Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Aktivitas Antioksidan Minuman Fungsional Berbahan Baku Kacang Lentil Merah (Lens culinaris Medik) Anindita Tri Kusuma Pratita; Mochamad Fathurohman
Pharmacoscript Vol. 4 No. 1 (2021): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v4i1.615

Abstract

Kacang lentil (Lens culinaris Medik) merupakan salah satu jenis legum yang memiliki kandungan protein, asam folat dan senyawa antioksidan berupa polifenol yang cukup tinggi. Berdasarkan komposisi yang ada, kacang lentil dimungkinkan untuk digunakan dalam bahan baku pembuatan minuman instan fungsional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas anitioksidan dari minuman fungsional kacang lentil merah. Pada penelitian ini kacang lentil merah yang telah direndam kemudian ditambahkan air dan dihancurkan, setelah itu dilakukan penyaringan dan pemasakan, kemudian dilakukan pengeringan menggunakan spray dryer. Setelah itu, dilakukan pengujian DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) untuk mengetahui aktivitas antioksidannya. Hasil pengujian DPPH menunjukkan minuman fungsional kacang lentil merah memiliki aktivitas antioksidan yang tergolong lemah, yaitu IC50 272,789ppm.
AKTIVITAS ANTIRADIKAL BEBAS SENYAWA β-KAROTEN PADA ALGA MERAH Anindita Tri Kusuma Pratita; Denis Pajriati; Gatut Ari Wardani; Mochamad Fathurohman
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 23, No 2 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v23i2.1023

Abstract

Mikroalga merah diketahui mengandung senyawa fenolat, karotenoid, fikobiliprotein, dan klorofil yang mampu mendonorkan atom hidrogennya pada radikal bebas. Warna merah pada alga dihasilkan oleh pigmen karotenoid dengan salah satu turunannya adalah β-karoten. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui aktivitas antiradikal bebas dari senyawa β-karoten yang terkandung dalam mikroalga merah. β-karoten diekstrasksi dengan cara maserasi kemudian dilakukan analisis kualitatif dengan menggunakan KLT dan FTIR, pengujian aktivitas antiradikal bebas dilakukan dengan pengujian dengan menggunakan DPPH. Hasil KLT menunjukan senyawa β-karoten yang dielusi dengan menggunakan pelarut aseton dan etil asetat (3:7) memiliki nilai Rf 0,8 dan pada FTIR menunjukkan senyawa β-karoten memiliki gugus hidroksil, karbonil, alkana, alkohol, dan aromatik. Aktivitas antiradikal bebas pada senyawa β-karoten  memiliki nilai IC50 sebesar 267,375 ppm yang dikategorikan lemah.
TEPUNG LABU KUNING YANG DIFORTIFIKASI DENGAN KALSIUM DARI CANGKANG TELUR AYAM Lilis Tuslinah; Gilang Armanthio Thomas; Mochamad Fathurohman
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 23, No 2 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v23i2.1022

Abstract

Cangkang telur merupakan limbah rumah tangga yang  dapat dimanfaatkan dalam pembuatan pasta komposit karena mengandung kalsium karbonat (CaCO3) sekitar 94% penyusun utamanya. Labu kuning (Cucurbita moschata Duch) merupakan salah satu bahan pangan lokal yang memiliki nilai gizi tinggi dan baik bagi tubuh manusia yakni banyak mengandung beta karoten, serat, vitamin A, vitamin C, vitamin K, dan vitamin B3. Dalam membuat suatu hidangan tertentu, labu kuning biasa dijadikan tepung dan puree terlebih dahulu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh tepung labu kuning dan tepung cangkang telur sebagai sumber kalsium dalam meningkatkan kadar kalsium yang kurang dari labu kuning melalui proses fortifikasi oleh cangkang telur. Parameter yang diamati yaitu kadar air, kadar abu, kadar kalsium dan uji hedonik (warna, aroma, rasa dan tesktur). Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar air memenuhi persyaratan dalam SNI 3751: 2009, kadar abu tidak memenuhi syarat dalam SNI 3751: 2009, kadar kalsium memenuhi syarat angka kecukupan kalsium menurut Permenkes RI no 75 tahun 2013 dan uji hedonik dari produk tepung fortifikan (cookies) menunjukan tingkat kesukaan panelis terhadap warna, dan rasa kurang disukai, sedangkan pada tekstur lebih disukai.