Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGEMBANGAN MODUL JARINGAN TUMBUHAN BERBASIS PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) Maemunah, Siti; Pramesti, Dias Idha
Didaktika Biologi: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Vol 2, No 2 (2018): DIDAKTIKA BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/dikbio.v2i2.1923

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh materi jaringan tumbuhan sulit dipahami karena memiliki cakupan materi yang sangat luas dan ketersediaan fasilitas yang belum memadai untuk melakukan pengamatan jaringan tumbuhan yang bersifat mikroskopis di SMA Sains Wahid Hasyim. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Modul Jaringan Tumbuhan Berbasis Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) untuk Siswa Kelas XI SMA. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan (R&D) model prosedural tipe 4D (Define, Design, Develop dan Disseminate). Produk divalidasi dan dinilai oleh 2 ahli materi, 1 ahli media dan 6 peer reviewer. Uji terbatas pada penelitian ini diberikan kepada 2 guru biologi dan 15 siswa kelas XI SMA Sains Wahid Hasyim. Instrumen penelitian pengembangan ini adalah instrumen wawancara dan angket check list. Analisis data dilakukan dengan scoring menggunakan skala Likert, kemudian menghitung skor rata-rata setiap aspek dan dilanjutkan menghitung persentase keidealan dengan rumus distribusi frekuensi relatif. Hasil penilaian ahli materi, ahli media dan peer reviewer menunjukkan bahwa modul termasuk dalam kategori sangat baik dengan persentase ideal penilaian berturut-turut 85,71%, 87,50%, dan 92,96%. Sedangkan guru biologi menilai modul dalam kategori baik dengan persentase 70% dan respon siswa menunjukkan sangat setuju dengan persentase 86,91%. Dengan demikian modul ini layak digunakan sebagai bahan ajar dalam proses pembelajaran biologi. This study was motivated by the material of plant tissue was difficult to understand because it had very broad scope of material and the availability of inadequate facilities for observing microscopic plant tissue in Wahid Hasyim Science High School (SMA Sains Wahid Hasyim). This study aimeds to develop Plant Tissues Module Based on Contextual Teaching and Learning (CTL) Approach for students of grade XI SMA. The study type was research and development (R&D) of 4D (Define, Design, Develop dan Disseminate) type procedural model. The product was validated and assessed by 2 material experts, 1 media expert, and 6 peer reviewers. The limited test in this study was given to 2 biology teachers and 15 grade XI students. The instrument used in this study were interviewing instrument and checklist questionnaire. Data analysis was performed by scoring using a Likert scale, then calculating the average score of each aspect and proceeding to calculate the percentage of ideals using the relative frequency distribution formula. The assessment results of material experts, media expert and peer reviewers showed that the module was in very good category with ideal percentage 85.71%, 87.50%, and 92.96% respectively. While the biology teachers assesed the module in good category with 70% and students’ response indicated strongly agree with 86.91%. Thus, this module can be used as teaching material in the biology learning process.
Keanekaragaman Tanaman Sayur Lokal Pekarangan dan Potensinya sebagai Sumber Nutrisi Pramesti, Dias Idha
Biocaster : Jurnal Kajian Biologi Vol. 4 No. 1 (2024): January
Publisher : Lembaga Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kamandanu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/biocaster.v4i1.240

Abstract

Yards have a role in maintaining community food security with one of the food sources being local vegetables. This group of plants has advantages, including having adapted to the local environment, being easy to obtain, and containing substances that are beneficial to the body. This research aims to determine the diversity and nutritional potential of local garden vegetables in Bantul Regency. Data collection was carried out using survey methods and semi-structured interviews using questionnaire instruments. The location for data collection was determined purposively, covering areas in 7 sub-districts (kepanewon) in Bantul Regency. Plant samples are then documented and identified. Proximate, mineral and vitamin analyzes were carried out on kedi (Cnidoscolus chayamansa McVaugh), tayuman (Bauhinia purpurea L.), and mulberry (Morus sp.) plants. The research results showed that there were 71 species from 27 families of local vegetables in residents' yards. The types of local vegetable plants recorded are in the Fabaceae family. Meanwhile, the plants that are often found in residents' yards are chilies (Capsicum spp.), bananas (Musa paradisiaca L.), eggplant (Solanum melongena L.), cassava (Manihot utilissima Pohl.), spinach (Amaranthus sp.), and jackfruit ( Artocarpus heterophyllus Lam.). Comparison of the results of nutritional analysis of three vegetables shows that among the three plants in 100 grams of sample there is the highest value of sodium in kedi leaves, namely 22.73 mg; protein content 7.36%, vitamin A 209.88 mg, and potassium 441.78 mg in tayuman; and energy from total fat 24.57 Kcal, total energy 84.85 Kcal, and calcium 485.43 mg in mulberries.
Pengembangan Data Keanekaragaman Anggrek dalam Bentuk Buku Panduan Lapangan Identifikasi Anggrek sebagai Sumber Belajar Biologi Siswa SMA/MA Siregar, Yusni Lestari; Pramesti, Dias Idha
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2017: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.223 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negera terkaya akan tumbuhan anggrek. Kondisi alamnya yang subur menjadi habitat yang cocok untuk pertumbuhan anggrek. Hal ini dibuktikan dengan jumlah total sekitar 6.000 spesies ditemukan di hutan tropis Indonesia, 2.800 spesies diantaranya ditemukan di Papua (Irian Jaya). Hasil studi pendahuluan di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat menginformasikan bahwa telah ditemukan 25 spesies anggrek yang terdiri atas 21 anggrek epifit dan 4 anggrek terrestrial. Keanekaragaman anggrek tersebut berpotensi untuk dikemas menjadi sumber belajar. Pengembangan buku panduan lapangan tumbuhan anggrek sebagai sumber belajar belum pernah dilakukan sebelumnya. Oleh karena itu, data keanekaragaman anggrek di Teluk Bintuni dapat dikembangkan dalam bentuk sumber belajar berupa buku panduan lapangan. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) yang dibatasi pada tahap development. Buku panduan lapangan yang dihasilkan dinilai oleh tiga ahli, lima peer reviewer, tiga guru biologi dan tiga puluh siswa SMA/MA kelas X sebagai responden. Hasil penilaian menunjukkan bahwa kualitas buku panduan lapangan yang dikembangkan termasuk dalam kategori baik (B) menurut ahli materi dengan persentase keidealan 80% dan masuk dalam kategori sangat baik (SB) menurut ahli media, ahli bahasa, peer reviewer dan guru biologi dengan persentase keidealan masing- masing adalah 96%, 92%, 83,25% dan 82,92%. Siswa emberikan respon sangat setuju (SS) terhadap produk yang disusun dengan persentase keidealan 85,05%. Berdasarkan hasil penilaian dan respon siswa buku panduan lapangan identifikasi tumbuhan anggrek yang dikembangkan dinilai layak digunakan sebagai sumber belajar biologi.