Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Metode LSB Untuk Perbaikan Kualitas Citra Pada Proses Inspeksi Visual Pengelasan Rocky Andiana; Mukhlish; Ryan Yudha Adhitya; Akhmad Miftahkhul Amri
Jurnal Penelitian Multidisiplin Ilmu Vol 1 No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Melati Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59004/metta.v1i2.93

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pemrosesan awal citra asli sebelum proses klasifikasi dibangun. Citra asli pada penelitian ini diuji dengan menggunakan penyisipan citra tambahan yang disertai dengan gangguan distribusi normal (gaussian). Pemberian gangguan gaussian bertujuan untuk merepresentasikan gangguan pada kondisi aktual sebagai contoh citra blurring. Pada penelitian ini metode LSB 8 bit yang digunakan mampu meminimalkan gangguan tersebut dengan selisih nilai PSNR rata – rata untuk keseluruhan citra uji adalah 0.03 dB.
Analisis Nilai Kekerasan, Nilai Ketangguhan dan Struktur Mikro pada Multiple Repair dan Post Weld Heat Treatment (PWHT) Pengelasan HARDOX 500 Rocky Andiana; Mukhlis; Daffa Ramadhan Arya Wiratama; Zindhu Maulana Ahmad Putra
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/xzgr4c53

Abstract

Perbaikan berulang (multiple repair) pada baja HARDOX 500 menggunakan las berisiko menurunkan sifat mekanisnya. Penelitian menganalisis dampak dari jumlah repair dan durasi Post-Weld Heat Treatment (PWHT) terhadap sifat mekanis dan mikrostruktur. Metode penelitian adalah eksperimental dengan pengelasan Shielded Metal Arc Welding (SMAW) pada baja HARDOX 500. Variabel meliputi jumlah repair (tanpa repair, 1x, dan 2x) serta durasi holding time PWHT (30 dan 60 menit). Analisis dilakukan melalui uji kekerasan Vickers, uji impak Charpy, dan pengamatan struktur mikro. Hasil penelitian menunjukkan penambahan jumlah repair dapat meningkatkan nilai kekerasan namun menurunkan nilai ketangguhan material. Fenomena ini diatribusikan pada peningkatan masukan panas kumulatif dan formasi fasa bainit. Sebaliknya, proses PWHT dengan durasi holding time yang lebih lama (60 menit) terbukti efektif menurunkan nilai kekerasan, yang konsisten dengan terjadinya pertumbuhan butir dan pembentukan fasa ferit asikular yang lebih lunak. PWHT disimpulkan dapat memulihkan sebagian ketangguhan yang hilang akibat proses repair.