Zuni Nur Rochmawati
Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Aktivitas Antibakteri Ekstrak Yacon (Smallanthussonchifolius) Terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus Atim Febry Masula; Zuni Nur Rochmawati; Helda Dwiya Lestari; Guntur Trimulyono
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 15, No 1 (2018): Proceeding Biology Education Conference
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Yacon (Smallanthus sonchifolius) dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk menurunkan kadar gula darah. Tanaman ini juga memiliki senyawa metabolit sekunder yang dapat digunakan sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untukmenguji aktivitas antibakteri ekstrak daun S. sonchifolius terhadap pertumbuhan E. coli FNCC 0091 dan S. aureus FNCC 0047, serta untuk mengetahui konsentrasi ekstrak daun S. sonchifolius yang optimal dalam menghambat pertumbuhan E. coli FNCC 0091 dan S. aureus FNCC 0047.Pada penelitian ini, pembuatan ekstrak daun S. sonchifolius dengan metode maserasi dilanjutkan dengan ekstraksi menggunakan rotary evaporator, sedangkan pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode disc diffusion. Konsentrasi ekstrak S. sonchifolius yang digunakan dalam penelitian ini adalah 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100%. Aktivitas antibakteri diukur berdasarkan diameter zona hambat (clear zone) yang terbentuk di sekitar paper disc. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun S. sonchifolius dapat menghambat pertumbuhan bakteri E. coli FNCC 0091 dan S. aureus FNCC 0047. Konsentrasi yang paling optimal dalam menghambat pertumbuhan bakteri E. coli FNCC 0091 dan S. aureus FNCC 0047 adalah konsentrasi 100% dengan nilai rata-rata diameter zona hambat sebesar 9,87 ± 2,86(mm) dan 11,75 ± 4,34(mm). Semakin tinggikonsentrasi daun S. sonchifolius, maka semakin besar zona hambat yang terbentuk.
Aktivitas Antibakteri Kitosan Cangkang Internal Cumi-Cumi (Loligo sp.) Terhadap Bakteri S. aureus dan E. coli Zuni Nur Rochmawati; Faradina Nabila; Cicik Ainurrohmah; Reni Ambarwati
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 15, No 1 (2018): Proceeding Biology Education Conference
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan wilayah perairan lebih besar daripada wilayah daratan. Oleh sebab itu, komoditas perikanan merupakan salah satu komoditi ekspor terbesar di Indonesia. Salah satu komoditas perikanan Indonesia yaitu cumi-cumi. Pada umumnya pemanfaatan cumi-cumi hanya dagingnya, sedangkan bagian cangkang internalnya tidak terpakai dan menjadi limbah. Cangkang internal ini dapat diekstrak menjadi kitosan. Kitosan merupakan polimer yang bisa digunakan sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengekstrak kitosan dari cangkang internal cumi-cumi dan menguji aktivitas antibakteri kitosan cangkang internal cumi-cumi (Loligo sp.) terhadap bakteri S. aureus dan E. coli. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dan 2 kali pengulangan. Metode pengujian aktivitas antibakteri menggunakan paper disk diffusion method dengan konsentrasi 0%, 1% dan 2%, kemudian diinkubasi selama 24 jam. Kitosan dari cangkang internal cumi-cumi menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap bakteri S. aureus dan E. coli.