Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGETAHUAN MENURUT HINDU DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENDIDIKAN MANUSIA SEUTUHNYA SUKADI SUKADI
Purwadita : Jurnal Agama dan Budaya Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.317 KB) | DOI: 10.55115/purwadita.v1i1.5

Abstract

Appropriate  source,  according  to  Hindu  knowledge  includes  knowledge  of  spiritual, moral knowledge, social knowledge, knowledge of intellectual, physical and sensory knowledge. Fifth human knowledge system was developed as an integrated system. Education according to Hindu, has the obligation to develop a unified system that knowledge to themselves all students, in  order  to  allow  it  to  have  intelligence  and  consciousness  double  (multiple).  Only  with  the educational  process capable  of empowering knowledge system  as it  is,  people will  be able to grow and develop fully (fully functioning person). It is clear that education in Hindu ideology to support the establishment of a human with multiple intelligences, developed into a fully human, and develop into a human being with the acquisition of knowledge, values ??and attitudes, and skills of both aparawidya (worldly knowledge) and parawidya (noetic knowledge).
Efektivitas Implementasi Kurikulum 2013 Mata Pelajaran PPKN Pada SMA Negeri di Kecamatan Busungbiu I Gd Angga Supriana; Sukadi Sukadi; I Nengah Suastika
Jurnal Pendidikan IPS Indonesia Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.37 KB) | DOI: 10.23887/pips.v2i2.2894

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas implementasi kurikulum 2013 mata pelajaran PPKn pada SMA Negeri di Kecamatan Busungbiu. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan evaluasi dengan model CIPP. Tempat dalam penelitian ini adalah SMA Negeri di Kecamatan busungbiu yang melaksanakan kurikulum 2013, yaitu SMA Negeri 1 Busungbiu dan SMA Negeri 2 Busungbiu dan Sampel dalam penelitian ini adalah dua orang kepala sekolah dan dua orang guru PPKn SMA Negeri di Kecamatan Busungbiu. Berdasarkan instrumen evaluasi dari Kemendikbud, sampelsiswa diambil 5 orang dari masing-masing sekolah sehingga sampel siswaberjumlah 10 orang dengan menggunakan undian.Instrumen penelitian berupa kuisioner, lembar observasi dan dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah Statistik Deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa efektivitas implementasi kurikulum 2013 mata pelajaran PPKn pada SMA Negeri di Kecamatan Busungbiu terkualifikasi efektif.Kata Kunci : Kurikulum 2013, Pelajaran PPKn. 
PEMETAAN POTENSI WISATA DESA SUMBERKIMA KECAMATAN GROKGAK KABUPATEN BULELENG SESUAI UU NO. 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA Sukadi Sukadi; I Nengah Suastika; Sumiyati Sumiyati; Ketut Sedana Arta
Jurnal Media Komunikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 1 No 2 (2019): Oktober
Publisher : Program Studi PPKn Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Undiksha Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jmpppkn.v1i2.43

Abstract

Bali merupakan salah daerah tujuan wisata dunia dengan keunggulan kondisi geografis, kondisi sosial budaya masyarakat serta adat istiadat yang unik dan menarik. Dari semua potensi yang ada di Provinsi Bali, tidak semuanya mampu tereksplor dengan baik, khsusunya pada daerah-daerah pedesaan. Salah satunya adalah Desa Sumberkima Kecamatan Grokgak Kabupaten Buleleng yang memiliki potensi wisata sepiritual, pertanian dan bahari, namun belum dapat tereksplorasi dengan baik. Hal ini disebabkan karena berbagai faktor, seperti sumber daya manusia, kondisi sosial budaya, perkembangan ekonomi, birokrasi, dan sarana prasarana Desa. Keluarnya Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa yang memberikan kewenangan pada Desa untuk melaksanakan penyelenggaraan Pemerintahan Desa, pelaksanaan pembangunan Desa, pembinaan kemasyarakatan Desa, dan pemberdayaan masyarakat Desa berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan adat istiadat Desa memberikan keleluasan pada Desa untuk memberdayakan semua potensi yang ada, termasuk sektor pariwisata. Bertalian dengan itu pemetaan potensi wisata Desa Sumberkima merupakan program yang strategis untuk mengembangkan Desa Wisata Sumberkima sebagaimana idaman masyarakat.
The Experiences of Women Working as Srathi Within the Gender Ideology of Balinese Hindu Society as a Resource for Social Studies Instruction at Penebel State Junior High School 1 I Putu Wisnu Saputra; Luh Putu Sendratari; Sukadi Sukadi
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 6 No. 6 (2026): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v6i6.53047

Abstract

The strong gender ideology within Balinese Hindu society influences the division of roles, power relations, and life experiences of women, including those who serve as Srathi. This study is motivated by the need to understand these lived experiences in the context of gender dynamics. This research aims to examine the experiences of women who work as Srathi within the dynamics of gender ideology in Balinese Hindu society and to explore its relevance as a source for social studies instruction at State Junior High School 1 Penebel. This qualitative phenomenological study explored the lived experiences of Srathi women in Mengesta Village through observations, in-depth interviews, and documentation studies involving Srathi women, village leaders, and social studies teachers. Data validity was ensured through triangulation, and analysis followed the Miles and Huberman model. This study employs Louis Althusser's theory of ideology, Anthony Giddens' structuration theory, Betty Friedan's liberal feminism theory, Simone de Beauvoir's existentialist feminism theory, and Dorothy Smith's standpoint theory. The results of this study indicate that the underlying motives of Mengesta Village women in carrying out their roles as Srathi are driven by economic motives, familial encouragement, community subjectivity, and traditional obligations. The experiences of Mengesta Village women who become Srathi can further be categorized into sekala experiences encompassing triple roles, marginalization, and resistance and niskala experiences encompassing spiritual intuition, messages from the unseen realm, and dream visualizations. These experiences hold strong potential as critical, contextual, and locally grounded social studies teaching resource for Grade VII, Chapter IV on Community Empowerment.