuler. Internalisasi nilai-nilai moral dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu: a). Tahap Pemberian Pengetahuan. b). Tahap Pemahaman c). Tahap Pembiasaan, dan d). Tahap Transinternalisasi. 2). Dalam internalisasi nilai-nilai moral peserta didik ada beberapa pendekatan yang dipergunakan yaitu: para peserta didik diberikan kesempatan dan keleluasaan untuk kepada peserta didik untuk secara bebas mengekspresikan dirinya dalam berbagai kegiatan, selama itu positif dan tidak menunjukkan perilaku negatif seperi melanggar aturan madrasah, dan pada saat tertentu nilai-nilai sosial ditanamkan secara tegas dan bila perlu dengan tekanan. 3). Implikasi internalisasi nilai-nilai moral dalam pembentukan perilaku peserta didik di Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Mataram dapat meningkatkan pengetahuan, pemahaman, penghayatan, kesadaran peserta didik dalam menerapkan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya kegiatan ekstrakurikuler di Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Mataram ini dapat memberikan pengaruh terhadap meningkatkan kedisiplinan, membangun kerjasama, bertanggung jawab, berperilaku sopan, di kalangan peserta didik. Selain itu, melalui internalisasi nilai-nilai moral juga mampu menekan tingkat kenakalan dikalangan peserta didik.
INTERNALISASI NILAI-NILAI MORAL DALAM PEMBENTUKAN PERILAKU PESERTA DIDIK DI MADRASAH TSANAWIYAH NE.docx NURUL HIDAYATI; BATNOER BATNOER
Tarbawi Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Penelitian Tarbawi: Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tarbawi.v3i2.157

Abstract

Pembahasan dalam penelitian ini difakuskan pada bagaimana pelaksanaan Internalisasi Nilai-Nilai Moral Dalam Pembentukan Perilaku Peserta Didik di Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Mataram dan bagaimana implikasi Internalisasi Nilai-Nilai Moral Terhadap Pembentukan Perilaku Peserta Didik di Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Mataram. Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan internalisasi nilai-nilai moral dalam pembentukan perilaku peserta didik dan bagaimana implikasi internalisasi nilai-nilai moral terhadap perilaku peserta didik di Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Mataram. Dilihat dari obyek kajiannya, penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan metode observasi, wawancara (interview) dan dokumentasi, dengan menggunakan analisis deskriptif untuk menggambarkan, menuturkan, dan melukiskan data yang diperoleh dengan menggunakan kata-kata atau kalimat yang dipisah-pisah menurut kategori data penelitian guna mendapatkan suatu kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa: 1. Pelaksanan internalisasi nilai-nilai moral dalam membentuk perilaku peserta didik di Madraah Tsanawiyah Negri 3 Mataram dilakukan melalui kegiatan intrakurikuler dan kegiatan ekstrakurikuler. Internalisasi nilai-nilai moral dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu: a). Tahap Pemberian Pengetahuan. b). Tahap Pemahaman c). Tahap Pembiasaan, dan d). Tahap Transinternalisasi. 2). Dalam internalisasi nilai-nilai moral peserta didik ada beberapa pendekatan yang dipergunakan yaitu: para peserta didik diberikan kesempatan dan keleluasaan untuk kepada peserta didik untuk secara bebas mengekspresikan dirinya dalam berbagai kegiatan, selama itu positif dan tidak menunjukkan perilaku negatif seperi melanggar aturan madrasah, dan pada saat tertentu nilai-nilai sosial ditanamkan secara tegas dan bila perlu dengan tekanan. 3). Implikasi internalisasi nilai-nilai moral dalam pembentukan perilaku peserta didik di Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Mataram dapat meningkatkan pengetahuan, pemahaman, penghayatan, kesadaran peserta didik dalam menerapkan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya kegiatan ekstrakurikuler di Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Mataram ini dapat memberikan pengaruh terhadap meningkatkan kedisiplinan, membangun kerjasama, bertanggung jawab, berperilaku sopan, di kalangan peserta didik. Selain itu, melalui internalisasi nilai-nilai moral juga mampu menekan tingkat kenakalan dikalangan peserta didik.