Joas Adiprasetya, Joas
Sekolah Tinggi Filsafat Theologi Jakarta

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Kurios

On be...ing political: Empat model identitas ramah-gereja di bawah bayang-bayang kanopi suci kebangsaan Adiprasetya, Joas
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 7, No 2: Teologi Menstimulasi Nilai-nilai Kemanusiaan dan Kehidupan Bersama dalam Bingkai Kebang
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v7i2.358

Abstract

This article discusses the idea of a hospitable church that struggles under the sacred canopy of the state, especially in the Indonesian context. By using Stanley Hauerwas’ social ethics and ecclesiology that views the church as an exemplary community, this article proposes an ecclesial model that maintains the tension of being true to its nature on the one hand and being political on the other hand. Such a model is demonstrated through its four dimensions: beholding, becoming, belonging, and befriending. The paper ends with a conclusion, in which the author reflects on the four dimensions by using the perspective of the four classical marks of the church (notae ecclesiae). AbstrakArtikel ini membahas gagasan mengenai gereja dengan identitas-ramah yang berjuang di bawah kanopi suci negara, khususnya dalam konteks Indonesia. Dengan menggunakan etika sosial dan eklesiologi Stanley Hauerwas, yang memandang gereja sebagai komunitas eksemplaris, artikel ini mengusul-kan model gerejawi yang mempertahankan ketegangan antara menjadi setia pada hakikatnya di satu sisi dan menjadi politis di sisi lain. Model semacam itu ditunjukkan melalui empat dimensinya: beholding, becoming, belonging, dan befriending. Makalah diakhiri dengan kesimpulan yang di dalamnya penulis merefleksikan empat dimensi di atas dengan menggunakan perspektif empat tanda klasik gereja (notae ecclesiae).
Polidoksi, polipati, dan polipraksis di dalam hidup menggereja yang elastis Adiprasetya, Joas
KURIOS Vol. 10 No. 1: April 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v10i1.893

Abstract

Beranjak dari realitas pemisahan teologi, spiritualitas, dan praksis, artikel ini ingin menegaskan pentingnya reintegrasi ketiganya melalui sebuah modifikasi atas model integrasi teologi-spiritualitas yang disebut model poros-roda, yang diusulkan oleh Philip Sheldrake. Artikel ini berargumen bahwa reintegrasi teologi, spiritualitas, dan praksis sebagai tiga dimensi iman yang komunal mengandaikan sebuah model gereja sebagai menggereja-elastis, yang di dalamnya ketiga dimensi tersebut bertumbuh dalam multiplisitas sebagai polidoksi, polipati, dan polipraksis. Cara berpikir “poli” yang diusulkan merupakan alternatif bagi dikotomi “ortho” versus “hetero” yang selama ini dihidupi oleh gereja.