Hipertensi sebagai penyakit yang membutuhkan terapai dalam waktu yang lama, maka dibutuhkan kepatuhan minum obat untuk menurunkan risiko komplikasi dan mengendalikan tekanan darah. di Kabupaten Pringsewu prevalensi hipertensi 26,82%, kepatuhan minum obat anti hipertensi 58,15 % rutin, 29,37% tidak rutin, 12,5%Â tidak minum obat. Penelitian ini tujuannya untuk mengetahui sejumlah faktor yang berkaitan dengan kepatuhan minum obat pasien hipertensi di Kabupaten Pringsewu tahun 2023. Jenis penelitian observasional analitik menerapkan rancangan penelitian cross sectional. Instrumennya yaitu angket yang diuji reliabilitas dan validitas. Pengambilan sampel dengan metode proportional randem sampling. Analisis data yang diadakan berbentuk analisis multivarian, univarian, dan bivarian. Hasil penelitian kepatuhan minum obat pasien hipertendi di Kabupaten Pringsewu tahun 2023 dari 110 responden 61,8% kepatuhan rendah dan 38,2% kepatuhan tinggi. Dari hasil uji Chi-Square keikutsertaan peran tenaga kesehatan (p=0.004), asuransi kesehatan (p=0,013dukungan keluarga (p=0,000), ), motivasi berobat (p=0,001), keterjangkauan akses layanan medisa (p=0,019) hasil ini menunjukan adanya hubungan dengan kepatuhan minum obat pasien hipertensi di kabupaten pringsewu tahun 2023. Dari hasil uji uji regresi logistik dengan metode Backward LR farkor yang mendominan adalah dukungan keluarga dengan nilai Prevalence Ratio (PR 5,6)
Copyrights © 2023