Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PASAL KONTROVERSIAL UU CIPTA KERJA KLASTER KETENAGAKERJAAN DALAM PERSPEKTIF KEPASTIAN HUKUM AL-BUTHI Abdullah Sani Kurniadinata
istinbath Vol 20 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hak-hak sipil merupakan hak-hak warga negara yang berasal dari konstitusi atau hukum suatu negara, diantaranya adalah hak-hak sipil pekerja. Permasalahan tentang hak-hak sipil pekerja sebagaimana yang akan dijelaskan pada penelitian ini adalah hak-hak pekerja yang tercantum pada beberapa pasal UndangUndang Cipta Kerja Klaster Ketenagakerjaan dan dinilai sangat kontroversial serta kurang memberikan ketegasan sehingga dapat menyebabkan disharmoni pengaturannya. Pasal-pasal tersebut adalah Pasal 79 ayat 2 yang menjelaskan tentang hak istirahat dan cuti panjang dua bulan, Pasal 88b dan Pasal 88c yang menjelaskan tentang upah minimum sektoral yang tidak berdasarkan Kebutuhan Hidup Layak (KHL), Pasal 59 yang menjelaskan tentang periode kontrak, dan Pasal 42 tentang izin TKA yang hanya berdasarkan pengesahan Rencana Penggunaan TKA (RPTKA). Jenis penelitian yang dilakukan pada penelitian ini adalah Penelitian Hukum Islam Pada Ranah Doktrin (Pemikiran)2, yaitu menganalisa beberapa Pasal Undang-Undang Cipta Kerja Klaster Ketenagakerjaan Dalam Perspektif Kepastian Hukum Muhammad Sa’id Ramadhan al-Buthi. Sebagai temuan dalam penelitian ini, penulis menemukan adanya beberapa pasal Undang-Undang Cipta Kerja Klaster Ketenagakerjaan yang kurang memberikan kepastian hukumnya.
Konsep At-Tawazun Terhadap Independent Woment Di Era Generasi Z Menurut Yusuf Al Qardhawi Maya Viada; Abdullah Sani Kurniadinata
Journal Smart Law Vol. 4 No. 1 (2025): September
Publisher : Peduli Riset dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

he phenomenon of independent women is growing stronger among Generation Z along with the development of globalization and digitalization. Women of this generation demonstrate independence in the educational, economic, and social fields, but often face a dilemma between individual freedom and religious values. This study uses a qualitative method with a library research approach, namely by examining the works of Yusuf al-Qardhawi such as Fiqh al-Mar'ah al-Muslimah, al-Wasathiyyah al-Islamiyyah, and al-Sahwah al-Islamiyyah, as well as other supporting literature. The analysis was conducted to understand how the concept of balance in his thinking can be applied to the social reality of Generation Z which emphasizes women's independence. The results of the study show that Yusuf al-Qardhawi views At-Tawazun as a universal principle in Islam that regulates the balance between rights and obligations, this world and the hereafter, reason and revelation, and between men and women. In the context of independent women, al-Qardhawi emphasized that Islam provides space for women to be independent and play an active role in society as long as they maintain moral values, family responsibilities, and their feminine nature. According to him, women's independence must be oriented towards the benefit and purpose of life in accordance with the maqashid al-shari'ah, not on unlimited freedom as promoted by Western feminism. Thus, through the concept of At-Tawazun, Yusuf al-Qardhawi offers a paradigm of balance that is relevant for modern Muslim women to achieve independence that is harmonious, ethical, and in line with Islamic teachings.