Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : Solidaritas

KOMUNIKASI INTERPERSONAL GURU BIMBINGAN KONSELING DALAM MENANGANI SISWA PELANGGAR TATA TERTIB SEKOLAH DI SMK NEGERI 1 NOGOSARI Indah Sarwosri; Buddy Riyanto; Siswanta Siswanta
Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 4 No. 3 (2020)
Publisher : Solidaritas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses komunikasi interpersonal guru bimbingan konseling dalam menangani siswa pelanggar tata tertib di SMK Negeri 1 Nogosari. Pada teori Wilbur Schramm (1954) dimulai dari pengirim pesan (encoder) yang mengirim pesan (massage) kepada penerima pesan (decoder) yang kemudian secara bergantian mengirim pesan kepada pengirim pesan pertama, terdapat 6 langkah proses komunikasi : 1) keinginan berkomunikasi, 2) Encoding oleh komunikator, 3) Pengiriman pesan, 4) Penerimaan Pesan, 5) Decoding oleh komunikan, dan 5) Umpan balik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yaitu menggambarkan fakta-fakta yang ada dilapangan dengan teknik wawancara dan observasi. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan purposiv sampling dengan mengambil informan guru BK dan Siswa SMK N 1 Nogosari Tahun ajaran 2019/2020. Teknik analisis data menggunakan teori Milles dan Hubberman. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa komunikasi interpersonal guru BK tidak berjalan dengan efektif sebab tidak tercapainya tujuan bimbingan yaitu untuk membantu merubah perilaku siswa dari yang berperilaku negatif ke perilaku positif dengan menegakkan kedisiplinan melalui arahan atau bimbingan yang diberikan oleh guru bimbingan konseling dan siswa tidak melakukan tindakan yang sama lagi. Karena guru bimbingan dan konseling memberikan arahan dan nasehat diartikan oleh siswa sebagai amarah. Jadi saat komunikasi berlangsung antara guru BK dan siswa tidak berjalan dengan seimbang. Hambatan berupa kesalah pahaman dalam memaknai pesan yang disampaikan oleh guru bimbingan konseling kepada siwa juga tidak optimal. Karena siswa masih menunjukan etiket yang tidak baik dan tidak mematuhi arahan yang diberikan guru BK. Kata Kunci :Komunikasi Interpersonal, Guru BK, pelanggar Tata Tertib.
KEMENARIKAN PROGRAM KIPRAH DESA DI RRI PRO 1 SURAKARTA M Hendriyanto; Buddy Riyanto; Herning Suryo Sardjono
Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 4 No. 3 (2020)
Publisher : Solidaritas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adanya program siaran pedesaan “Kiprah Desa” pada radio RRI Pro 1 Surakarta ini, masyarakat pedesaan berharap wawasannya semakin bertambah mengenai pemberdayaan masyarakat pedesaan. Manfaat program siaran radio sangat penting pada perkembangan teknologi seperti sekarang ini, mengingat kurangnya penyuluhan terkait dengan pemberdayaan masyarakat pedesaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana kemenarikan program Kiprah Desa di RRI PRO 1 Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan penelitian dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan kemenarikan program Kiprah Desa bagi pendengar tidak lepas dari enam unsur yaitu unsur informatif, entertainment, persuasif, kreatif, inovatif, dan interaktif. Unsur informatif program siaran Kiprah Desa diketahui dari adanya informasi yang bermanfaat bagi pendengar. Entertainment atau hiburan dalam siaran program Kiprah Desa ditunjukkan dengan diputarkan lagu-lagu Jawa. Adanya hiburan ini menjadikan para pendengar tidak merasa bosan mendengarkan program Kiprah Desa. Unsur persuasif ditunjukkan dengan ungkapan dari penyiar maupun nara sumber mengenai bagaimana caranya berbudidaya, baik bidang pertanian, perikanan, peternakan maupun dibidangbidang yang lain, serta aktif memberikan respon atau tanggapan kepada pendengar. Unsur kreatif dilakukan pada penyampaian materi maupun nara sumber yang dihadirkan. Unsur inovatif ditunjukkan pada pemberian informasi kepada pendengar tentang masalahmasalah yang baru diperbicangkan di masyarakat, seperti penyebab gagal panen, dan upaya yang dilakukan untuk menanggulangi gagal panen. Interaktif yang dilakukan pihak RRI Surakarta dalam program Kiprah Desa yaitu dengan diadakan dialog interaktif dengan para pendengar yang dilakukan setiap hari Jumat jam 15.00 sampai 16.00 WIB. Selain itu dilakukan pertemuan antar penyiar, nara sumber dan pendengar setiap 3 bulan sekali. Kata kunci: Kemenarikan, Program, Siaran
KOMUNIKASI GETOK TULAR (WORD OF MOUTH) SEBAGAI PEMASARAN PRODUK CIU DI DESA BEKONANG KECAMATAN MOJOLABAN KABUPATEN SUKOHARJO Ichlasul Akbar; Buddy Riyanto
Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 4 No. 3 (2020)
Publisher : Solidaritas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan komunikasi getok tular (word of mouth) sebagai pemasaran produk ciu di Desa Bekonang Kecamatan Mojolaban Kabupaten Sukoharjo. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data yang dipergunakan adalah data primer dan data sekunder. Peneliti menerapkan metode jenis wawancara dengan menggunakan pedoman wawancara (interview guide). Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah milik Kotler yang bahwa komunikasi getok tular adalah komunikasi pribadi tentang suatu produk antara pembeli sasaran dan para tetangga, teman, anggota keluarga, serta rekannya. Sehubungan dengan hal tersebut, bagaimana pengrajin alkohol atau ciu berhasil mempromosikan produksinya menggunakan komunikasi dari mulut ke mulut. Ketua paguyuban pengrajin alkohol 90% di Bekonang tersebut berupaya penuh memperkenalkan dan mempromosikan produknya kepada masyarakat umum, salah satu caranya yaitu dengan menggunakan komunikasi dari mulut ke mulut. Yaitu dengan cara melobi kepada seseorang yang hendak menggunakan produksi alkohol atau ciu mereka. Hal serupa juga dilakukan salah satu pelaku usaha atau pengrajin alkohol atau ciu dalam mempromosikan produk alkohol atau ciu. Keputusan pembeli merupakan tahap akhir dari tujuan dilakukannya sebuah pemasaran, di tahap ini dimana calon pembeli menentukan jadi atau tidaknya suatu barang dibeli. Kebanyakan pembeli mengambil keputusan atas dasar dari pengaruh pendapat orang lain dan manfaat apa yang diperoleh dari produk yang diharapkan. Simpulan penelitian ini adalah terjadinya pola hubungan komunikasi yang efektif dan komprehensif dari sebuah fenomena getok tular seorang konsumen kepada calon konsumen yang lain yang membantu pada penentuan keputusan pembeli. Kata kunci: Komunikasi Pemasaran, Getok Tular Ciu Bekonang.