Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Kesehatan

Analisis Faktor- Faktor Yang Berhubungan Dengan Kinerja Bidan Dalam Pengisian Buku Kia Pada Deteksi Dini Kehamilan Risiko Tinggi di Puskesmas Kota Bukittinggi Tahun 2020 Liza Andriani; Mega Ade Nugrahmi
Jurnal Kesehatan Vol 9 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan program KIA bertujuan memantapkan dan meningkatkan jangkauan serta mutupelayana KIA secara efektif dan efisien. Pemantapan pelayanan KIA dewasa ini diutamakanpada kegiatan pokok di mana salah satunya adalah peningkatan deteksi dini faktor risiko dankomplikasi kebidanan dan neonatus oleh tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja bidan dalam melakukan pengisianbuku KIA pada deteksi dini kehamilan risiko tinggi. Jenis Penelitian yang di gunakan adalahanalitik, dan variabel independen yaitu tingkat pengetahuan, sikap, motivasi dan beban kerja, danvariabel dependen yaitu kinerja bidan. Populasi dalam penelitian sebanyk 37 respoden danteknik pengambilan sampel dilakukan secara total sampling, pengambilan data penelitiandilakukan dengan angket menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Hasil penelitianmembuktikan bahwa kinerja bidan dalam pengisian buku KIA memiliki kinerja tidak baik(62,2%), tingkat pengetahuan tinggi (51,4%), sikap kurang baik (51,4%), motivasi yang baik(67,6%) dan beban kerja ringan (83,8%). Hasil analisis multivariate ditemukan bahwa factoryang paling berhubungan dengan kinerja bidan dalam pengisian buku KIA adalah variabel sikap.Berdasarkan penelitian diperoleh kesimpulan bahwa bidan akan memiliki kinerja yang baikdalam pengisian buku KIA apabila didasari oleh tingkat pengetahuan yang tinggi, sikap yangpositif, memiliki motivasi tinggi, serta didukung oleh sarana yang lengkap. Kata kunci: Buku KIA, faktor kinerja, bidan puskesmas
Penerapan Metode Sbabs Dalam Mencegah Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Air Bangis Kabupaten Pasaman Barat Yuliza Anggraini; Liza Andriani
Jurnal Kesehatan Vol 9 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sanitasi merupakan salah satu tujuan pembangunan berkelanjutan SDGs meskipun dilapanganmenunjukkan kemajuan yang masih lambat. Strategi Nasional Kebijaka STBM ( Sanitasi TotalBerbasis Masyarakat) mengacu pada strategi percepatan yang bertujuan untuk mengejar targetSDGs. Tujuan penyelenggaraan program ini adalah untuk mewujudkan perilaku masyarakat yanghigienis dan saniter secara mandiri dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yangsetinggi-tingginya. STMB merupakan pendekatan yang dilakukan oleh berbagai Negara dalamrangka perubahan perilaku pedesaan yang diterapkan secara luas untuk mengakhiri buang air besarsembarangan dan masalah ini terkait kesehatan. Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBABS)merupakan salah satu pilar yang terdapat didalam STMB dalam pencegahan stunting. Stop Buang Air Besar Sembarangan merupakan program sanitasi total berbasis masyarakat yangmembudayakan perilaku hidup bersih dan sehat, mencegah penyebaran penyakit berbasislingkungan, meningkatkan kemampuan masyarakat merubah perilaku untuk tidak melakukanaktivitas buang air besar sembarangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas metodeSBABS dalam mencegah stunting pada balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas AirBangis Kabupaten Pasaman Barat. Metode: penelitian menggunakan desain Kohor Retrospektif.Kelompok SBABS sebagai penerima program dengan kelompok Non SBABS yang tidakmenerima program. Kelompok wilayah SBABS yaitu jorong Silawai Tengah dan kelompokwilayah non SBABS adalah Kampung Padang Utara. Hasil penelitian menunjukkan proporsibaduta stunting pada kelompok SBABS 15,3%, dengan tinggi badan normal 91,3% dan status gizibaik (92,7%). Terdapat hubungan antara tinggi badan balita pada kelompok SBABS dengan NONSBABS dengan p-value 0.012 namun tidak ada hubungan antara status gizi balita kelompokSBABS dengan NON SBABS dengan p-value 0.374Kesimpulan: metode SBABS efektif menurunkan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulanpada wilayah kerja Puskesmas Air Bangis Kabupaten Pasaman Barat.