Niko Gusprastomo
Supervisor Reclamation Planning

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PEMANFAATAN LAHAN REKLAMASI SEBAGAI LAHAN PENGGEMBALAAN SAPI DI PT. KALTIM PRIMA COAL Niko Gusprastomo; Dewanto Nugroho
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2021: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.258

Abstract

Menjadikan lahan pascatambang sebagai lahan yang produktif, stabil, dan sesuai standar lingkungan adalah komitmen PT Kaltim Prima Coal (KPC) dalam melaksankan reklamasi pascatambang. Studi ini, bertujuan untuk mengetahui produktivitas dan daya dukung lahan reklamasi sebagai lahan penggembalaan sapi. Ruang lingkup studi, meliputi tahapan persiapan lahan, analisa vegetasi, penyiapan prasarana, pemeriksaan kesehatan, analisa pertambahan populasi sapi sebagai parameter keberhasilan. Studi ini, menggunakan desain penelitian studi kasus selama ± 4 tahun penggembalaan, dengan cara membandingkan kondisi rumput, kesehatan dan pertambahan populasi sapi. Analisa vegetasi meliputi analisa jenis dan jumlah, serta identifikasi kandungan logam berat. Sedangkan analisis kesiapan prasarana meliputi kesedian shelter, cattle yard, pondok, pagar, dan akses jalan.Parameter kesehatan meliputi identifikasi penyakit, cacat fisik, libidio dan organ reproduksi. Hasil studi, adalah sebagai berikut: rumputan padang gembalan aman dikonsumsi sapi, karena memiliki kandungan logam berat, seperti Timbal (Pb), Cadmium (Cd), Tembaga (Cu), Seng (Zn) dalam batas toleransi. Produksi rumput segar dan kering berlimpah, yakni 14.80 ton ha-1 dan 3.44 ton ha-1. Rumput berkualitas sebagai pakan, yakni dari jenis Indigofera zollingeriana, Brachiaria humidicola, Setaria sphacelata, dan Paspalum conjugatum.  Kondisi kesehatan sapi baik, tidak ditemukan penyakit, cacat fisik, gangguan libido dan organ reproduksi. Populasi sapi bertambah ± 160 % selama 4 tahun. Dengan demikian, lahan reklamasi memiliki produktivitas dan daya dukung yang sesuai dalam usaha pengembalan sapi.
MENGUKUR KEBERHASILAN REKLAMASI PASCATAMBANG MENGGUNAKAN BIOINDIKATOR DI PT. KALTIM PRIMA COAL Niko Gusprastomo; Wahyu wardana; Gigih Irfatongga
Indonesian Mining Professionals Journal Vol 3, No 2 (2021): November
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/impj.v3i2.48

