Suryani Suryani
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial (B2P3KS)

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Bantuan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni Bagi Keluarga Miskin Melalui Program Desa Sejahtera Mandiri Suryani Suryani
Media Informasi Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 43 No 2 (2019): Volume 43 Nomor 2 Agustus 2019
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial, Kementerian Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.897 KB) | DOI: 10.31105/mipks.v43i2.2147

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggambarkan pelaksanaan Program Desa Sejahtera Mandiri (DSM) melalui pembangunan rumah tidak layak huni dalam upaya pengentasan kemiskinan.Lokasi penelitian ini ditentukan secara purposive yakni di Kabupaten Muaro Jambi dan Kabupaten Tapin dengan alasan bahwa warga masyarakat di daerah tersebut telah banyak yang mendapatkan program desa sejahtera mandiri dengan bantuan rumah layak huni.Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan studi dokumentasi, sedang analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif.DSM merupakan program penanganan kemiskinan berupa pemberdayaan masyarakat untuk mengatasi berbagai masalah kesejahteraan sosial dalam lingkup desa, terutama dengan mengembangkan jiwa kewirausahaan dan penataan lingkungan permukinan.Berkaitan dengan permukiman telah direnovasi sebanyak 20 rumah tidak layak huni yakni di Kabupaten Tapin dan KabupatenMuaro Jambi. DSM suatu program percepatan pengentasan kemiskinan, menuntut adanya pemahamansama dari berbagai pihak yang terlibat. Data di lapangan menunjukkan, ternyata pemangku kepentingan belum memiliki pemahaman yang memadai terhadap implementasi program DSM. Program DSM secara konseptual dilaksanakan melalui pendekatan pengembangan kawasan terpadu sebagai strategi pengentasan kemiskinan.Keberhasilan program ini perlu dukungan dari pemerintah daerah dalam hal ini OPD disetiap Kabupaten Kota.Hasil penelitian menunjukkan bahwa, penanganan kemiskinan melalui program DSM telah dapat membangun memperbaiki rumah sebanyak 20 unit di Kabupaten Tapin dan Kabupaten Muaro Jambi.Direkomendasikan, Kementerian Sosial diharapkan meneruskan program Desa Sejahtera Mandiri dengan melanjutkan kegiatan rehabilitasi rumah tidak layak huni bagi keluarga miskin yang sudah masuk dalam daftar tunggu. Pemerintah daerah setempat diharapkan menganggarkan beaya perbaikan rumah tidak layak huni yang belum diselesaikan oleh Kementerian Sosial, sementara perguruan tinggi perlu adanya berkoordinasi dengan berbagai steakholder yang ada untuk mengoptimalkan program Desa Sejahtera Mandiri yang dicanangkan Kementerian Sosial
The Role of Social Worker Dedicating Unit on Children Social Welfare Program Suryani Suryani; Enni Hardiati
Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 15 No. 1 (2016): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial
Publisher : Balai Besar Litbang Pelayanan Kesejahteraan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1867.753 KB) | DOI: 10.31105/jpks.v15i1.1347

Abstract

This research is to describe the role of social worker dedicating unit on giving guidance children social welfare program (PKSA), as national priority through presidential instruction No 3, 2010 on justifiable development. PKSA isdesigned to protect and give services for children basic right, covering love, protection, sustainable live, grow and develop, that of several reasons their family could not fulfil them. The PKSA implementator is social worker dedicating unit or volounteer, graduated from bachelor or full degree of social work school, through selection, education, and appointment as contract social worker. Research location in Jambi Municipality, because in that municipality found many children problems and social worker that guide in solving the problem. Data are analised with qualitative technique. The research finds that the existence of social worker as children problem solving guidance is diterminative on the succes of the program. The role of social worker is helpful in giving service and guidance to the children. The handicap factor is the location that far in distance and found only one social worker in one municipality, not in balance with the quantity and quality of the problem. The salary also too small and coming late, no motorbike facility that makes social worker working with less enthusiasm. The supporting factor is sinergy among stakeholders commited to children problem. It recommended to the ministry of social affairs, especially the directorate of children affairs, should keep the existence of social worker and add its quantity in every municipality given the number of the increasing children problem.