Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pembelajaran Implementasi Sistem Rujukan Terintegrasi (Sisrute) di Rumah Sakit Umum Daerah X Sugeng Eko Irianto; Achmad Djamil; Alif Chandra Aryono
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 3 No 4 (2021): Jurnal Peduli Masyarakat, Desember 2021
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v3i4.824

Abstract

Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) menerapkan SISRUTE sehingga pasien yang dirujuk datang tanpa ada konfrimasi terlebih dahulu dari perujuk yang menyebabkan permasalahan diantaranya terjadi penumpukan antrian pasien sehingga waktu tunggu pasien menjadi lama, pasien tidak dapat dilayani dokter spesialis karena terkendala jadwal praktik, pasien di tolak karena ruang perawatan penuh. Selain itu kendala jaringan internet, serta nomor telepon RS rujukan vertikal yang sibuk menjadi kendala SISRUTE menjadi terhambat. Berdasarkan uraian pada latar belakang tersebut maka perlu dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk melaksanakan pembelajaran untuk meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap serta keterampilan kerja ilmu kesehatan masyarakat dalam hal dan untuk mengetahui dan optimalisasi implementasi SISRUTE, Kegiatan silakukan melalui obervasi, pelaksanaan dan evaluasi. Opportunities dalam implementasi SISRUTE adalah minat masyrakat ke RSUD X yang meningkat, perkembangan era digitalisasi, dukungan Jaringan internet bagus berdampak pada pengembangan pelayanan rujukan SISRUTE kedepanya menjadi lebih baik. Threats (ancaman) RSUD X dalam implementasi SISRUTE adalah Regulasi dan kebijakan tentang rumah sakit sering berubah, Perkembangan teknologi kesehatan, fluktiasi harga hardware dan sofrware semakin mahal, fluktiasi masyarakat cenderung mencari pelayanan yang lebih baik.
Lingkungan sebagai Faktor Resiko Kejadian Stunting bada Balita Maharani Maharani; Sugeng Eko Irianto; Dwi Yulia Maritasari
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 12 No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v12i1.1655

Abstract

Stunting yang terjadi pada masa 1000 HPK dapat menyebabkan gagal tumbuh, terhambatnya perkembangan kognitif dan motorik, ukuran fisik tubuh yang tidak optimal, gangguan metabolisme, serta menurunnya kapasitas intelektual dalam jangka panjang. Kejadian balita yang mengalami stunting di Kabupaten Pringsewu tercatat tahun 2018 sebanyak 8,24% kasus, meningkat menjadi 8,5% tahun 2019, dan tahun 2020 naik kembali menjadi 9,4% kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko lingkungan yang paling dominan terhadap kejadian stunting pada balita usia 0-59 bulan di Kabupaten Pringsewu. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional yang menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini yaitu balita usia 0 – 59 bulan yang berada di Wilayah Kabupaten Pringsewu berjumlah 395 balita, yang diambil dengan teknik cluster sampling. Pengukuran variabel stunting dengan cara pengukuran antropometri berdasarkan TB/U, sedangkan variabel lingkungan fisik dan sosial menggunakan kuesioner dengan cara wawancara. Analisis data meliputi analisis univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan uji statistik regresi logistik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempunyai hubungan signifikan dengan kejadian stunting pada balita adalah sumber air minum (p = 0,001; OR = 4,467), pembuangan sampah rumah tangga (p = 0,001; OR = 3,302), pengolahan sampah rumah tangga. (p = 0,001; OR = 3,204), dan kepemilikan perlindungan sosial (p = 0,001; OR = 2,004). Sumber air minum merupakan faktor yang paling dominan dengan kejadian stunting.
Pembelajaran Implementasi Sistem Rujukan Terintegrasi (Sisrute) di Rumah Sakit Umum Daerah X Sugeng Eko Irianto; Achmad Djamil; Alif Chandra Aryono
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 3 No 4 (2021): Jurnal Peduli Masyarakat, Desember 2021
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v3i4.824

Abstract

Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) menerapkan SISRUTE sehingga pasien yang dirujuk datang tanpa ada konfrimasi terlebih dahulu dari perujuk yang menyebabkan permasalahan diantaranya terjadi penumpukan antrian pasien sehingga waktu tunggu pasien menjadi lama, pasien tidak dapat dilayani dokter spesialis karena terkendala jadwal praktik, pasien di tolak karena ruang perawatan penuh. Selain itu kendala jaringan internet, serta nomor telepon RS rujukan vertikal yang sibuk menjadi kendala SISRUTE menjadi terhambat. Berdasarkan uraian pada latar belakang tersebut maka perlu dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk melaksanakan pembelajaran untuk meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap serta keterampilan kerja ilmu kesehatan masyarakat dalam hal dan untuk mengetahui dan optimalisasi implementasi SISRUTE, Kegiatan silakukan melalui obervasi, pelaksanaan dan evaluasi. Opportunities dalam implementasi SISRUTE adalah minat masyrakat ke RSUD X yang meningkat, perkembangan era digitalisasi, dukungan Jaringan internet bagus berdampak pada pengembangan pelayanan rujukan SISRUTE kedepanya menjadi lebih baik. Threats (ancaman) RSUD X dalam implementasi SISRUTE adalah Regulasi dan kebijakan tentang rumah sakit sering berubah, Perkembangan teknologi kesehatan, fluktiasi harga hardware dan sofrware semakin mahal, fluktiasi masyarakat cenderung mencari pelayanan yang lebih baik.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Minum Obat Pasien Hipertensi Isbiyantoro Isbiyantoro; Endang Budiati; Budi Antoro; Aila Karyus; Sugeng Eko Irianto
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 13 No 4 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Oktober 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v13i4.1389

Abstract

Hipertensi sebagai penyakit yang membutuhkan terapai dalam waktu yang lama, maka dibutuhkan kepatuhan minum obat untuk menurunkan risiko komplikasi dan mengendalikan tekanan darah. di Kabupaten Pringsewu prevalensi hipertensi 26,82%, kepatuhan minum obat anti hipertensi 58,15 % rutin, 29,37% tidak rutin, 12,5%  tidak minum obat. Penelitian ini tujuannya untuk mengetahui sejumlah faktor yang berkaitan dengan kepatuhan minum obat pasien hipertensi di Kabupaten Pringsewu tahun 2023. Jenis penelitian observasional analitik menerapkan rancangan penelitian cross sectional. Instrumennya yaitu angket yang diuji reliabilitas dan validitas. Pengambilan sampel dengan metode proportional randem sampling. Analisis data yang diadakan berbentuk analisis multivarian, univarian, dan bivarian. Hasil penelitian kepatuhan minum obat pasien hipertendi di Kabupaten Pringsewu tahun 2023 dari 110 responden 61,8% kepatuhan rendah dan 38,2% kepatuhan tinggi. Dari hasil uji Chi-Square keikutsertaan peran tenaga kesehatan (p=0.004), asuransi kesehatan (p=0,013dukungan keluarga (p=0,000), ), motivasi berobat (p=0,001), keterjangkauan akses layanan medisa (p=0,019) hasil ini menunjukan adanya hubungan dengan kepatuhan minum obat pasien hipertensi di kabupaten pringsewu tahun 2023. Dari hasil uji uji regresi logistik dengan metode Backward LR farkor yang mendominan adalah dukungan keluarga dengan nilai Prevalence Ratio (PR 5,6)