Abstract

Studi ini, bertujuan untuk mengukur peran ekosistem reklamasi pascatambang PT Kaltim Prima Coal (PT KPC) sebagai ekosistem penyangga kehidupan. Keberhasilan reklamasi diukur berdasarkan acuan bioindikator kondisi ekologis area rona awal. Kondisi ekologis yang diamati, meliputi kehadiran mamalia dan burung, populasi bakteri penambat fosfat dan nitrogen dan tingkat keanekaragaman hayati. Pengamatan flora untuk area reklamasi, menggunakan petak ukur permanen (PUP) berukuran 20m x 20m. Sedangkan pada hutan alam, menggunakan PUP berukuran 20m x 100m, mewakili area rona awal Sangatta dan Bengalon, seluruhnya berjumlah 42 plot. Untuk pengamatan fauna menggunakan dua metode, yakni pengamatan langsung dan pengamatan tidak langsung. Pengamatan langsung, yaitu perjumpaan dan kamera trap, sedangkan pengamatan tidak langsung, menggunakan identifikasi jejak, kotoran, bekas cakar, bulu, sarang, dan suara. Penilaian bioindikator menggunakan rumus Indeks keragaman Shannon-Wiener, Indeks Similaritas Sorensen, dan Indeks kehadiran mamalia. Hasil studi, untuk nilai keanekaragaman hayati kelompok tumbuhan di area reklamasi 3.2 satuan dan 3.4 satuan pada area rona awal. Sedangkan untuk kelimpahan jenis, area reklamasi sebesar 83 jenis berbanding 53 jenis pada rona awal. Dengan nilai indeks kesamaan jenis sebesar 25%. Untuk kehadiran mamalia area reklamasi sebesar 24 jenis berbanding 15 jenis pada rona awal. Kehadiran burung area reklamasi berjumlah 54 jenis dan 31 jenis pada rona awal. Populasi bakteri penambat fosfat untuk area reklamasi sebesar 0.06 x 107 cfu/ml dan rona awal nol. Untuk populasi bakteri penambat nitrogen area reklamasi sebesar 1.33 x 107 cfu/ml, sedangkan rona awal 0.82 x 107 cfu/ml. Dengan demikian, reklamasi pascatambang KPC telah mampu berperan sebagai ekoisistem penyangga kehidupan. 
ANALISA NDVI DATA PENGINDERAAN JAUH UNTUK MENGUKUR KERAPATAN TAJUK REKLAMASI Niko Gusprastomo; Agung Febrianto
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kriteria keberhasilan reklamasi sesuai KepMen ESDM No.1827/K/MEM/2018 matrik 16 adalah dipenuhinya kerapatan tajuk tanaman lebih dari 80% pada seluruh areal reklamasi. Metode pemantauan yang efisien dibutuhkan agar secara preventif dapat dilakukan evaluasi sebelum verifikasi/penilaian reklamasi oleh Pemerintah dijadwalkan. Mengingat luasnya reklamasi PT Kaltim Prima Coal (KPC) mencapai 13.151,99 ha di akhir 2021, tidak cukup jika hanya mengandalkan metode pemantauan konvensional. Pemanfaatan teknologi penginderaan jauh kombinasi foto udara dan citra satelit sangat mendukung efisiensi KPC dalam untuk mengukur kerapatan tajuk tanaman reklamasi. Teknologi yang digunakan adalah Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), yakni analisa radiasi gelombang cahaya near infrared (NIR) dan cahaya tampak red, dimana kedua radiasi cahaya tersebut digunakan sebagai alogaritma indeks vegetasi yang menggambarkan klasifikasi warna sebagai indikator kerapakatan tajuk. Lokasi studi dipilih areal reklamasi Mustahil, Bendili, Bendili Prima, Tania dan Pelikan Sultan Agung, dilakukan dengan metode survey vegetasi menggunakan citra satelit Pleiades dan UAV Delair UX 11-Ag selama 5 hari. Dari foto-foto yang diambil kemudian dibuat 4 klasifikasi kerapatan tajuk, yakni: 1) kerapatan sangat rendah (NDVI ≤ 0); 2) kerapatan rendah (0,2 NDVI ≤ 0,5); 3) kerapatan sedang (0,5 NDVI ≤ 0,7); dan 4) kerapatan tinggi (NDVI ≥ 0,7). Selanjutnya dilakukan validasi keraepatan tajuk aktual melalui 46 titik sampel uji lapangan. Kesimpulan pada area studi reklamasi seluas 1930 ha didapatkan hasil seluas 19,7 ha memiliki kerapatan sangat rendah (tajuk ≤ 1%); 263 ha berkerapatan rendah (tajuk ≤ 50%); 969 ha berkerapatan sedang (50% tajuk ≤ 70%); dan 677 ha berkerapatan tinggi (tajuk ≥ 71%).
PEMANFAATAN TEKNOLOGI AERASI TENAGA SURYA PADA BUDIDAYA IKAN KARAMBA SIRING APUNG TELAGA BATU ARANG Nugroho Dewanto; Niko Gusprastomo
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dissolved oxygen (DO) atau kebutuhan oksigen merupakan salah satu parameter penting dalam usaha budidaya ikan. Penurunan oksigen menyebabkan pertumbuhan ikan menjadi lambat, yang dapat menurunkan hasil produksi. Memastikan kebutuhan oksigen tercukupi menjadi hal mutlak sebelum memulai usaha budidaya ikan. Teknologi aerasi tenaga surya menjadi pilihan optimal, selain mampu mencukupi kebutuhan oksigen, namun juga hemat dan ramah lingkungan. Studi ini, bermaksud mengkaji penggunaan aerasi tenaga surya pada usaha budidaya ikan siring apung (KSA) di kolam Telaga Batu Arang (TBA) PT Kaltim Prima Coal (KPC). Lokasi studi merupakan kolam bekas tambang Pit E South seluas 14,6 Ha. Penelitian menggunakan metode eksprimen dengan mengukur 3 variabel, yakni perlakuan menggunakan aerasi dalam keramba, aerasi disamping keramba dan variabel tanpa aerasi. Variabel perlakuan menggunakan pompa venturi, dengan sumber energi berasal dari intensitas penyinaran matahari selama ± 8 jam perhari dengan total energi solar sebesar 9.744 Wb/m2. Pengukuran dilakukan pada 2 KSA dengan perlakuan aerasi dalam keramba, 2 KSA perlakuan aerasi disamping keramba, dan 2 KSA tanpa perlakuan. Pengukuran variabel meliputi jumlah kadar oksigen terlarut dan berat ikan. Studi dilakukan selama kurun waktu februari 2022 sampai dengan April 2022. Hasil pengamatan adalah sebagai berikut: 1) KSA dengan perlakuan aerasi dalam keramba memiliki DO sebesar 6.03 mg/l dengan peningkatan pertumbuhan bobot ikan mencapai 134%. 2) KSA dengan perlakuan aerasi sekitar keramba memiliki DO sebesar 6.16 mg/l dengan peningkatan pertumbuhan bobot ikan mencapai 122%. 3) KSA kontrol memiliki DO sebesar 5.41 mg/l dengan peningkatan pertumbuhan bobot ikan mencapai 119%.