Taufik Arief
Jurusan Teknik Pertambangan Dan Geologi, Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya Jl. Raya Palembang-Prabumulih Km. 32, Inderalaya South Sumatra, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERANCANGAN DAN EKSPERIMENTASI ALAT MEJA ANGIN (AIR TABLE) UNTUK PEMISAHAN MINERAL BIJIH TIMAH SECARA GRAVITY CONCENTRATION Taufik Arief; Hasjim Machmud; Elda Permata Sari
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2021: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.254

Abstract

Meja angin (air table) adalah alat yang memanfaatkan metode gravity concentration untuk memisahkan mineral berharga dengan mineral pengotor berdasarkan perbedaan berat jenis (BJ) termasuk perbedaan  bentuk (shape) dan ukuran  (size) dengan menggunakan media angin. Alat ini berbentuk meja digerakkan secara mekanis dengan menggunakan media udara/angin. Proses air table dilakukan secara kering (dry process) dan produk yang dihasilkan berupa konsentrat, middling dan tailing. Dalam upaya  memenuhi kebutuhan praktikum mahasiswa dan penelitian untuk tugas akhir di Jurusan Teknik Pertambangan, khususnya di Laboratorium Pengolahan Bahan Galian, Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya, telah dilakukan kegiatan perancangan alat meja angin.Tujuan  penelitian ini adalah perancangan  alat air  table  dimulai dari desain dan pembuatan meja hingga perhitungan dan pembuatan komponen utama lainnya yaitu motor penggerak dengan sistem pulley dan mesin angin (blower machine). Untuk mengetahui keberhasilan perencanaan dan evaluasi kinerja alat air table, maka dilakukan eksperimentasi  dengan memanfaatkan beberapa kombinasi variabel. Proses eksperimentasi alat dilakukan pengujian dengan menggunakan sampel bijih timah Sisa Hasil Pencucian (SHP) di PPBT Toboali, PT Timah Tbk. Pada percobaan awal dilakukan beberapa kombinasi variabel antara lain; kemiringan meja berat feed (gram), dan waktu proses (menit). Dari hasil eksperimentasi menunjukkan bahwa kinerja alat menunjukkan kinerja yang baik tetapi belum optimal dimana perolehan konsentrat terendah dicapai 50,20 % dan perolehan tertinggi sebesar 71,18% pada kemiringan  4,2°, berat feed 500 gram dan waktu proses  25 menit. Dari evaluasi kinerja menunjukkan bahwa alat air table sudah berfungsi relatif baik, tetapi diperlukan perbaikan dan pengaturan variabel yang lebih variatif dan sampel dan jumlah bijih timah yang representatif, sehingga dapat menghasilkan perolehan dan kadar yang lebih maksimal.