Radja Nove Putra
Departemen Technical Services, PT AEL Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN KUALITAS FRAGMENTASI DAN DIGGING TIME DENGAN MENGGUNAKAN DETONATOR ELEKTRONIK DI PIT CMD PT KALTIM PRIMA COAL Aris Hermawanto; Radja Nove Putra
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2019: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v1i1.76

Abstract

ABSTRAK Salah satu faktor penting yang mempengaruhi kualitas hasil peledakan adalah tingkat keakurasian waktu tunda dari sistem inisiasi peledakan yang digunakan. Saat ini, peledakan di Pit PAMA CMD PT Kaltim Prima Coal (PT KPC) menggunakan detonator non electric (nonel) yang memiliki tingkat keakurasian waktu tunda sebesar ±97-98% dari waktu tunda rencana. Hasil analisis fragmentasi menggunakan software WipFrag™ dan pengukuran digging time pada peledakan nonel menunjukkan % passing 300 mm (P30) sebesar 80,64% dengan digging time 11,10 detik di Pit Pelikan dan P30 sebesar 82,66% dengan digging time 10,41 detik di Pit Kanguru. Ukuran fragmentasi pada peledakan nonel di Pit PAMA CMD aktualnya telah memenuhi standar ukuran fragmentasi yang diterapkan di PT KPC yaitu P30 ≥ 80%, namun masih terdapat potensi untuk meningkatkan hasil ini dengan menggunakan detonator elektronik DigiShot™ Plus (DS+). Penggunaan DS+ yang memiliki tingkat keakurasian waktu tunda mencapai ±99.8% dari waktu tunda rencana, selain dapat meningkatkan kualitas ukuran fragmentasi juga dapat memperbaiki digging time dan mengurangi penggunaan Lead in Line (LiL) dengan aplikasi remote firing. Hasil peledakan DS+ di Pit Pelikan menunjukkan P30 sebesar 86,24% atau 5,6% lebih tinggi dibanding peledakan nonel dengan digging time 10,22 detik atau 7,9% lebih cepat dibanding peledakan nonel. Sementara data yang didapat di Pit Kanguru menunjukkan P30 sebesar 87,55% atau 4,9% lebih tinggi dengan digging time 9,66 detik atau 7,2% lebih cepat dibanding peledakan nonel. Data ini didapatkan dari penggunaan DS+ sebanyak 8.541 unit di 89 lokasi peledakan di Pit Pelikan dan Pit Kanguru PAMA CMD PT KPC. Selaras dengan peningkatan pada kualitas fragmentasi dan digging time, peledakan DS+ di Pit PAMA CMD juga berkontribusi terhadap perbaikan produktivitas alat gali yang meningkat ±2,5% dan penghematan penggunaan LiL sepanjang 49,8 km. Dapat disimpulkan, penggunaan detonator elektronik pada peledakan sangat berpotensi untuk meningkatkan kualitas hasil peledakan dan penghematan biaya peledakan jika diaplikasikan dengan optimal. Kata kunci: elektronik, fragmentasi, digging time   ABSTRACT One important factor that influences the quality of blasting results is the accuracy of the delay of the blasting initiation system used. At present, the blast activity at PAMA CMD Pit PT Kaltim Prima Coal uses a non-electric (nonel) detonator which has a delay time accuracy of ± 97-98% of the planned delay. The results of fragmentation analysis using WipFrag™ software and measurement of digging time on nonel blasting showed % passing 300 mm (P30) was 80.64% with digging time of 11.10 seconds in the Pelikan Pit and P30 of 82.66% with digging time of 10.41 seconds in the Kanguru Pit.The size of the fragmentation in nonel blast at PAMA CMD Pit actually has met the standard fragmentation size applied at PT KPC which is P30 ≥ 80%, but there is still potential to increase this result by using the DigiShot ™ Plus (DS +) electronic detonator. The use of DS + which has an accuracy of delay time reaching ± 99.8% of the plan delay time, not only to increase the quality of the fragmentation size, but also improve digging time and reduce the use of Lead in Line (LiL) with remote firing applications. The results of DS + blasting in Pelikan Pit showed P30 was 86.24% or 5.6% higher than nonel blasting with digging time 10.22 seconds or 7.9% faster than nonel blasting. The data obtained in the Kanguru Pit showed P30 was 87.55% or 4.9% higher with a digging time of 9.66 seconds or 7.2% faster than nonel blasting. This data was obtained from the use of DS + as many as 8,541 units in 89 blasting locations in the Pelikan Pit and the Kanguru PAMA CMD Pit PT KPC. In line with the improvement in the quality of fragmentation and digging time, DS + blasting in the PAMA CMD Pit also contributed to improved digging equipment productivity which increased by ± 2.5% and savings in the use of LiL along 49.8 km. It can be concluded, the use of electronic detonators in blasting has the potential to improve the quality of blasting results and blast cost savings if applied optimally. Keywords: electronics, fragmentation, digging time
IMPLEMENTASI USED OIL 100% PADA BAHAN PELEDAK S300 ECO DI PT KALTIM PRIMA COAL Iwan Purba; Radja Nove Putra
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi PT Kaltim Prima Coal (KPC) dimulai sejak tahun 1992 dan menambang rata-rata 450 juta bcm overburden setiap tahunnya. Di tahun 2021, KPC memindahkan 453 juta bcm overburden menggunakan 85.000 ton bahan peledak. Aktivitas penambangan yang masif ini menghasilkan rata-rata 8 juta liter used oil setiap tahun. Secara konsisten KPC terus mengimplementasikan proses peledakan yang efektif dan efisien untuk mengoptimalkan biaya peledakan, salah satunya dengan mengganti bahan bakar (solar) dengan used oil pada bahan peledak. Used oil dikategorikan limbah B3 (Bahan Berbahaya Beracun) yang penanganannya cukup kompleks. Untuk mendapatkan used oil yang memenuhi kualifikasi sebagai campuran bahan peledak, used oil akan ditangani secara khusus sehingga kandungan air dan endapan lain berada di level yang dapat diterima. Untuk memenuhi ekspektasi KPC terkait penggunaan used oil pada bahan peledak, PT AEL Indonesia (AEL) menggunakan bahan peledak seri S300 Eco. Tipe bahan peledak S300 Eco ini didesain khusus agar kompatibel menggunakan used oil dengan tujuan mengurangi penggunaan bahan bakar karbon dan proteksi terhadap lingkungan. Used oil yang memenuhi kualitas digabungkan dengan emulsifier khusus AEL berhasil menunjang penggunaan used oil menggantikan solar 100% pada bahan peledak dengan tetap menjaga kualitas dan performa bahan peledak yang dibuat. Sejak diimplementasikan pada tahun 2011 hingga 2021, KPC telah berhasil menghemat 25,5 juta liter solar yang ekuivalen dengan rata-rata 2,3 juta liter solar per tahun.